Sieradmu.com Klaten – Sebanyak 21 kontingen tampil menawan dengan mengenakan lurik dari berbagai konsep dan filosofi dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-221 Klaten. Melalui ajang KLaten Lurik Carnival Night 2025 ini Bupati Klaten berkomitmen dalam pengembangan industri lurik, baik dari sisi produksi maupun pemasaran.

Meskipun digelar malam hari geliat warga Klaten tetap terlihat memadati sepanjang rute yang dilewati para peserta. Mereka berasal dari instansi pemerintah, rumah sakit, pelaku usaha, pelajar, desainer, dan komunitas seni, seperti RSUD Bagas Waras, Bank Jateng, Danone Grup, Fadeska, Omah Wayang, serta dari berbagai pelajar SMK dan SMA di Klaten.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan, event ini KMengusung tema “Hangesti Tedjaning Jati”, Klaten Lurik Night Carnival 2025 hadir sebagai terobosan baru karena untuk pertama kalinya diselenggarakan pada malam hari. Menciptakan suasana yang lebih megah, artistik, dan meriah dengan kilau lurik di malam hari.

“Hari ini kami membuat terobosan baru, kita bikin Klaten Lurik Carnival versi malam hari alhamdulillah luar biasa. Sehingga kita bisa lebih menghargai para peserta, kita siapkan panggung, lighting, sehingga bisa perform dengan maksimal. Dan alhamdulillah warga masyarakat juga senang,” Kata Bupati Klaten.

Menuurtnya,  Pemkab Klaten akan terus mendukung pengembangan industri lurik, baik dari sisi produksi maupun pemasaran. Dalam hal promosi, Pemkab Klaten juga akan menjalin kerja sama Sister City yang akan turut mendorong promosi lurik ke kancah global.

“Harapan kita bersama, kita dari pemkab, kita support full mulai dari industrinya sampai dengan juga marketingnya sehingga ke depan lurik semakin banyak dinikmati dan diketahui oleh warga masyarakat luas,” imbuhnya.

Hamenang menyebut, Klaten Lurik Night Carnival bukan sekadar pawai busana, melainkan simbol komitmen daerah dalam memajukan budaya yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

“Klaten Lurik Night Carnival 2025 membuktikan bahwa ketika seni, budaya, dan inovasi bersatu, kebanggaan lokal dapat bersinar hingga tingkat dunia menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan tradisi daerahnya”,pungkas Hamenang. (nur)