Workshop Aplikasi Kecerdasan Buatan K3SM SMP/MTs Kabupaten Klaten, Pembuatan Prompt Efektif AI Masih Jadi Kendala Para Guru
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Pembuatan prompt (perintah) AI yang efektif masih menjadi tantangan utama bagi banyak guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Meskipun AI menawarkan potensi besar, kurangnya pelatihan terstruktur mengenai teknik prompt engineering membuat guru kesulitan mendapatkan hasil yang akurat dan relevan.
Hal tersebut mencuat dlam pelaksanaan Workshop Aplikasi Kecerdasan Buatan Dalam Pendidikan yang diikuti para guru perwakilan sekolah menengah dan madrasah Muhammadiyah yang berlangsung di Aula SMP Muhammadiyah 1 Klaten pagi tadi (2/5/2026).
Workshop ini diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah/Madrasah (K3SM), SMP/MTs Muhammadiyah Kabupaten Klaten bersinergi dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pada pelaksanaan hari kedua para peserta mendapatkan materi tentang Aplikasi AI dalam Bahasa dan Multimedia yang disampaikan para pakar dari UMS.
Ketua Program Studi (Kaprodi) di Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sukirman.S.T,M.T.Ph.D dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi terkait Etika Penggunaan AI dalam Pembelajaran. Menurutnya saat ini kendala non teknin yang dihadapi para guru dalam penggunaan AI dianatranya kekhawatiran plagiarism, etika penggunaan AI, kurangnya pelatihan serta minimnya dukungan sekolah.
“Workhsop ini salah satunya untuk mengatasi kendala teknis yang dialami para guru dalam menggunakan aplikasi kecerdasan buatan seperti AI harapannya sekolah juga meningkatkan kehadirannya dalam peningkatan kapabilitas para guru memanfaatkan kecerdasan buatan”,katanya.
Sukirman dalam paparannya juga menyampaikan persoalan kendala teknis dalam penggunaan AI diantaranya platform terlalu komplek, akses internet terbatas, tidak tahu cara menggunakan serta tidak adanya perangkat yang mendukung.
“Selain persoalan platform yang komplek sebagian peserta juga mengakui minimnya pemahaman soal AI utamanya dalam hal pembuatan prompt (perintah) AI, ini masih menjadi tantangan banyak guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran.
Menurutnya AI menawarkan potensi besar, kurangnya pelatihan terstruktur mengenai teknik prompt engineering membuat guru masih kesulitan mendapatkan hasil yang akurat dan relevan.
Muhammad Luthfi Hidayat, Kepala Laboratorium Pengembangan Sumber Belajar dan Publikasi Ilmiah (PSBPI), FKIP UMS mengungkapkan, melalui workshop ini peserta akan mendapatkan materi pemahaman awal terkait koding dan Artificial Intelligence bagi semua mata pelajaran sekolah -sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Klaten itu, mendapatkan upgraiding khusunya koding dan KA karena merupakan kurikulum nasional yang diterapkan disemua sekolah di Indonesia.

Ketua K3SM, SMP/MTs Muhammadiyah, Kabupaten Klaten, Harjana menerangkan kegiatan ini masih melanjutkan program sinergitas K3SM SMP/MTs Kabupaten Klaten bersama dengan UMS, kebetulan pada hari kedua ini bersamaan dengan momentum peringatan hari pendidikan nasional (HARDIKNAS) Tahun 2026.
“Sesuai dengan tema Hardiknas kali ini, Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, kegiatan ini menjadi bentuk ikhtiar K3SM SMP/MTs Kabupaten Klaten dalam ikut mendukung program Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidkkan bermutu melalui kesemimbangan antara pemanfaatan tekhnologi digital dan penguatan karakter bangsa”,pungkasnya. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
