Sholat Idul Fitri di Taman Lampion Klaten Dihadiri Ribuah Jamaah, FKTRM Serukan Harmonisasi Ditengah Perbedaan Penetapan 1 Syawal
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
- visibility 482
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Prof. Dr. Ir. H. Sardjito, Ph.D mengatakan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan titik balik untuk meningkatkan kualitas diri setelah sebulan penuh ditempa di bulan Ramadan.
Hal itu disampaikan Sardjito saat menyampaikan khutbah sholat Idul Fitri di Taman Lampion Klaten, Jumat ( 20/3/2026 ) yang diselenggarakan FKTRM Barenglor dan sekitarnya dan dihadiri ribuan umat Islam di Klaten.
“Idul Fitri adalah momen refleksi bahwa umur yang bertambah seharusnya berbanding lurus dengan kematangan iman dan kualitas amal. Setiap waktu yang tersisa digunakan untuk menebar kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah.” katanya.
Dikatakan dengan Idul Fitri berarti kembali suci artinya bertekad tidak mengulangi kesalahan masa lalu.
“Ini adalah momen untuk memohon ampunan secara tulus, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas ibadah agar dosa-dosa diampuni.” ujarnya.
Menurutnya seksma bulan Ramadhan telah mengajarkan kesabaran dalam menahan nafsu. Idul Fitri menandai kelanjutan kesabaran tersebut dalam menghadapi ujian kehidupan sehari-hari, serta teguh dalam beribadah dan menjauhi maksiat.
“Semoga di Hari Raya 1447 H / 2026 M ini, kita semua mampu mempertahankan semangat ibadah Ramadan dan menjadi pribadi yang lebih baik.” kata Sardjito.
Idul Fitri menurutnya juga memiliki peran sentral dalam menguatkan kehidupan keluarga di dunia melalui berbagai dimensi, mulai dari hubungan emosional hingga spiritual.
“Momen ini bukan sekadar perayaan, melainkan titik balik untuk mempererat ikatan dan membangun ketahanan keluarga.
“Idul Fitri adalah momen utama untuk mempererat persaudaraan dan merajut kembali kebersamaan. Anjuran untuk saling mengunjungi dan bermaaf-maafan memungkinkan keluarga memperbaiki hubungan yang sempat renggang.” terangnya.
Lebaran kata Sardjito juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan fungsi keluarga, khususnya kedekatan orang tua dengan anak-anak melalui berbagai kegiatan bersama.
“Silaturahmi yang terbangun saat Idul Fitri diyakini menjadi landasan dalam membangun ketahanan keluarga yang kuat dan islami.” pungkasnya.

Ketua Forum Kerukunan Takmir Masjid Mushola (FKTRM) Barenglor, H. Sudarwanto mengatakan ditengah adanya perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 H, FKTRM memberikan pelayanan kepada ummat islam yang hari ini melaksanakan sholat Ied, namun demikian FKTRM juga menghormati keputusan pemerintah yang menetapkan 1 Syawal pada 21 Maret 2026 besok.
“Kami tetap menghormati keputusan pemerintah dan FKTRM mengajak kepada seluruh umat untuk tetap saling menghargai, menciptakan harmonisasi untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah ditengah perbedaan ini”,ujarnya. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
