Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Merefleksi HPN 2025, Haedar Nashir, Pers Bukan Menjadi Alat Pragmatis Semata

Merefleksi HPN 2025, Haedar Nashir, Pers Bukan Menjadi Alat Pragmatis Semata

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
  • visibility 406
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sieradmu.com Yogyakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan Selamat atas Hari Pers Nasional yang jatuh pada 9 Februari 2025. Peringatan tersebut dimaknai sebagai  wujud penghargaan atas peran pers dalam mencerdaskan bangsa dan menjaga demokrasi Indonesia.

Pers Indonesia menurut Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan  menyampaikan   informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta  data  dan   grafik  maupun  dalam  bentuk  lainnya  dengan  menggunakan  media  cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pada Sabtu (8/2) mengatakan bahwa kemerdekaan  pers  adalah  salah  satu  wujud  kedaulatan  rakyat  yang  berasaskan  prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum (Pasal 2).

Pers    nasional    mempunyai    fungsi    sebagai    media    informasi,  pendidikan,  hiburan, dan kontrol sosial (Pasal 3).  Pers  nasional  berkewajiban memberitakan peristiwa dan      opini  dengan  menghormati  norma-norma  agama  dan  rasa  kesusilaan  masyarakat  serta  asas  praduga  tak bersalah (Pasal 5).

Pers nasional melaksanakan peranannya sebagai berikut : a. memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui;  b. menegakkan  nilai-nilai  dasar  demokrasi,  mendorong  terwujudnya  supremasi  hukum,  dan Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan; c. mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; d.   melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; e. memperjuangkan keadilan dan kebenaran (Pasal 6).

Karenanya, Haedar menekankan dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini seluruh insan dan institusi pengelola pers atau media massa merefleksikan kaidah-kaidah normatif dan imperatif tersebut untuk dijadikan acuan dan implementasi di dunia pers.

Bersamaan dengan itu, Haedar menyampaikan beberapa point yang perlu direfleksikan. Pertama, pers nasional saat ini diharapkan betul-betul menjalankan fungsinya secara untuh dan komprehensif bukan semata-mata fungsi kontrol sosial tetapi juga edukasi dan menyajikan informasi yang objektif, adil, mencerahkan, dan mencerdaskan bangsa.

Dengan makin bebasnya ekosistem pers maka diharapkan tetap menjunjungtinggi kebenaran, kebaikan, dan nilai-nilai luhur kehidupan. Seraya menjauhi hoaks, provokasi, menebar kebencian dan permusuhan, serta hal-hal yang meluruhkan martabat, kebaikan, dan persatuan bangsa.

“Azas cover both side mesti dipegang teguh seraya dikembangkan penyajian informasi yang memberi banyak pandangan agar tidak bersifat tendensius dan monolitik,” tegas Haedar.

Kedua, pers nasional dalam usaha mencerdaskan bangsa diharapkan memberikan edukasi yang objektif, berbasis pengetahuan, dan memberi kesempatan kepada seluruh warga untuk menyerap informasi secara demokratis.

“Berilah rakyat informasi yang lengkap dan sudut pandang dari berbagai aspek, sehingga tidak menimbulkan bias dan opini yang monolitik di hadapan rakyat. Rakyat berhak untuk memilah dan memilih informasi yang disajikan secara objektif, berimbang,  dan demokratis. Hindari pencampuradukan fakta dan opini lebih-lebih yang bersifat tendensius dan hanya bersandarkan pada satu sudut pandang. Hargai pilihan-pilihan baik kelompok-kelompok masyarakat secara bermartabat tanpa dihakimi sepihak sebagai wujud menghargai prinsip demokrasi,” tegas Haedar.

Ketiga, pers nasional sebagai pilar demokrasi diharapkan tetap menjadi penjaga demokrasi dan berperan aktif dalam proses konsolidasi demokrasi Indonesia. Selain tetap konstruktif dan kritis dalam menyikapi kebijakan-kebijakan negara, diharapkan pers nasional ikut menciptakan budaya demokrasi yang moderat serta berbasis pada nilai-nilai luhur Pancasila, Agama, dan Kebudayaan Bangsa.

“Demokrasi yang menjadi rujukan adalah  Pancasila khususnya pasal 4 yakni  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, Bukan demokrasi liberal yang sebebas-bebasnya tanpa keterikatan pada nilai dan sistem kehidupan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Haedar.

Keempat, khusus media sosial dan digital sebagai media baru dalam kehidupan pers dan ekosistem nasional diharapkan tetap menjunjungtinggi nilai dan etika luhur yang hidup di tubuh bangsa yaitu Pancasila, Agama, dan Kebudayaan Bangsa.

“Media digital dan teknologi Artificial Intelligence (AI) tidak disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan yang merugikan kepentingan umum termasuk untuk menebar keresahan, penipuan, pemerasan, dan merusak martabat orang lain. Kembangkan mekanisme self-editing yang seksama sebelum informasi dan segala bentuk sajian diangkat ke ruang publik. Pergunakan kedua media baru tersebut untuk memajukan kehidupan dan keadaban bangsa,” jelas Haedar.

Kelima, dengan semakin masifnya perkembangan media digital dan media sosial maka meda cetak dan media konvensional lainnya semakin terancam keberadaannya. Seluruh pihak diharapkan tetap menjaga keberadaan dan keberlangsungan media cetak dan media konvensional sebagai bagian dari menjaga kebudayaan universal. Relasi sosial yang bersifat verbal dan langsung juga masih diperlukan dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan antar bangsa untuk menjaga keberadaan manusia sebagai Homo Sapiens.

“Manusia dengan segala relasinya tidak dapat sepenuhnya dibentuk secara instrumental serta digantikan oleh teknologi digital, AI, dan alat mesin lainnya karena kedudukannya sebagai insan ciptaan Tuhan yang terbaik (fi ahsan at-taqwim) dan khalifah di muka bumi (khalifat fi al-ardl) yang melekat dengan sunatullah kehidupan,” tutur Haedar.

Terakhir, Haedar berpesan bahwa pers sebagai media massa sejatinya merupakan media kebudayaan yang berbasis dan berorientasi pada pengembangan sistem pengetahuan kolektif manusia dalam kehidupan bersama, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan antarbangsa.

Karenanya pers nasional mesti menjaga nilai dan pengetahuan adiluhung tentang kebenaran, kebaikan, dan etika kehidupan yang utama. Pers bukan media yang menjadi alat pragmatis semata, apalagi menjadi alat kepentingan politik dan ekonomi yang tidak sejalan dengan kepentingan luhur kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan berkehidupan di ranah global. Manusia dan bangsa tidak hanya memerlukan kebenaran, kebaikan, dan keutamaan hidup secara profan belaka tetapi juga dimensi yang sakral dan transenden sebagaimana diajarkan agama-agama.

“Apalagi bila kebenaran yang disajikan bersifat parsial dan memuat kepentingan-kepentingan pragmatis tertentu. Manusia memerlukan nilai-nilai luhur kehidupan yang bersifat Ilahiah yang niscaya dihormati dalam sistem kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan ranah kemanusiaan universal,” tutup Haedar. (Nur)

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pola Rekayasa dan Urai Cepat  Petugas Polres Klaten Mampu Atasi Lonjakan Kendaraan Saat Operasi Ketupat Candi 2026

    Pola Rekayasa dan Urai Cepat Petugas Polres Klaten Mampu Atasi Lonjakan Kendaraan Saat Operasi Ketupat Candi 2026

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah Kabupaten Klaten menunjukkan dinamika arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat yang cukup signifikan selama sepekan terakhir. Dengan pola rekayasa dan ketangguhan tim urai petugas Polres Klaten mampu meelwati lonjakan arus mudik dan balik lebaran 2026. Informasi yang dihimpun sieradmumedia  dari Posko Induk Polres Klaten, dalam […]

  • Ribuan Pendukung Luthfi-Yasin Ikuti Senam Sehat di Jogonalan, Kami Butuh Yang Siap Ngopeni Rakyat Jateng

    Ribuan Pendukung Luthfi-Yasin Ikuti Senam Sehat di Jogonalan, Kami Butuh Yang Siap Ngopeni Rakyat Jateng

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 601
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Ribuan orang mengikuti acara  senam sehat yang digelar oleh relawan pendukung pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi – Taj Yasin di  Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah, Jum’at (25/10/2024) sore. Dengan mengenakan kostum bergambar Cagub-Cawagub, Luthfi – Yasin peserta yang mayoritas emak-emak ini nampak antusias mengikuti […]

  • Anniversary ke-41, RSUCH Klaten Terus Tingkatkan Integritas dan Pelayanan Berkualitas

    Anniversary ke-41, RSUCH Klaten Terus Tingkatkan Integritas dan Pelayanan Berkualitas

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 716
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Puncak Anniversary ke-41 Rumah Sakit Umum Cakra Husada (RSUCH) Klaten hari ini (23/2/2025) berlangsung meriah. PT Wasaida Putra Cakra  sebagai holding yang membawahi rumah sakit tersebut menargetkan dapat melenggang ke Bursa Efek Indonesia. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSU Cakra Husada Klaten, dr. Surawijaya Bakhtiar Kaslam, M.Sc., Sp.PK mengatakan, puncak perayaan anniversary […]

  • H-4 Lebaran, Kondisi Gerbang Tol Kalikangkung Semarang Ramai Lancar

    H-4 Lebaran, Kondisi Gerbang Tol Kalikangkung Semarang Ramai Lancar

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 542
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Semarang – Memasuki H-4 Lebaran, peningkatan jumlah kendaraan yang melintas di Kondisi arus lalu lintas di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, meski demikian kondisi masih lancar belum terjadi kemacetan. Berdasarkan pantauan reporter sieradmumedia Taufiq Fachrudin, pada pukul 14.00 memang terjadi antrian kendaraan dari arah Jakarta yang akan melalui Gerbang Tol Kalikangkung Semarang. Terlihat […]

  • KARIMA Ramadhan 02, Ketua PDM Klaten Uraikan Konsep Ideolgis Hasil Muktamar ke-48

    KARIMA Ramadhan 02, Ketua PDM Klaten Uraikan Konsep Ideolgis Hasil Muktamar ke-48

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 830
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Islam Berkemajuan dikembangkan Muhammadiyah atas dasar keyakinan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kemajuan dalam semua aspek kehidupan. Sebagai organisasi yang berdasarkan Islam, Muhammadiyah dan seluruh warganya, terutama para pemimpin, memiliki tanggung jawab untuk senantiasa menguatkan nilai-nilai kemajuan itu dalam pemahaman agama dan perwujudannya dalam kehidupan pribadi, berorganisasi, bermasyarakat, berbangsa, dan berkemanusiaan […]

  • Libatkan Para Penyuluh, Gerakan Indonesia ASRI Akan Dilakukan Jajaran Kemenag Klaten

    Libatkan Para Penyuluh, Gerakan Indonesia ASRI Akan Dilakukan Jajaran Kemenag Klaten

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten mendorong para penyuluh agama islam (PAI) terus memberikan dampak kepada masyarakat dalam rangka implementasi pelaksanaan program prioritas Kementrian Agama Republik Indonesia dengan berbagai program yang telah disiapkan Kemenag Klaten. Hal tersebut disampaikan Kepala Kemenag Klaten H. Khumaidin, S.Ag., M.Ag. saat menghadiri Pengajian Rutin Jamaah Majelis […]

expand_less