Sieradmu.com Kulon Progo – GM.Totok Hedi Santosa, Anggota MPR-RI, A-212 Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi nara sumber utama dalam SosialisasiĀ 4 PilarĀ yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di ruang pertemuan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kulon Progo, Kamis (31/7/2025).
Dalam kegiatan yang diikuti tak kurang dari 150 peserta tersebut, GM. Totok masih menyampaikan seputar keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.
āIndonesia memiliki keanekaragaman budaya yang kaya dan unik, yang menjadi salah satu aset terbesar bangsa. Keberagaman ini terlihat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bahasa, suku bangsa, agama, adat istiadat, seni, dan budaya. Keragaman ini muncul dari kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan, serta sejarah panjang interaksi dengan berbagai bangsaā,katanya.

Dijelaskan, melalui keanekaragaman budaya inilah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu”, berperan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah keragaman budayanya. Semboyan ini menjadi dasar untuk menghargai perbedaan, membangun toleransi, dan memperkuat identitas nasional.
āPeran penting Bhineka Tunggal Ika ini adalah mengajarkan seluruh warga negara Indonesia bagaimana menghargai perbedaan, membangun toleransi serta memperkuat identitas nasionalā,jelasnya.
GM.Totok Hedi Santosa menyebut, Bhineka Tunggal ika juga berperan penting dalam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Semboyan ini menjadi dasar untuk menyatukan berbagai perbedaan suku, agama, ras, dan budaya yang ada di Indonesia, serta mendorong terciptanya kerukunan dan harmoni dalam keberagaman.
āKeberadaannya menjadi pemersatu bangsa, sebagai dasar persatuan, penguat identitas nasional pencegahan konflik pendorong kehidupan bersama dan menciptakan harmoni dalam berkehidupan berbangsa ditengah keragaman yang ada di negara kitaā,ucapnya.
Melalui sosialisasi ini GM Totok berharap pemerintah perlu mengambil langkah konkrit dalam mengimplementasikan nilai Bhineka Tunggal Ika melalui berbagai kebijakan yang mendukung pengembangan budaya. Di dunia pendidikan juga perlu memperkuat pendidikan multikulturisme dalam kurikulum pendidikan formal. Ā (Nur)




























