Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » PENERAPAN MODEL BLENDED LEARNING SISWA SEKOLAH DASAR

PENERAPAN MODEL BLENDED LEARNING SISWA SEKOLAH DASAR

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 23 Jun 2022
  • visibility 1.462
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Munculnya wabah Covid-19 sangat berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sebelum pandemi ini terjadi, proses kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan tatap muka dengan aman dan nyaman. Akan tetapi dengan adanya pandemi dan anjuran dari pemerintah sistem pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah kini berganti dengan sistem pembelajaran dari rumah atau yang lebih dikenal dengan istilah study from home (SFH). Oleh sebab itu, sebagai tenaga pendidik sudah seharusnya kita mempersiapkan sistem pembelajarann yang efektif dan inovatif agar proses pembelajaran di rumah dapat berjalan lancar dan efektif. Salah satu yang menjadi solusi tepat dalam pembelajaran jarak jauh menggunakan model pembelajaran Blanded Learning. Apa itu Blended Learning? Sepertinya kita sudah tidak asing dengan kalimat ini. Kalimat ini sudah sangat familiar khususnya dibidang pendidikan. Blened learning sendiri merupakan suatu metode pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran secara konvenisonal dengan pembelajaran digital atau lebih tepatnya yaitu metode pembelajaran yang menggabungkan dua pembelajran yaitu secara tatap muka dan secara digital. Dalam pelaksanaan pembelajaran Blended Learning secara digital maka pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai macam aplikasi seperti Ruang guru, Class Room, Zoom, Google Doc, Google From, maupun melalui Grup Whatsapp.

Hal ini seperti yang terjadi di salah satu sekolah dasar di daerah kutorjo, tepatnya di SD N Bandung. Dalam pelaksanan pembelajaran di masa pandemi, sekolah ini menerapkan model Blended Learning. Dimana di dalam pelaksanaannya Guru memanfaatkan aplikasi melalui Whatshapp. Penggunaan aplikasi Whatshapp ini digunakan Guru untuk memberikan informasi mengenai materi yang akan dipelajari siswa, dimana dalam materi tersebut dapat berupa video ataupun audio. Kemudian, untuk penugasan sendiri Guru meminta siswa untuk mengirimkan hasilnya melaui Whatshapp pribadi milik Guru.Dalam hal ini, maka perlu juga peran dari orang tua untuk dapat membantu atau memantau anak-anaknya saat sedang belajar dirumah. Sedangkan, untuk pembelajaran secara konvensional atau tatap muka hanya dilakukan setiap 3 hari sekali itupun dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Dalam model Blended Learning ini, tentu terdapat kelebihan ataupun kekurangan dalam penerapan pembelajarannya. Salah satu kekurangan dari metode Blended Learning ini yaitu sulit atau tidak adanya akses internet, padahal dalam pelaksanaan model pembelajaran Blended Learning, internet menjadi salah satu faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajarannya. Dalam menangani masalah tersebut, biasanya orang tua memasang wifi yang berfungsi sebagai penyalur akses ke internet. Selain itu, tidak semua siswa memiliki handphone andorid maka hal ini, juga menjadi salah satu penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran. Kemudian, kurangnya peran orang tua dalam mendampingi anaknya belajar, karena dalam hal ini ada beberapa orang tua yang beranggapan bahwa sekolah yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembelajaran terhadap siswa. Padahal, dalam ini perlu juga tanggung jawab dari pihak orang tua. Namun, kelebihan dari model Blended Leaerningsendiri yaitu siswa secra tidak langsung dapat paham mengenai penggunan IT. Kemudian, dapat membentuk sikap kejujuran dan kemandirian terhadap siswanya. Selain itu, siswa juga dapat memiliki waktu yang luang dan dapat diisi dengan melakukan aktivitas atau kegiatan yang bermanfaat.

Ditulis Oleh:

1. Ananda Suci Kosasih
2. Arna Lestyana
3. Qomairoh Dinda Eva Zulaikha
4. Indah Kusumawati
5. Titi Anjarini, M.Pd.

Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Universitas Muhammadiyah Purworejo

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Finalis Duta Genre Klaten Adu Gagasan, Hamenang : Jangan Hanya Ceremonial Saja

    Finalis Duta Genre Klaten Adu Gagasan, Hamenang : Jangan Hanya Ceremonial Saja

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten –  Sepuluh pasangan finalis Pemilihan Duta Genre beradu gagasan dihadapan Bupati Klaten para juri yang hadir di Kompleks Candi Sewu, Ahad (10/8/2025)malam. Kalvindra dari Cawas) dan Nabila Putri, finalis asal  Klaten Tengah dinobatkan sebagai pasangan duta genre 2025. Kepala Dissosp3appkb, Puspo Enggar Hastuti menyampaikan tahapan panjang dilalui para peserta yang ikut berkompetisi di […]

  • Gamdom’s Edge Why Players Keep Coming Back

    Gamdom’s Edge Why Players Keep Coming Back

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

  • Kabar Tanwir Muhammadiyah, Menag Sampaikan Soal Tantangan Bidang Keagamaan

    Kabar Tanwir Muhammadiyah, Menag Sampaikan Soal Tantangan Bidang Keagamaan

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 681
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Kupang – Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar pada Kamis (5/12) hadir disela-sela Sidang Tanwir Muhammadiyah bertempat di Universitas Muhammadiyah Kupang. Menag Nasaruddin menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi pihaknya dalam bidang keagamaan di Indonesia. Menurut dia, Kemenag RI di bawah pemerintahan Presiden Prabowo cenderung berfokus pada persoalan hubungan antarumat agama, bimbingan masyarakat (bimas) agama, […]

  • Masuk Gelombang 2 Pemberangkatan, Ratusan Calhaj Klaten Ikuti Bimbingan Manasik Tingkat Kabupaten

    Masuk Gelombang 2 Pemberangkatan, Ratusan Calhaj Klaten Ikuti Bimbingan Manasik Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Pada  penyelenggaraan ibadah haji tahun ini , Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapatkan kuota sebanyak 30.377 jemaah. Dari jumlah tersebut 902 diantaranya berasal dari Kabupaten Klaten. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah, Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Saiful Mujab dalam  kegiatan  Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Klaten yang berlangsung di Graha […]

  • Keren, EdutabMu Kantongi Predikat Gold, Lazismu Raih Penghargaan Zakat Awards 2024 Program Pendidikan Skala Nasional

    Keren, EdutabMu Kantongi Predikat Gold, Lazismu Raih Penghargaan Zakat Awards 2024 Program Pendidikan Skala Nasional

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 671
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Sumatera Barat – Program EdutabMu “Digital Learning Accelerator”, sebuah program pembelajaran menggunakan tablet offline tanpa akses internet kantongi predikat gold. Program ini merupakan hasil kerja sama Lazismu PP Muhammadiyah, Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Majelis Dikdasmen PP Aisyiyah dan ENUMA. Program EdutabMu adalah bagian dari Transformasi Pembelajaran di Sekolah Muhammadiyah Berbasis Digital Multimedia melalui Tablet […]

  • Polda Jateng Siapkan Rekayasa Hadapi Arus Balik Lebaran 6-7 April Besok

    Polda Jateng Siapkan Rekayasa Hadapi Arus Balik Lebaran 6-7 April Besok

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Kepolisian Daerah Jawa Tengah mulai menyiapkan sejumlah petugas dan rekayasa lalu lintas untuk menghadapi puncak arus balik lebaran 1446 Hijriyah, yang diperkirakan akan terjadi pada 6-7 April 2025. Hal tersebut disampaikan Dirlantas Polda Jateng Brigjen Pol Sonny Irawan, saat mendampingi Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo melakukan pengecekan situasi arus […]

expand_less