Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Dampak Perbedaan Penetapan, Maarif Isntitute Mengutuk Pelarangan Penghadangan Sholat Ied Warga Muhammadiyah

Dampak Perbedaan Penetapan, Maarif Isntitute Mengutuk Pelarangan Penghadangan Sholat Ied Warga Muhammadiyah

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
  • visibility 282
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sieradmu.com Jakarta – MAARIF Institute memandang serangkaian tindakan pelarangan dan penghadangan Sholat Idul Fitri 1447 H terhadap warga Muhammadiyah di berbagai daerah sebagai peristiwa yang secara serius mengancam sendi-sendi kehidupan berbangsa karena kejadian ini berulang dari tahun ke tahun dan kini menyasar kelompok Islam terbesar kedua di Indonesia

Fakta-fakta di berbagai daerah di Indonesia menunjukkan situasi yang memprihatinkan. Di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, jemaah Muhammadiyah dicegat dan dipaksa membubarkan diri saat hendak menunaikan ibadah di Masjid Nurul Tajdid, yang merupakan aset resmi Muhammadiyah berdasarkan Akta Ikrar Wakaf.

Di Sukabumi, pemerintah kota menolak memberikan izin penggunaan Lapangan Merdeka sebagai fasilitas publik untuk sholat Ied dengan alasan harus selaras dengan hasil sidang isbat pemerintah pusat. Di Kedung Winong, Sukoharjo, pelarangan oleh kepala desa terhadap pelaksanaan sholat Ied warga Muhammadiyah bukan sekadar persoalan administratif lokal, melainkan menyangkut komitmen terhadap kebebasan beragama sebagaimana dijamin oleh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Situasi ini semakin diperkeruh oleh pernyataan Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, yang menyatakan bahwa penetapan Idul Fitri di luar keputusan pemerintah dinilai haram demi menjaga persatuan. Pernyataan teologis-politis semacam ini, meskipun mungkin dimaksudkan untuk mempererat umat, dalam praktiknya berpotensi menjadi pembenaran bagi tindakan persekusi di lapangan.

MAARIF Institute menegaskan bahwa persekusi atas nama agama kini tidak lagi hanya menimpa kelompok minoritas seperti Ahmadiyah, Syiah, Kristen, Katolik, dan penganut kepercayaan lainnya, tetapi juga telah merambah ke keluarga besar Muhammadiyah sebagai representasi kekuatan Islam wasathiyah yang memiliki akar sejarah dan basis massa yang sangat luas di tanah air. Ini adalah alarm keras: jika organisasi sebesar ini pun bisa dipersekusi, maka tidak ada satu pun warga negara yang benar-benar terlindungi.

Berdasarkan perspektif MAARIF Institute yaitu: Keislaman, Keindonesiaan dan Kemanusiaan, MAARIF Institute menegaskan, Pertama, pilar Keislaman, Islam sejak awal tumbuh dalam tradisi ijtihad yang kaya dan beragam. Perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah antara metode hisab wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah dan metode rukyatul hilal yang diacu pemerintah merupakan perbedaan furuiyyah (cabang) dalam fikih yang telah diakui keabsahannya oleh para ulama lintas mazhab selama berabad-abad. Menjadikan satu metode sebagai satu-satunya kebenaran yang sah, terlebih dengan menggunakan kekuasaan negara untuk menekan yang lain, adalah bentuk reduksi terhadap kekayaan khazanah keilmuan Islam. Kemajemukan ijtihad seharusnya dirayakan sebagai rahmat, bukan diperlakukan sebagai penyimpangan.

Kedua, pilar Keindonesiaan,Negara Pancasila adalah negara yang netral dan non-sektarian: bukan negara agama dan bukan pula negara yang anti-agama. Negara berkewajiban memfasilitasi warga dalam menjalankan ibadahnya, bukan mengintervensi wilayah keyakinan internal. Ketika pemerintah daerah menjadikan penetapan 1 Syawal versi pemerintah sebagai syarat penggunaan fasilitas publik, negara secara tidak langsung telah mengubah satu pandangan keagamaan menjadi hukum positif. Hal ini berpotensi melahirkan favoritisme terhadap satu mazhab dan mendiskriminasi yang lain, serta bertentangan dengan prinsip dasar Pancasila.

Ketiga, pilar Kemanusiaan, Hak beribadah adalah hak asasi manusia yang paling mendasar dan tidak dapat diganggu gugat. Kebebasan beragama merupakan hak setiap bangsa, yaitu hak yang tidak dapat dikurangi dalam kondisi apa pun, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2) UUD 1945. Ketika aparatur negara mulai dari kepala desa hingga Wali kota justru membatasi hak ini, maka negara telah berpaling dari mandat dasarnya sebagai pelindung martabat warga. Tindakan aparat yang meminta warga Muhammadiyah membubarkan diri, alih-alih melindungi, merupakan preseden buruk yang tidak dapat ditoleransi.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, MAARIF Institute menyatakan, Mengutuk keras setiap bentuk pelarangan, penghadangan, dan persekusi terhadap pelaksanaan sholat Idul Fitri warga Muhammadiyah (maupun pemeluk agama dan keyakinan lain) sebagai tindakan yang bertentangan dengan konstitusi, prinsip kemanusiaan, dan nilai-nilai keadaban bangsa.

Mendesak seluruh aparatur pemerintah, dari pusat hingga desa, untuk memahami dan menjalankan kewajibannya sebagai penegak keadilan: tidak hanya tidak menghalangi, tetapi juga secara aktif memastikan setiap warga dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan bermartabat.

Menegaskan bahwa fasilitas publik (lapangan, alun-alun, dan ruang terbuka) adalah milik seluruh warga negara tanpa diskriminasi, termasuk terkait perbedaan penetapan hari raya. Penolakan akses atas dasar perbedaan tersebut merupakan tindakan diskriminatif dan inkonstitusional.

Mengingatkan para pejabat publik bahwa kebijakan atau pernyataan yang secara de facto menjadikan satu pandangan mazhab sebagai standar hukum positif adalah pelanggaran terhadap prinsip netralitas negara Pancasila serta berpotensi merusak kohesi sosial dan kepercayaan publik.

 

Mengajak masyarakat sipil, lembaga keagamaan, akademisi, dan media untuk bersikap tegas, perbedaan metode ijtihad dalam penentuan hari raya adalah keragaman yang sah dan harus dilindungi, bukan dijadikan legitimasi persekusi.

Mendorong pemerintah, swasta dan masyarakat umum untuk membangun mekanisme peribadatan yang jelas, dan adil terutama memfasilitasi pelaksanaan hari raya ketika terjadi perbedaan penetapan, agar konflik serupa tidak terus berulang dan merusak kerukunan.

MAARIF Institute meyakini bahwa kebesaran sebuah bangsa diukur dari kemampuannya merawat keragaman di tengah perbedaan. Indonesia yang berkeadaban adalah Indonesia di mana setiap orang, baik dari kelompok mayoritas maupun minoritas, dapat menunaikan ibadah tanpa rasa takut, tanpa penghadangan, dan tanpa diskriminasi. Itulah makna sejati Pancasila: bukan keseragaman, melainkan persaudaraan yang berlandaskan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lazismu Cabang Ngawen Tasarufkan 35 Juta Lebih Infaq Muharram Ceria, Ini Sasarannya

    Lazismu Cabang Ngawen Tasarufkan 35 Juta Lebih Infaq Muharram Ceria, Ini Sasarannya

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klatenm – Lazismu Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngawen mentasarufkan infaq Muharram Ceria bersamaan pelaksanaan Pengajian Tri Wulan di MI Muhammadiyah Pepe. Kecamatan Ngawen, Ahad (27/7/2025). Kegiatan ini berlangsung  dengan penuh hikmat, diikuti oleh Ratusan Jamaah Warga Muhammadiyah yang merupakan perwakilan dari Ortom, AUM PCM Ngawen. Ketua LAZISMU Ngawen, Haris Mahmud mengatakan, pentasarufan kali ini berasal […]

  • PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN  SISWA DI SD

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DI SD

    • calendar_month Sabtu, 17 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 3.340
    • 0Komentar

    Pengembangan bahan pengajaran IPA tidak semata-mata hanya tertera pada sumber buku atau sumber cetak saja.Dalam pengembangan bahan ajar tersebut pada umumnya memiliki acuan yakni keterampilan,pengetahuan dan afektif. Bahan ajar yang meliputi media cetak juga dapat memanfaatkan adanya fasilitas yang ada pada sekolah yakni perpustakaan,perpustakaan itu sendiri memiliki beberapa media cetak dalam bentuk buku,pamfllet dll.Lalu jika […]

  • Bertemu Konstituen Jelang Pilkada, Kadarwati : Saya Harus Tahu Perkembangan dan Apa Yang Mereka Inginkan

    Bertemu Konstituen Jelang Pilkada, Kadarwati : Saya Harus Tahu Perkembangan dan Apa Yang Mereka Inginkan

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 874
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj Kadarwati kembali melaksanakan kegiatan serap aspirasi di daerah pemilihannya memasuki masa jeda sidang atau reses tahun 2024 di gedung Serbaguna Desa Wanglu, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (21/11/2024). Dalam pelaksanaan serap aspirasi kali ini, Kadarwati mengumpulkan para pendukung dan relawan setia kadarwati dan para […]

  • Ditutup Wakil Rektor Unwidha, Mahasiswa Baru Akui, PKKMB 2026  Inspiratif dan Menggembirakan

    Ditutup Wakil Rektor Unwidha, Mahasiswa Baru Akui, PKKMB 2026 Inspiratif dan Menggembirakan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Widya Dharma (Unwidha)  Klaten  2026 resmi berakhir pada Kamis, 17 September 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda bahwa mahasiswa baru (Maba) telah menuntaskan tahapan awal untuk memasuki kehidupan akademik dan kemahasiswaan di Unwidha. Penutupan berlangsung meriah dan penuh semangat, nampak hadir Wakil Rektor III […]

  • Bertabur Prestasi, MIM Gading I Dicalonkan Sebagai Madrasah Unggulan Nasional PP Muhammadiyah

    Bertabur Prestasi, MIM Gading I Dicalonkan Sebagai Madrasah Unggulan Nasional PP Muhammadiyah

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 3.211
    • 0Komentar

    sieradmu.com Klaten – Kabar menggembirakan datang dari Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Gading I, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten. Amal Usaha Muhammadiyah Ranting Gading tersebut dicalonkan sebagai sekolah unggulan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Berdasarkan hasil assessment sebaran tiap provinsi Sekolah/Madrasah Muhammadiyah dari SD/MI sampai SMA/SMK yang masuk kriteria unggulan, sebanyak 474 sekolah/madrasah. Kepala MIM Gading I, […]

  • Scopri i segreti dei Migliori Siti Slot Online 2026: bonus, giochi e sicurezza

    Scopri i segreti dei Migliori Siti Slot Online 2026: bonus, giochi e sicurezza

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Con l’aumento della popolarità dei casinò online, i giocatori cercano sempre più luoghi affidabili per divertirsi con le slot. Nel 2026, il panorama dei siti di slot online è ricco di opzioni legali e sicure, dove si possono trovare siti slot online sicuri bonus esclusivi e una vasta selezione di giochi. In questo articolo, esploreremo […]

expand_less