Majukan dan Sejahterakan Desa, Masyarakat Desa Kraguman Gelar Musyawarah Sambung Rasa
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Masyarakat Desa Kraguman “Sembada” mengelar Musyawarah Sambung Rasa Warga Desa Kraguman untuk mendorong kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kraguman Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten.
Kegiatan yang diadakan Rabu (22/7/2026) diikuti ratusan warga desa setempat dari berbagai kalangan baik petani, pemuda, pelaku usaha, perempuan dan tokoh – tokoh masyarakat. Acara yang diadakan di Rumah Darmawan Dukuh Padokan desa setempat berlangsung interaktif. Warga sangat antusias mengikuti rangkaian acara terlihat dari puluhan warga yang menyampaikan tanggapan, pertanyaan dan saran bagi perbaikan tata kelola Desa Kraguman.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Kraguman, Sudarto dalam rangkaian sambutan acara menyampaikan tentang pentingnya figur anak muda yang dibutuhkan dalam memimpin dan mengelola Desa Kraguman dimasa yang akan datang.
“Saat ini, kemajuan teknologi berkembang pesat. Layanan desa sekarang dituntut mengunakan teknologi komputerisasi. Contohnya pengelolaan bahkan laporan kinerja desa harus mengunakan teknologi digital. Untuk itu, kedepan memajukan Desa Kraguman membutuhkan kehadiran sosok anak muda sebagai pemimpin desa yang dapat beradaptasi dan melek akan teknologi. Apalagi perangkat Desa Kraguman ini sebagian besar anak muda. Jadi, Pemimpin Desa Kraguman jika anak muda dapat mengimbangi jajaran perangkat desa yang ada,” jelas Sudarto yang juga anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kraguman ini.
Sedangkan Lasimin selaku Ketua Kelompok Tani Desa Kraguman dalam sambutan acara menyampaikan permasalahan yang dihadapi Desa Kraguman khususnya sektor pertanian. Modernisasi tata kelola pertanian dan prioritas pembangunan irigasi perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Masyarakat Desa Kraguman itu sebagian besar itu adalah petani. Namun, saat ini petani sedang mengalami amcaman berupa menurunnya jumlah petani produktif. Petani milenial perlu diberdyakan untuk regenerasi petani khususnya di Desa Kraguman. Sekarang bertani dapat dilakukan secara modern. Modernisasi pertanian ini diharapkan dapat mendorong minat petani milenial baik dalam produksi dan distribusi hasil pertanian,” terang Lasimin yang juga menjabat salah satu Ketua RW didesa setempat.
Lebih lanjut Lasimin menerangkan tentang pentingnya membangun sentra peternakan untuk meningkatkan hasil ternak masyarakat Desa Kraguman.
“Perlu dibangun sentra budidaya peternakan di Desa Kraguman. Ternak kambing, ternak ayam potong dan lainnya dapat dikelompokan dikawasan – kawasan tertentu. Selain untuk memudahkan tata kelola budidaya peternakan juga untuk mengurangi dampak lingkungan seperti kotoran dan lainnya. Tentu saja dengan upaya pengolhan limbah ternak. Sekaligus kotoran tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk sebagai nilai tambah untuk meningkatkan hasil petani maupun peternak,” ungkap Pak Min panggilan akrabnya.
Sementara Darmawan A.md selaku Ketua Forum Masyarakat Kraguman “Sembada” dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya Desa Kraguman sesegera mungkin di tengah situasi dan kondisi yang saat ini dihadapi masyarakat terkait pasang surut persoalan ekonomi dan layanan publik serta hal lainnya.
“Pihaknya menginisiasi Forum Musyawarah Sambubg Rasa Masyarakat Desa Kraguman ini untuk ikut merasakan dan peduli serta memahami kondisi riil masalah yang dihadapi masyarakat khususnya Desa Kraguman saat ini. Jadi harapannya pihaknya dapat menyerap aspirasi masyarakat dan kita musyawarahkan bersama apa solusinya. Apa yang dapat dilakukan masyarakat dan pihaknya dapat mendukung dan membantu dalam mengatasi persoalan yang ada. Monggo kita musyawarahkan bersama karena ini forumnya musyawarah dan sambung rasa masyarakat. Apa yang menjadi masukan, pertanyaan, harapan, tanggapan dan saran masyarakat kita tampung dan kita dokumentasikan secara terbuka dan tertulis oleh Forum Masyarakat Kraguman “SEMBADA”, jelas Darmawan yang juga tokoh muda di desa setempat.
Lebih lanjut Darmawan menyampaikan tentang cita – cita dan upaya konkrit pihaknya dalam mewujudkan masyarakat desa yang sejahtera, maju dan berbudaya atau “SEMBADA” khususnya bagi masyarakat Desa Kraguman yang lebih baik,
“Kedepan Desa Kraguman perlu lebih Sejahtera, Maju dan Berbudaya atau “SEMBADA”. Kesejahteraan merupakan aspek yang harus sesegera mungkin diwujudkan bagi masyarakat Desa Kraguman dengan menumbuhkembangkan aspek sosial ekonomi warga. Potensi ekonomi warga harus ditumbuhkan baik UMKM, industri kreatif, peternakan dan pertanian serta lainnya Pertanian harus diprioritaskan untuk dikembangkan melalui upaya produksi dan distribusi hasil pertanian karena mayoritas masyarakat Desa Kraguman adalah petani. Sedangkan aspek “Kemajuan” ini perlu didorong untuk mewujudkan Desa Kraguman yang lebih maju dalam tata kelola pemerintahan desa dan pelayanan publik. Tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan dan akuntabel serta demokratis perlu ditingkatkan. Sedangkan aspek Berbudaya ini terkait sosial budaya yang harus ditumbuhkembangkan. Tradisi seni, budaya, olah raga dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat harus mendapatkan perhatian dan dikembangkan. Selain itu, menumbuhkan nilai – nilai atau karakter mayarakat Desa Kraguman yang peduli lingkungan yang bersih, guyup rukun, gotong royong, santun dan empati terhadap sesama warga serta peduli lingkungan yang bersih harus kita tanamkan, “ terang Darmawan yang juga wirausahawan ini.

Terkait, Dwi Asih selaku tokoh masyarakat Padukuhan Candran dan Suwito selaku tokoh masyarakat Padukuhan Kintelan Desa Kraguman menyampaikan aspirasinya dalam sesi interaktif menyangkut penanganan masalah sampah dan pengembangan UMKM diwilayahnya.
“Sampah yang menumpuk di saluran air persawahan yang saat ini rusak menjadi masalah bagi warganya karena berakibat timbulan sampah yang semakin banyak. Hal ini perlu mendapatkan perhatian dan bantuan dari mas Darmawan selaku Ketua Forum Masyarakat Kraguman “Sembada”, jelas Mas Dwi panggilan akrabnya.
Sedangkan Suwito menyampaikan pertanyaan dan saran menyangkut bagaimana mengembangkan UMKM yang saat ini ada dan perlu perhatian dan dukungan pihak terkait.
Adapun diakhir sesi penutup acara, Darmawan selaku Ketua Forum Masyarakat Kraguman “Sembada” menegaskan bahwa pihaknya Siap akan mengatasi masalah sampah tidak hanya menyangkut sarana prasarana penanganan sampah seperti tempat pembuangan sampah dan teknologi pengolahannya, akan tetapi akan mendorong dan memberdayakan masyarakat dalam penanganan sampah dengan menginisiasi kelompok komunitas seperti keberadaan Bank sampah atau Tim Pengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TP3SR). Jadi kita kita perlu pendekatan memberdayakan masyarakat untuk menangani sampah. Hal ini sebagaimana amanat Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2008. Sedangkan pengembangan UMKM, pihaknya akan mendorong baik aspek produksi dan distribusi produk UMKM. Kita akan menfasilitasi berbagai pelatihan seperti aspek produksi, packaging, distribusi/pemasaran dan lainnya, “ Jelas mas Wawan panggilan akrabnya. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
