Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Mencerahkan, Haedar Nashir Sampaikan Refleksi Peringatan Hari Lahir Pancasila

Mencerahkan, Haedar Nashir Sampaikan Refleksi Peringatan Hari Lahir Pancasila

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
  • visibility 499
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa peringatan kelahiran Pancasila setiap 1 Juni  bukanlah sekadar  seremonial.

“Jadikan momentum kelahiran Pancasila sebagai komitmen nilai dan moral kebangsaan untuk merefleksikan kembali jati diri Indonesia sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila,”tegas Haedar pada Ahad (1/6).

Di tengah dinamika zaman, lanjut Haedar, Pancasila harus senantiasa menjadi kompas ideologis dan etika publik dalam kehidupan bernegara. Sebab pada dimensi ini kehidupan bernegara masih memiliki titik lemah.

“Kita harus jujur mengakui korupsi, ketimpangan sosial, penyalahgunaan kekuasaan, dan rendahnya keteladanan moral para elite adalah bentuk-bentuk pengingkaran terhadap Pancasila yang mesti kita koreksi bersama,”jelas Haedar.

Demikian juga penyalahgunaan otoritas dalam pengelolaan sumberdaya alam, kuatnya oligarki politik dan ekonomi, penyelewengan dan politisasi hukum, dan perusakan etika bernegara masih kuat dalam kehidupan bernegara di negeri ini. Praktik kehidupan politik, ekonomi, dan budaya pasca reformasi sangat liberal yang berdampak pada kehidupan yang serba boleh atau pragmatis dan oportunistik seperti politik uang, politik transaksional, premanisme yang dilindungi negara, dan sikap warganegara yang serba permisif.

“Karenanya tantangan terbesar saat ini bukanlah mempertentangkan Pancasila dengan ideologi lain serta terus memproduksi isu radikalisme tanpa fokus dan kejelasan pemikiran. Tetapi bagaimana kita mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila secara otentik dalam realitas sosial, politik, ekonomi, hukum, serta seluruh praktik berbangsa dan bernegara,”imbuh Haedar.

Jika Soekarno menyebutkan Pancasila sebagai philosopische grondslag (dasar filosofis) atau Weltanschauung (pandangan dunia) maka Dasar Negara tersebut harus menjadi fondasi bangunan kehidupan berbangsa dan bernegara secara struktural dan aktual dalam perikehidupan berbangsa bernegara. Artinya, Pancasila harus betul-betul dijadikan nilai penting yang menjiwai dan sekaligus membentuk pemikiran mendasar dalam kehidupan berbangsa dan penyelenggaraan bernegara.

Selain itu membuahkan perilaku nyata para pejabat, aparatur, seluruh elite publik dalam menjalankan pemerintahan negara dari pusat sampai daerah. Termasuk bagi para mantan pejabat negara dan yang sudah purna tugas agar menunjukkan etika luhur dalam berbangsa bernegara sebagai para negarawan berjiwa Pancasila, supaya  tidak tamak kuasa dan digdaya.

Haedar juga menjelaskan bahwa Pancasila lahir dari konsensus luhur para pendiri bangsa dan tokoh-tokoh nasional yang datang dari berbagai latar belakang agama, suku, dan golongan.

“Pancasila hadir dari hasil perenungan dan pemikiran mendalam dalam menghadirkan dasar negara yang inklusif, adil, dan mempersatukan. Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan nilai hidup bersama yang harus dibumikan secara nyata. Karenanya sudah tinggi waktunya untuk menjadikan Pancasila sebagai praktik hidup nyata berbangsa bernegara,”jelas Haedar.

Bagi Muhammadiyah, lanjut Haedar, Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sebaliknya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat sejalan dengan ajaran Islam: Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Sejak awal kemerdekaan hingga kini, Muhammadiyah berkomitmen untuk menerima, menjaga, dan mengamalkan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan berbangsa, melalui dakwah pencerahan, pendidikan, kesehatan, dan aksi sosial kemanusiaan.

“Muhammadiyah mengunci sikap dasar itu dalam dokumen resmi Negara Pancasila Darul Ahdi Wasyahadah,”tegas Haedar.

Haedar juga mengatakan bahwa di tengah situasi global yang kompleks dan penuh tantangan, Pancasila harus hadir sebagai kekuatan pemersatu dan pengarah jalan kemajuan Indonesia dan ranah dunia. Membela Palestina dan mengutuk segala bentuk agresi, genosida, dan penjajahan legal maupun ilegal oleh negara manapun termasuk Zionis Israel adalah manifestasi menjalankan Konstitusi Negara dan Pancasila. Bukan urusan primordialisme agama apalagi wujud politik transaksional antarnegara.

“Sila keempat dalam Pancasila sama pentingnya dalam berbangsa dan bernegara, termasuk dalam berpolitik dan berdemokrasi. Bagaimana nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Menurut sejumlah ahli dan praktik di kehidupan nyata, politik dan demokrasi Indonesia sudah sangat liberal,”papar Haedar.

Para aktor baik institusi maupun elitnya terbiasa pragmatis dan oportunistik, demi meraih dan mewujudkan kepentingannya apa saja dihalalkan, termasuk mengakali konstitusi dan peraturan. Hukum pun disalahgunakan dan disiasati demi kepentingan politik sesaat. Warga bangsa pun terbiasa pragmatis dan oportunistik. Oligarki politik berbaju koalisi pun samar-samar maupun terbuka menjadi hegemoni kekuasaan bernegara. Karenanya politik dan demokrasi Indonesia kehilangan jiwa hikmah-kebijaksanaan, permusyawaratan, dan perwakilan. Di sinilah pentingnya perenungan mendasar, bahwa sistem dan politik demokrasi Indonesia saat ini sejatinya menyalahi atau banyak tidak sejalan dengan Sila Keempat Pancasila.

“Selain itu, kesenjangan sosial dan kemiskinan juga masih menjadi realitas di negeri ini. Sementara oligarki politik dan oligarki ekonomi makin menyatupadu  kehidupan kebangsaan dan kenegaraan di Republik ini. Jelas hal itu tidaklah sejalan dengan Sila Kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” ungkap Haedar.

Kita ingat pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, “Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara semua buat semua, satu buat semua, semua buat satu’.”.

Haedar juga menambahkan bahwa sumberdaya alam harus dimanfaatkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya untuk hajat hidup orang banyak, demi keadilan dan kemakmuran bersama seluruh rakyat Indonesia.

“Karenanya Pancasila jangan terus dislogankan, diteriakkan, disimbolisasikan, dan apalagi dikeramatkan dengan gempita. Pancasila tidak untuk disakralkan dan diglorifikasi dengan paham puritan dan fanatik buta, yang melahirkan pandangan ultranasionalisme, tanpa perwujudan di dunia nyata dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara,”tegas Haedar. Sebaliknya Pancasila juga jangan dinegasikan dengan praktik-praktik kehidupan bernegara yang berubah menjadi serba pragmatis, oportunistik, dan serba liberal.

Demi menjadikan Pancasila terwujud nyata dalam berindonesia, yakni: Berketuhanan Yang Maha Esa; Berperikemanusiaan yang adil dan beradab; Berpersatuan Indonesia; Berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; serta Berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka seluruh pejabat di eksekutif, legislatif, yudikatif, partai politik, dan institusi pemerintahan maupun komponen bangsa lainnya wajib hukumnya ber-Pancasila dalam kehidupan nyata.

“Pancasila akan kehilangan makna jika hanya dijadikan slogan atau simbol tanpa pelaksanaan nyata. Oleh karena itu, Muhammadiyah mengajak seluruh komponen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai inspirasi etika dan aksi kolektif,” tambah Haedar.

Terakhir, Haedar mengajak untuk menjaga dan amalkan Pancasila, bukan hanya dalam pidato, tetapi dalam perilaku dan kebijakan yang menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

“Jangan sampai Pancasila digelorakan menjadi salam tanpa makna dan berhenti menjadi kebanggaan semu dalam kehidupan berbangsa bernegara,”tutup Haedar.

 

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Civitas MBS Klaten Gelar Aksi Peduli Bencana Aceh dan Lainnya, Seluruh Potensi Ponpes Dikerahkan

    Civitas MBS Klaten Gelar Aksi Peduli Bencana Aceh dan Lainnya, Seluruh Potensi Ponpes Dikerahkan

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Pondok Pesantren Muhammadiyah, Muhammadiyah Boarding School (MBS) Klaten  menggelar aksi peduli bencana banjir dan tanah longsor dengan menggalang dana dari seluruh civitas di Ponpes Muhammadiyah setempat. Mudir MBS Klaten menyebut rasa empati dan duka cita yang mendalam serta karakter keislaman yang kuat menggerakkan semangat untuk membangun kepedulian sesama. Kepala MA Muhammadiyah, MBS […]

  • Agil Angga Anggara dan Arsela Nuari Purnama Raih Gelar MPV Kapolri Cup 2024

    Agil Angga Anggara dan Arsela Nuari Purnama Raih Gelar MPV Kapolri Cup 2024

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 883
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Pontianak – Turnamen Bola Voli Kapolri Cup Tahun 2024  secara resmi ditutup Kapolri, Irjen Listyo Sigit Prabowo setelah menghadirkan laga final yang berlangsung di Gor Terpadu A.Yani, Pontianak Kalimantan Barat, Sabtu (12/10/2024). Final di sektor putri membertemukan Tim Kalimantan Barat dengan Tim Jawa Timur  yang dimenangkan Tim Juara Bertahan Kalimantan Barat. Sementara di sektor […]

  • Perkuat Sinergi Dalam Layanan JKN, Dirut BPJS Kesehatan Beraudiensi Dengan Pengelola RSMA di Delanggu

    Perkuat Sinergi Dalam Layanan JKN, Dirut BPJS Kesehatan Beraudiensi Dengan Pengelola RSMA di Delanggu

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Direktur Utama BPJS Kesehatan Republik Indonesia, Mayjen (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp. JP (K), FIHA, M.M.R.S  melakukan audiensi dengan pengelola RS Muhammadiyah Dan Aisyiyah Jawa Tengah dan DIY di Aula RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, Jum’at (29/5/2026). Pertemuan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergitas dalam pengelolaan program jaminan kesehatan nasional. Audiensi […]

  • Tak Hanya Ikut Ikutan Ngetren, Ini Manfaat Pasang Behel Gigi di Klinik GDC

    Tak Hanya Ikut Ikutan Ngetren, Ini Manfaat Pasang Behel Gigi di Klinik GDC

    • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 984
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten Behel gigi atau dalam istilah medis kedokteran gigi disebut prosedur ortodontik adalah prosedur untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak rapi atau posisi rahang yang tidak normal. Setelah dipasang, behel harus digunakan setidaknya selama 1–3 tahun untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. drg. Yogtasa Sekararum Saskianingtyas, Koordinator GDC Klaten Utama menjelaskan, Berdasarkan kondisi gigi pasien, […]

  • Kampung Ramadhan Rindam IV Diponegoro Magelang, Sajikan Kerak Telur Hingga Nasi Kebuli

    Kampung Ramadhan Rindam IV Diponegoro Magelang, Sajikan Kerak Telur Hingga Nasi Kebuli

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 2.412
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Magelang –  Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) IV Diponegoro Kota Magelang menggelar Kampung Ramadhan yang menyajikan beragam kuliner khas berbuka puasa selama bulan suci Ramadhan. Disini pengunjung dapat berburu menu buka mulai dari kerak telur, nasi kebuli hingga makanan tradisional. Kegiatan yang berlangsung sejak awal Ramadhan ini juga memberdayakan  puluhan pelaku usaha kecil menengah […]

  • Tanwir Aisyiyah I, Ini Capaian Kinerja Pimpinan Pusata Dua Tahun Pasca Muktamar ke-48

    Tanwir Aisyiyah I, Ini Capaian Kinerja Pimpinan Pusata Dua Tahun Pasca Muktamar ke-48

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 739
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Jakarta – Dua tahun Pasca Muktamar ‘Aisyiyah ke-48 di Surakarta, ‘Aisyiyah terus bergerak dan menghasilkan capaian-capaian program dakwah pencerahan. Dalam laporan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang disampaikan pada Sidang Tanwir I ‘Aisyiyah, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Tri Hastuti Nur Rochimah menyampaikan perkembangan maupun tantangan yang dihadapi oleh organisasi dalam rangka mewujudkan dakwah berkemajuan (15/01/2025). […]

expand_less