Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Mencerahkan, Haedar Nashir Sampaikan Refleksi Peringatan Hari Lahir Pancasila

Mencerahkan, Haedar Nashir Sampaikan Refleksi Peringatan Hari Lahir Pancasila

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
  • visibility 552
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa peringatan kelahiran Pancasila setiap 1 Juni  bukanlah sekadar  seremonial.

“Jadikan momentum kelahiran Pancasila sebagai komitmen nilai dan moral kebangsaan untuk merefleksikan kembali jati diri Indonesia sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila,”tegas Haedar pada Ahad (1/6).

Di tengah dinamika zaman, lanjut Haedar, Pancasila harus senantiasa menjadi kompas ideologis dan etika publik dalam kehidupan bernegara. Sebab pada dimensi ini kehidupan bernegara masih memiliki titik lemah.

“Kita harus jujur mengakui korupsi, ketimpangan sosial, penyalahgunaan kekuasaan, dan rendahnya keteladanan moral para elite adalah bentuk-bentuk pengingkaran terhadap Pancasila yang mesti kita koreksi bersama,”jelas Haedar.

Demikian juga penyalahgunaan otoritas dalam pengelolaan sumberdaya alam, kuatnya oligarki politik dan ekonomi, penyelewengan dan politisasi hukum, dan perusakan etika bernegara masih kuat dalam kehidupan bernegara di negeri ini. Praktik kehidupan politik, ekonomi, dan budaya pasca reformasi sangat liberal yang berdampak pada kehidupan yang serba boleh atau pragmatis dan oportunistik seperti politik uang, politik transaksional, premanisme yang dilindungi negara, dan sikap warganegara yang serba permisif.

“Karenanya tantangan terbesar saat ini bukanlah mempertentangkan Pancasila dengan ideologi lain serta terus memproduksi isu radikalisme tanpa fokus dan kejelasan pemikiran. Tetapi bagaimana kita mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila secara otentik dalam realitas sosial, politik, ekonomi, hukum, serta seluruh praktik berbangsa dan bernegara,”imbuh Haedar.

Jika Soekarno menyebutkan Pancasila sebagai philosopische grondslag (dasar filosofis) atau Weltanschauung (pandangan dunia) maka Dasar Negara tersebut harus menjadi fondasi bangunan kehidupan berbangsa dan bernegara secara struktural dan aktual dalam perikehidupan berbangsa bernegara. Artinya, Pancasila harus betul-betul dijadikan nilai penting yang menjiwai dan sekaligus membentuk pemikiran mendasar dalam kehidupan berbangsa dan penyelenggaraan bernegara.

Selain itu membuahkan perilaku nyata para pejabat, aparatur, seluruh elite publik dalam menjalankan pemerintahan negara dari pusat sampai daerah. Termasuk bagi para mantan pejabat negara dan yang sudah purna tugas agar menunjukkan etika luhur dalam berbangsa bernegara sebagai para negarawan berjiwa Pancasila, supaya  tidak tamak kuasa dan digdaya.

Haedar juga menjelaskan bahwa Pancasila lahir dari konsensus luhur para pendiri bangsa dan tokoh-tokoh nasional yang datang dari berbagai latar belakang agama, suku, dan golongan.

“Pancasila hadir dari hasil perenungan dan pemikiran mendalam dalam menghadirkan dasar negara yang inklusif, adil, dan mempersatukan. Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan nilai hidup bersama yang harus dibumikan secara nyata. Karenanya sudah tinggi waktunya untuk menjadikan Pancasila sebagai praktik hidup nyata berbangsa bernegara,”jelas Haedar.

Bagi Muhammadiyah, lanjut Haedar, Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sebaliknya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat sejalan dengan ajaran Islam: Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Sejak awal kemerdekaan hingga kini, Muhammadiyah berkomitmen untuk menerima, menjaga, dan mengamalkan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan berbangsa, melalui dakwah pencerahan, pendidikan, kesehatan, dan aksi sosial kemanusiaan.

“Muhammadiyah mengunci sikap dasar itu dalam dokumen resmi Negara Pancasila Darul Ahdi Wasyahadah,”tegas Haedar.

Haedar juga mengatakan bahwa di tengah situasi global yang kompleks dan penuh tantangan, Pancasila harus hadir sebagai kekuatan pemersatu dan pengarah jalan kemajuan Indonesia dan ranah dunia. Membela Palestina dan mengutuk segala bentuk agresi, genosida, dan penjajahan legal maupun ilegal oleh negara manapun termasuk Zionis Israel adalah manifestasi menjalankan Konstitusi Negara dan Pancasila. Bukan urusan primordialisme agama apalagi wujud politik transaksional antarnegara.

“Sila keempat dalam Pancasila sama pentingnya dalam berbangsa dan bernegara, termasuk dalam berpolitik dan berdemokrasi. Bagaimana nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Menurut sejumlah ahli dan praktik di kehidupan nyata, politik dan demokrasi Indonesia sudah sangat liberal,”papar Haedar.

Para aktor baik institusi maupun elitnya terbiasa pragmatis dan oportunistik, demi meraih dan mewujudkan kepentingannya apa saja dihalalkan, termasuk mengakali konstitusi dan peraturan. Hukum pun disalahgunakan dan disiasati demi kepentingan politik sesaat. Warga bangsa pun terbiasa pragmatis dan oportunistik. Oligarki politik berbaju koalisi pun samar-samar maupun terbuka menjadi hegemoni kekuasaan bernegara. Karenanya politik dan demokrasi Indonesia kehilangan jiwa hikmah-kebijaksanaan, permusyawaratan, dan perwakilan. Di sinilah pentingnya perenungan mendasar, bahwa sistem dan politik demokrasi Indonesia saat ini sejatinya menyalahi atau banyak tidak sejalan dengan Sila Keempat Pancasila.

“Selain itu, kesenjangan sosial dan kemiskinan juga masih menjadi realitas di negeri ini. Sementara oligarki politik dan oligarki ekonomi makin menyatupadu  kehidupan kebangsaan dan kenegaraan di Republik ini. Jelas hal itu tidaklah sejalan dengan Sila Kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” ungkap Haedar.

Kita ingat pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, “Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara semua buat semua, satu buat semua, semua buat satu’.”.

Haedar juga menambahkan bahwa sumberdaya alam harus dimanfaatkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya untuk hajat hidup orang banyak, demi keadilan dan kemakmuran bersama seluruh rakyat Indonesia.

“Karenanya Pancasila jangan terus dislogankan, diteriakkan, disimbolisasikan, dan apalagi dikeramatkan dengan gempita. Pancasila tidak untuk disakralkan dan diglorifikasi dengan paham puritan dan fanatik buta, yang melahirkan pandangan ultranasionalisme, tanpa perwujudan di dunia nyata dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara,”tegas Haedar. Sebaliknya Pancasila juga jangan dinegasikan dengan praktik-praktik kehidupan bernegara yang berubah menjadi serba pragmatis, oportunistik, dan serba liberal.

Demi menjadikan Pancasila terwujud nyata dalam berindonesia, yakni: Berketuhanan Yang Maha Esa; Berperikemanusiaan yang adil dan beradab; Berpersatuan Indonesia; Berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; serta Berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka seluruh pejabat di eksekutif, legislatif, yudikatif, partai politik, dan institusi pemerintahan maupun komponen bangsa lainnya wajib hukumnya ber-Pancasila dalam kehidupan nyata.

“Pancasila akan kehilangan makna jika hanya dijadikan slogan atau simbol tanpa pelaksanaan nyata. Oleh karena itu, Muhammadiyah mengajak seluruh komponen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai inspirasi etika dan aksi kolektif,” tambah Haedar.

Terakhir, Haedar mengajak untuk menjaga dan amalkan Pancasila, bukan hanya dalam pidato, tetapi dalam perilaku dan kebijakan yang menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

“Jangan sampai Pancasila digelorakan menjadi salam tanpa makna dan berhenti menjadi kebanggaan semu dalam kehidupan berbangsa bernegara,”tutup Haedar.

 

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nicht jedweder Spieler schafft dies, selbige dahinter gerecht werden und wahrlich die Ausschuttung nach erhalten

    Nicht jedweder Spieler schafft dies, selbige dahinter gerecht werden und wahrlich die Ausschuttung nach erhalten

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Chancenlos sein Meise ferner das geeigneten Kalkul kannst du aus 50 Freispielen 80� (Viking Fortune) & selber 160$ (BC Computerspiel) herausholen � rundum fur nusse! Respons willst niemals doch geben, zugunsten deine Gewinnchancen maximieren? Welches verhindert, sic du versuchst, nachfolgende Bedingungen uber wenigen High-Risk-Spins hinten abschlie?en, weiters sorgt zu handen faireres Spielen. Viking Bundle setzt […]

  • How to Evaluate an Unfamiliar Website

    How to Evaluate an Unfamiliar Website

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 152
    • 0Komentar

    The internet makes it easy to find information, services, and commentary within seconds. It also makes it easy to encounter pages with unclear ownership, unsupported claims, or misleading design. A careful reader does not need to distrust every website, but should develop a consistent method for judging what a page can reliably provide. Start with […]

  • Bank Sampah, jadi Solusi Pengurangan Sampah di Desa Trirejo

    Bank Sampah, jadi Solusi Pengurangan Sampah di Desa Trirejo

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 1.809
    • 0Komentar

    Sampah tidak hanya menjadi persoalan bagi warga masyarakat di kota besar, namun sampah juga menjadi persoalan bagi desa dengan jumlah warga yang banyak. Produksi sampah rumah tangga yang tinggi akan menjadi masalah besar apabila tidak mendapat penanganan yang benar. Pencemaran yang diakibatkan oleh sampah akan mengganggu lingkungan dan kesehatan warga. Banyak jenis pengelolaan sampah yang […]

  • Ditanya Seberapa Penting Peran Empat Pilar Dalam Pembangunan, Begini Jawaban GM Totok Hedi Santoso

    Ditanya Seberapa Penting Peran Empat Pilar Dalam Pembangunan, Begini Jawaban GM Totok Hedi Santoso

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 746
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Sleman – Anggota MPR-RI , GM Totok Hedi Santoso dari Daerah Pemilihan Yogyakarta hadir sebagai nara sumber dalam  sosialisasi empat pilar  Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di Ruang Pertemuan Akademi Bahagia, RT 04, RW 22 Ngebo, Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman. Kegiatan yang dilaksanakan Omah Srawung Punokawan, Daerah Istimewa […]

  • Lepas 379 Wisudawan, Rektor Unwidha Ungkap Kesiapan Take Off  Pencapaian Akreditasi Unggul Perguruan Tinggi

    Lepas 379 Wisudawan, Rektor Unwidha Ungkap Kesiapan Take Off Pencapaian Akreditasi Unggul Perguruan Tinggi

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klatean – Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten mewisuda 379 wisudawan/wisudawati angkatan ke-78 di kampus setempat, Sabtu (29/8/2026). Kampus juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan program magister  sebagai bentuk apresiasi dan sampaikan kesiapan meraih akreditasi unggul APT. Wisuda dipimpin, Rektor Unwidha Prof Dr Triyono M Pd, didampingi para Pembantu Rektor, Ketua Yayasan Pendidikan […]

  • Proliga 2026, Fahri Septian dan Rekan Gagal Masuk Final Four, Sektor Putri Tersisa Dua Slot

    Proliga 2026, Fahri Septian dan Rekan Gagal Masuk Final Four, Sektor Putri Tersisa Dua Slot

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Bojonegoro – Kemenangan telak yang didapatkan Surabaya Samator pada laga putaran kedua seri Bojonegoro, melawan Medan Falcon Tirta Bagasasi sekaligus memutus harapan Fahri Septian dan kawan-kawan melaju ke Final Four Proliga 2026. Sementara tiga tim voli putri masih berebut dua tiket menuju Final Four menyusul Jakarta Pertamina Enduro (JPE) dan Gresik Phonska Pupuk Indonesia. […]

expand_less