Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Saat Hati Lelah: Nutrisi Qur’ani sebagai Penawar Kegelisahan

Saat Hati Lelah: Nutrisi Qur’ani sebagai Penawar Kegelisahan

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sieradmu.com – Tidak semua luka terlihat. Ada yang tetap tersenyum, tetap beraktivitas, bahkan berprestasi, tetapi di dalam dirinya sedang berjuang melawan kecemasan dan kelelahan yang tak terlihat. Hal ini semakin sering terjadi di tengah kehidupan kita. Tekanan untuk terus produktif, tuntutan sosial, pekerjaan ataupun di dunia Pendidikan serta paparan dunia digital membuat manusia jarang benar-benar berhenti dan berdialog dengan dirinya sendiri, bahkan terkadang muncul overthinking. Tidak heran jika kesehatan mental menjadi isu global yang semakin mengkhawatirkan. Data dari World Health Organization (WHO) tahun 2025 menunjukkan bahwa lebih dari satu miliar orang di dunia mengalami gangguan mental, dengan kecemasan dan depresi sebagai yang paling dominan. Kondisi ini menegaskan bahwa persoalan manusia hari ini tidak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga menyentuh sisi terdalam: jiwa dan hati.

Ketika kita perhatikan lebih dalam, masalahnya sering bukan karena kita kurang aktivitas, tapi justru karena terlalu banyak hal yang mengisi pikiran tanpa benar-benar menenangkan hati, kadang juga kita justru memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Kita terbiasa memberi makan “tubuh” makan teratur, istirahat cukup tapi sering lupa bahwa hati juga butuh asupan. Dalam Islam, hati bukan sekadar perasaan, tapi pusat kehidupan manusia. Jiwa adalah wadah karakter dan kepribadian manusia (Nurrohim, 2016). Ia punya dua sisi: ruhani dan jasadi. Ketika sisi jasadi terus dipenuhi, tapi ruhani diabaikan, maka yang muncul adalah ketimpangan dan dari situlah lahir kegelisahan.

Tidak heran jika ada orang yang secara materi mungkin sudah “cukup”, tapi tetap merasa hampa. Seorang mahasiswa bisa saja terlihat sukses, aktif organisasi, berprestasi tapi diam-diam mengalami kecemasan karena kehilangan arah. Seorang pekerja bisa punya penghasilan stabil, tapi merasa hidupnya datar dan tidak bermakna. Ini menunjukkan bahwa ketenangan tidak otomatis datang dari pencapaian duniawi. Ada sesuatu yang lebih dalam yang sedang “lapar”, yaitu hati.

Dalam perspektif Islam, ketenangan jiwa itu punya sumber yang jelas. Kualitas hidup manusia ditandai oleh ketenangan jiwa yang hanya diperoleh melalui mengingat Allah. Bahkan ditegaskan bahwa hati tidak akan benar-benar tenang kecuali dengan zikrullah, dan semakin sering seseorang mengingat Allah, semakin kuat pula ketenangan yang ia rasakan (Nurrohim, 2016). Jadi, ketika hati terasa sempit, gelisah, atau tidak tenang, bisa jadi bukan karena hidup terlalu berat, tapi karena hati kurang dekat dengan sumber ketenangan itu sendiri.

Di sisi lain, Al-Qur’an juga hadir bukan hanya sebagai kitab suci, tapi juga sebagai “penunjuk jalan” bagi jiwa manusia. Ia membimbing dari kegelapan menuju pencerahan, memberi arah di tengah kebingungan hidup (Nurrohim, 2019). Bahkan, pemilihan bahasa Arab dalam Al-Qur’an memiliki kekuatan tersendiri dalam menyampaikan pesan yang dalam dan menyentuh hati (Nurrohim, 2019). Itulah mengapa banyak orang merasa lebih tenang hanya dengan membaca atau mendengarkannya. Karena yang disentuh bukan hanya pikiran, tapi juga jiwa.

Dalam perjalanan hidup manusia, ada satu kondisi ideal yang disebut mutmainnah, yaitu jiwa yang tenang (Nurrohim, 2019). Bukan berarti hidupnya tanpa masalah, tapi hatinya stabil. Ia tetap bisa berpikir jernih, tidak mudah panik, dan punya pegangan yang kuat. Ini penting, apalagi di zaman sekarang yang serba tidak pasti.

Kalau kita tarik ke konsep “nutrisi hati”, maka menjaga kesehatan mental sebenarnya adalah tentang bagaimana kita merawat hati itu sendiri. Sama seperti tubuh butuh makanan bergizi, hati juga butuh “asupan” yang tepat. Kalau tidak, ia akan lemah, bahkan bisa mati dan di situlah manusia mulai kehilangan arah hidup. Cara menutrisi hati sebenarnya sederhana, menurut kitab “Tazkiyatun Nufus” yang ditulis oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyyah, Ibnu Rajab Al Hambali dan Imam Al Ghazali menyampaikan ada beberapa cara untuk menutrisi hati yaitu:

  1. Berdzikir kepada Allah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Dzikir bagi hati, ibarat air bagi ikan. Apa jadinya bila ikan dikeluarkan dari Air?”  Dzikir itu seperti makanan pokok bagi hati dan ruh. Dzikir juga mampu mengusir syaitan dan menurunkannya. Dzikir juga merupakan obat kerasnya hati. Serta berdzikir secara kontinu berarti memperbanyak usaha untuk selalu menyaksikan hari akhir.
  2. Membaca Al-Qur’an. Al- Qurán mengandung keterangan dan penjelasan jelasan yang tegas tentang kebenaran dan kebatilan. Ia juga mengandung hikmah dan Pelajaran yang baik sebagai Penawar bagi penyakit syahwat.
  3. Istighfar. Memohon maghfirah. Maghfirah adalah penjagaan dari akibat buruk dosa – dosa dan penutupan atasnya. Al – Qurán menyebut istighfar bersamaan dengan taubat. Karena jika lafat itu terkumpul maka istighfar artinya permohonan dengan lisan sementara taubat berhenti dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa dengan hati dan anggota badan.
  4. Doá. Allah menjadikan permohonan hamba atas kebutuhannya sebagai bentuk beribadah kepada-Nya. Dia juga memerintahkannya dan mencela siapa-siapa yang meningalkannya dengan celaan yang keras dan menggolongkan sebagai orang yang sombong. Ada sebuah syair yang artinya, “Janganlah kamu meminta kebutuhan kepada anak adam, mintalah kepada yang pintu-pintu-Nya tak pernah tertutup. Allah akan murka jika kamu meninggalkan bermohon kepada-Nya. Sedangkan anak Adam, akan murka jika kamu memohon kepadanya”

Kalau empat hal ini dilakukan secara konsisten, dampaknya bukan cuma terasa secara spiritual, sebagai bentuk self-healing yang paling mendasar, bukan sekadar mengalihkan diri, tapi benar-benar menyembuhkan dari dalam. Sebab, maraknya masalah kesehatan mental hari ini sebenarnya memberi satu pesan penting: manusia tidak cukup hanya “hidup” secara fisik, tapi juga harus hidup secara batin. Ketika hati terabaikan, hidup akan terasa berat, meskipun secara lahir terlihat baik-baik saja. Sebaliknya, ketika hati ternutrisi dengan dzikir, Al-Qur’an, istighfar, dan doa, maka jiwa akan menemukan ketenangannya. Pada akhirnya, yang kita cari dalam hidup bukan hanya kesuksesan, tapi ketenangan. Dan ketenangan itu, ternyata, tidak jauh, ia ada, selama kita mau kembali mendekat kepada-Nya.

Penulis : Tri Astuti Rejeki Handayani – Mahasiswi Prodi Ilmu Al Qurán dan Tafsir (IQT) – UMS

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bertemu Jajaran Direksi Intan Pariwara Group, Hamenang Berharap Ada Dukungan Dari Ribuan Karyawan

    Bertemu Jajaran Direksi Intan Pariwara Group, Hamenang Berharap Ada Dukungan Dari Ribuan Karyawan

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 916
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten –  Memanfaatkan waktu kampanye Pilkada ,Hamenang Wajar Ismoyo, Calon Bupati Klaten, bersilaturahmi dengan Direksi PT Intan Pariwara dan Jajaran, Sabtu (12/10/2024). Kedatangannya di Pt Intan Pariwara, Hamenang, didampingi Ketua Relawan Pratama, Nanang Pratama dan Ketua DPD Nasdem Klaten, Harjanta, Silaturahim ini merupakan bagian dari komunikasi yang dijalin oleh Hamenang Wajar Ismoyo dengan pengusaha […]

  • SANTRI TPA NGADI DANU MANUNGGAL ANTUSIAS IKUTI KUNJUNGAN EDUKASI KE MUSEUM MUHAMMADIYAH DAN ISLAMIC CENTER UAD YANG DI ADAKAN OLEH MAHASISWA KKN UAD

    SANTRI TPA NGADI DANU MANUNGGAL ANTUSIAS IKUTI KUNJUNGAN EDUKASI KE MUSEUM MUHAMMADIYAH DAN ISLAMIC CENTER UAD YANG DI ADAKAN OLEH MAHASISWA KKN UAD

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 670
    • 0Komentar

    Pada tanggal 14 Desember 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dari unit IV.D.III menyelenggarakan kunjungan edukasi ke Museum Muhammadiyah dan Islamic Center UAD. Kegiatan ini sebagai upaya memberikan wawasan sejarah serta meningkatkan pengalaman belajar di luar lingkungan TPA. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa membuat dan membagikan surat pemberitahuan serta izin resmi kepada […]

  • Sekolah Inspirasi, DPRD Mengajar, Kadarwati Ajak Siswa SDN Karangdukuh Stop Bullying dan Jaga NKRI

    Sekolah Inspirasi, DPRD Mengajar, Kadarwati Ajak Siswa SDN Karangdukuh Stop Bullying dan Jaga NKRI

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten –  Suasana berbeda terasa di SD Negeri Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten pada Kamis (30/10/2025). Para siswa mendapatkan pelajaran terkait implementasi nilai Pancasila dalam program DPRD Mengajar yang disampaikan Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, Kadarwati. Kehadiran Legislator Daerah Pemilihan 7 Jawa Tengah ini menjadikan perhatian para siswa kelas IV-VI di sekolah setempat. […]

  • Kick Off PSMB 2026/2027, PPTQ Ibnu Abbas Klaten Perkuat Kerjasama Dengan Lembaga Pendidikan di Luar Negeri

    Kick Off PSMB 2026/2027, PPTQ Ibnu Abbas Klaten Perkuat Kerjasama Dengan Lembaga Pendidikan di Luar Negeri

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten –  Bersiap lebih dini, Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Ibnu Abbas Klaten meresmikan Kick Off Program Penerimaan Santri dan Mahasantri Baru (PSMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Ponpes ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan menjalin kerjasama  pihak ketiga, organisasi, lembaga pendidikan dan entitas lain diluar negeri. Direktur  PPTQ Ibnu Abbas Klaten, KH Muhammad Uqbah […]

  • HUT Ke-36, Direktur KJUB Puspetasari : Perlu sinergitas Hadapi Tantangan Bisnis Kedepan

    HUT Ke-36, Direktur KJUB Puspetasari : Perlu sinergitas Hadapi Tantangan Bisnis Kedepan

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 848
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – KJUB Puspetasari Ceper hari ini (28/11/2024) genap berusia 36 tahun.  Puncak perayaan HUT dilaksanakan dengan berbagai kegiatan. Kegiatan HUT ke-36 KJUB Puspetasari  mengusung tema “Sinergi untuk Masa Depan Puspeta yang Lebih Berkah” dalam rangka menghadapi bisnis kedepan penuh tantangan. Direktur KJUB Puspetasari Ceper, Ruslan Rosidi menyampaikan tantangan bisnis kedepan penuh persaingan, maka […]

  • Pelantikan Anggota DPRD Jateng, Anton Lami Suhadi Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

    Pelantikan Anggota DPRD Jateng, Anton Lami Suhadi Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 681
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Semarang – Sebanyak 120 orang anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah periode 2024-2029, resmi dilantik pada Selasa (3/9/2024). Anton Lami Suhadi anggota DPRD Daerah Pemilihan 7 berkomtmen melanjutkan tugasnya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Sebanyak 120 anggota DPRD Jateng yang telah dilantik tersebut merupakan hasil Pemilu 2024. Dalam penyelenggaraannya, jumlah partisipasi masyarakat untuk memberikan hak suaranya […]

expand_less