Sosialisasi Program di Jogonalan, LDKWM PDM Klaten Upayakan Adanya Dana Pensiun Pegawai Persyarikatan
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
- visibility 318
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Lembaga Dana Kerukunan Warga Muhammadiyah (LDKWM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten menggelar sosialisasi program kerja di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kawedanan Gondang, Sabtu (1/11/2025).
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Prawatan, Jogonalan, Klaten ini diikuti oleh jajaran pengurus PCM, PCA, PRM, dan PRA se-Kawedanan Gondang, serta pengurus LDKWM PDM Klaten. Tujuannya untuk menjalin silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjadi sarana sosialisasi program kerja LDKWM, khususnya terkait pengelolaan dana kerukunan serta penguatan semangat ta’awun (tolong-menolong) di kalangan warga Muhammadiyah.
Ketua PDM Klaten yang diwakili Rusdi Santosa dalam arahannya menyampaikan pentingnya semangat ta’awun sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, ‘Tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa.’ Menurutnya, semangat inilah yang menjadi dasar lahirnya program Dana Kerukunan Warga Muhammadiyah (DKWM).
“Program DKWM hadir sebagai wujud nyata konsep ta’awun, agar warga Muhammadiyah saling membantu ketika mengalami musibah atau kesulitan. Kami berharap seluruh PCM dan PCA dapat menggerakkan warganya hingga ke tingkat jamaah, terutama berbasis masjid. Dari masjid, umat akan bangkit,” katanya.
Muh. Wahyunto, dari LDKWM PDM Klaten menjelaskan bahwa Dana Kerukunan Warga Muhammadiyah merupakan gerakan sosial dakwah berbasis masjid yang bertujuan meningkatkan solidaritas dan semangat berbagi di lingkungan persyarikatan.
“Iuran anggota DKWM ditetapkan sebesar Rp10.000 per tahun untuk pelajar dan Rp25.000 per tahun untuk anggota dewasa. Dana tersebut disalurkan untuk santunan bagi anggota yang mengalami rawat jalan, rawat inap, melahirkan, kecelakaan, maupun meninggal dunia sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Wahyunto juga mencontohkan keberhasilan program DKWM berbasis masjid yang telah berjalan di Masjid Al Iman Jonggrangan. Dalam satu tahun, jamaah masjid tersebut mampu menghimpun dana hingga Rp9 juta yang dimanfaatkan untuk membantu anggota jamaah yang membutuhkan.
“Sumber dana DKWM dapat berasal dari infak masjid, infak Lazismu ranting, maupun infak dari para aghniya. Tujuannya agar setiap jamaah aktif dan mandiri dalam semangat berbagi,” tambahnya.
Agar pelaksanaan program DKWM semakin efektif, Wahyunto juga mendorong pembentukan Komisariat DKWM di setiap PCM dan PCA. Komisariat ini berperan sebagai perpanjangan tangan LDKWM dalam melayani pendaftaran anggota serta mengoordinasikan pengajuan klaim santunan bagi warga yang mengalami risiko.
Dalam kesempatan terpisah, Sudarwanto, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua LDKWM PDM Klaten menjelaskan bahwa program DKWM telah hadir sejak Musyawarah Daerah Muhammadiyah di Delanggu dan kini berkembang pesat.
“Awalnya, DKWM hanya bekerja sama dengan dua rumah sakit di Klaten, yaitu RSI dan RS Tegalyoso, serta pesertanya terbatas pada sekolah-sekolah Muhammadiyah. Kini, program ini telah meluas hingga mencakup seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah di Kabupaten Klaten,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sudarwanto menyampaikan bahwa LDKWM saat ini tengah mengkaji Program Dana Pensiun Pegawai Muhammadiyah sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai amal usaha setelah masa pengabdian. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
