Kunjungan Majelis Dikdasmen PNF PWM Jateng di Klaten, Salah Satunya Bahas Nasib MIM Mayungan
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
- visibility 287
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
sieradmu.com Klaten – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah melakukan safari kunjungan pendidikan ke Kabupaten Klaten pada Selasa (4/11/2025).
Rombongan terdiri atas Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah, Rahmad Suprapto, Bendahara H. Martono, serta Koordinator Kesiswaan dan Tendik, Prof. Beny Ridwan. Dari Majelis Dikdasmen FNF PDM Klaten, hadir Drs. H. Ngadi dan H. Sumarna, M.A.
Kunjungan pertama dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Klatenuntuk melakukan monitoring terhadap pemanfaatan sarana dan prasarana bantuan dari Kementerian Pendidikan Nasional. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan serta menunjang proses pembelajaran yang adaptif di era digital.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara, Rahmad Suprapto selaku Sekretaris Majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah mengapresiasi perkembangan sekolah tersebut yang sebelumnya sempat vakum, namun berhasil bangkit melalui proses rebranding dengan nama “Plus” hingga meraih akreditasi A dan kembali diminati masyarakat.

Kegiatan berlanjut dengan forum konsultasi pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan yang dilaksanakan di MIM Mayungan, Kecamatan Ngawen. Forum ini dipandu oleh Sudarwanto yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pengembangan AUM Pendidikan PCM Ngawen.
Dalam pengantar diskusi, Wakil Ketua PCM Ngawen, Syafii, S.Ag., menjelaskan bahwa di wilayahnya terdapat lima Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) dan satu SMP Muhammadiyah yang membutuhkan perhatian serta pendampingan agar dapat tumbuh dan berkembang.
“Salah satu sekolah yang menjadi perhatian khusus adalah MIM Mayungan, yang telah memperoleh SK Penutupan dari Kanwil Kemenag Jawa Tengah. PCM Ngawen bersama Majelis Dikdasmen PDM Klaten terus berupaya mencari solusi agar sekolah tersebut dapat kembali beroperasi”,katanya.
Dalam forum tersebut, Prof. Beny menyampaikan bahwa terkait SK Penutupan MIM Mayungan, terdapat dua opsi yaitu menyetujui atau menolak keputusan tersebut. Namun, jika terdapat tekad kuat dari PCM dan masyarakat, maka dapat ditempuh upaya peninjauan kembali SK tersebut. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
