Sieradmu.com Klaten – Sebagai langkah untuk melestarikan budaya, Sanggar Seni Sekar Langit menggelar Pagelaran Wayang Wong Bocah “Sirnaning Angkara” dengan lakon Rama Shinta di Joglo Saestu, Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan pada Sabtu (13/12/2025) malam. Anggota DPRD Jawa Tengah Anton Lami Suhadi menyebut kesenian tradional harus terus dilestarikan utamanya pada generasi muda.
Pagelaran wayang wong bocah ini dalam rangka sewindu Sanggar Tari Sekar Langit, memanfaatkan dana hibah dari program pelestarian seni budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kerjasama dengan DPRD Jawa Tengah. Sanggar Seni Sekar Langit merupakan binaan dari Legislator Partai Golkar yang saat ini menjadi Sekretaris Komisi C.
Nampak hadir anggota DPRD Jawa Tengah Anton Lami Suhadi, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Camat Gantiwarno, para seniman, ISI Surakarta dan ratusan penggemar seni wayang. Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah yang menyaksikan secara virtual.
Pembina Sanggar Tari Sekar Langit Marta Endang mengatakan, pagelaran wayang wong bocah ini melibatkan 67 seniman mulai dari anak anak hingga mahasisawa, cerita yang diangkat Sirnane Angkoro Murko” yang memberi makna juga pentingnya bahu-membahu bersama-sama memberantas angkara murka.
Dalam ceritanya Rahwana, dengan tipu muslihatnya, menculik Shinta yang sedang berada di hutan Dandaka setelah Shinta meminta Rama menangkap kijang emas. Shinta diculik ke Alengka, kerajaan Rahwana.
“Dalam kisah pewayangan Ramayana, cerita tentang Rama dan Shinta tidak terlepas dari unsur angkara murka, terutama yang dilakukan oleh Rahwana. Rahwana, seorang raja raksasa yang memiliki sifat angkara murka”,katanya.
Diakui sampai dengan usia sewindu, kehadiran Anggota DPRD Jawa Tengah, Anton Lami Suhadi sangat membantu keberlangsungan Sang Seni Sekar Langit yang bermarkas di Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno.
“Beliau sangat konsen dengan upaya untuk melestarikan budaya, hal ini dapat dilihat hampir seluruh kegiatan kedewanan, kunjungan daerah pemilihan sering menhadirkan kesenian seperti tari, jaranan, kethoprak dan lainnya”,ucap Marta.

Anggota DPRD Jawa Tengah Anton Lami Suhadi dalam kesempatan tersebut merasa bangga bisa menyaksikan kiprah seniman pelajar, ikut ambil bagian dalam melestarikan kesenian tradisional. Bisa kita lihat sendiri tadi yang merankan tokoh Rahwana, anoman siswa SD artinya pagelaran ini sekaligus menjadi ajang untuk mengasah kreatifitas seni yang mereka miliki.
“Kehadiran seniman senior Yati Pesek juga menunjukkan komitmen besar memotifasi para generasi muda, pelajar untuk mengembangakan bakat dibidang seni , Pengembangan seni buday di Jawa Tengah juga akan semakin kuat dengan adanya perubahan susunan organisasi tata kerja dilingkungan Pemprov Jawa Tengah”,ujarnya.
Anton Lami Suhadi menerangkan, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah telah disetujui dalam Rapat Paripurna di Gedung Berlian. Ada perubahan terkait struktur dinas di lingkungan Pemprov Jateng. Ia mencontohkan, ada penggabungan bidang antara pertanian dan peternakan, menjadi Dinas Pertanian dan Peternakan. Berdasarkan rancangan tersebut, Dinas Pertanian dan Peternakan menyelenggarakan urusan pemerintahan pada bidang pertanian. Semula pertanian dan peternakan berada dalam kewenangan dua dinas yang berbeda, yakni Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
“Terdapat pulaperubahan pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya, yang sekarang menjadi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Selain itu, ada pemisahan bidang pendidikan dan kebudayaan yang mulanya bernaung pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Kini menjadi Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan”Terang Anton Lami Suhadi.
Kepala Dinas Pendidikan Klaten yang diwakili Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Guritno, juga mengapresiasi kiprah Anton Lami Suhadi yang ikut mendukung upaya pelestarian kesenian tradisional utamanya bagi para pelajar.
“Melalui seni para siswa dapat belajar tentang karakter, etika sopan santun, tata krama, etika berbusana yang banyak memberikan pembelajaran bagi para siswa, tentu keberadaan sanggar seni ini juga dapat melahirkan bakat siswa dalam hal seni, seperti seni tari dan lainnya”,pungkas Guritno. (Nur)





























