Manasik Haji Bersama Terintegrasi, Iskak Sulistya Sampaikan Skema Pelaksanaan Ibadah Gelombang 2
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- visibility 175
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Sebanyak 1.115 Calon Jamaah Haji Kabupaten Klaten akan diberangkatkan pada Gelombang dua dari PPIH Embarkasi Adi Sumarmo Solo pada musim haji 1447 Hijriyah. Dalam pelaksanaan manasik bersama terintegrasi para calhaj menerima materi terkait skema pelaksanaan haji gelombang dua.
Dalam paparannya H. Iskak Sulistyo mengatakan bahwa jamaah haji gelombang 2, usai mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, mereka langsung bertolak menuju Makkah untuk melaksanakan umroh wajib (umroh qudum) dengan berpakaian ihram sejak dari embarkasi atau di pesawat. Selanjutnya Mekah selanjutnya melaksanakan kegiatan ibadah haji di armina dan Makkah dan kemudian ke Madina selama 9 hari dan pulang kembali ke tanah air.
“Jamaah haji setelah sampai di Mekkah mendahulukan ibadah umroh sebelum persiapan puncak haji, kemudian akan bergeser ke Madinah setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai. Fase kedatangan gelombang II kata Iskak biasanya bertujuan mempercepat kedatangan jamaah langsung ke pusat ibadah di Makkah sebelum puncak haji.
Menurut Iskak Sulistyo jamaah Haji dibagi dalam 2 gelombang salah satu tujuannya agar pemondokan jamaah Haji Indonesia tidak begitu jauh dari masjid, baik Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi begitu juga soal pengaturan transportasi.
“Rangkaian perjalanan haji gelombang kedua akan dimulai asrama Haji embarkasi Donohudan, disini para calhaj akan dilakukan pemeriksaan kesehatan terakhir, jika lolos maka para jamaah akan menerima Paspor haji dan menerima gelang identitas yang harus dipakai selama berada di tanah suci, menerima uang living cost”.ucapnya di Graha Bung Karno, Kelurahan Buntalan, Rabu (11/2/2026).
Dijelaskan, Setelah terbang dan sampai di bandara King Abdul Azis Jeddah calon jamaah haji juga tidak lagi dilakukan pemeriksaan dokumen dan kesehatan saat di Terminal Kedatangan Bandara King Abdul azis International Airport (KAAIA) Jeddah, jamaah haji bergerak menuju Mekkah yakni menuju Hotel yang sudah ditentukan.
“Sembari menunggu puncak haji para calhaj di Masjidil Haram akan melaksanakan Umroh yaitu thawaf , sai , dan tahalul, Sambiil menunggu tanggal 8 Dzulhijjah untuk persiapan wukuf, maka boleh saja jamaah haji melaksanakan ziarah di sekitar kota Mekah dan sekitarnya,”,jelasnya.
Lebih lanjut menurut Iskak, Memasuki 8 Dzulhijjah nanti para jamaah calon haji telah siap bergerak menuju Arafah, Muzdalifah dan Mina atau dari Mekkah ke Mina terus Arofah, Muzdalifah dan ke Mina bagi yang melaksanakan tarwiyah.
“Setelah menjalani puncak haji di Armuzna maka jamaah Haji akan diberangkatkan menuju Madinah dan akan berdiam selama 8 hari untuk melaksanakan arbain dan kunjungan ke tempat tempat bersejarah , setelah itu menunggu waktu pemulangan ke tanah air”,pungkasnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
