Syawalan PCM Ngawen, Kusnadi Ikhwani Uraikan Konsep Menjadikan Ramadhan Sepanjang Tahun
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
- visibility 99
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngawen menggelar pengajian halal bihalal yang diikuti ratusan jamaah di Masjid At-Ta’awun, Kecamatan Ngawen pada Ahad (5/4/2026). Anggota LPCR Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kusnadi Ikhwani menguraikan tentang pentingnya menjaga konsistensi dalam beribadah melalui konsep menjadikan Ramadhan sepanjang tahun.
Ketua PCM Ngawen, Kusdiyanta,dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh jajaran pimpinan cabang, PCA dan Ortom Muhammadiyah lainnya bersinergi dalam memajukan Muhammadiyah, mulai dari pendidikan serta memakmurkan masjid, terutama untuk menjadikan Masjid ta’awun untuk menjadi masjid unggulan.
“Untuk memajukan persyarikatan Muhammadiyah di Ngawen membutuhkan sinergitas, mulai dari pendidikan, ibadahnya sampai pada upaya menjadikan Masjid ini sebagi masjid unggulan di Cabang Ngawen”,katanya.
Dalam pengajian halal bihalal ini PCM Ngawen menghadirkan pembicara Ustadz Kusnadi Ikhwani, Anggota LPCR PP Muhammadiyah sekaligus ketua takmir masjid Al Falah, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang menyampaikan kajian tentang menjadikan Ramadhan sepanjang tahun termasuk didalamnya bagaimana upaya memakmurkan masjid.
“Menjadikan Ramadan Sepanjang Tahun” adalah upaya untuk mempertahankan semangat ibadah, disiplin, dan amal shalih khas Ramadan agar tetap konsisten dilakukan di sebelas bulan lainnya”,kata Kusnadi Ikhwani.

Menurutnya menjadikan Ramadhan sepanjang tahun dapat dimulai dengan bagaimana kita semangat ibadah tersebut melalui gerakan pemberdayaan masjid, bagaimana menjadikan masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi dikelola menjadi pusat dakwah yang aktif 24 jam dengan suasana yang selalu hidup, ramai, dan nyaman seperti saat bulan Ramadan.
“Memang memakmurkan masjid, harus ditangani dengan serius, professional dengan manajemen yang transparan, Jangan harap masjid bisa makmur jika tidak keseriusan dalam pengelolaan masjid”,ucapnya.
Lebih lanjut dijelaskan melalui program pemberdayaan masjid tersebut bagaimana para jamaah dimotivasi, diarahkan untuk tetap istiqomah dalam shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan melakukan sedekah, bukan hanya saat bulan puasa.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita dapat menjadikan disiplin sebagai gaya hidup sehari-hari untuk membentuk karakter muslim yang bertaqwa”,ujarnya. (Ardhi)
- Penulis: Redaksi SieradMU
