Run Health di Manahan , Dirut BPJS Kesehatan : Perlu Gerakan Masif Prefentif Promotiv Untuk Menekan Belanja Kesehatan
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 123
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Solo – Ratusan pelari meriahkan Run Health 2026 bersama Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujo Waskito di Stadion Manahan, Solo pada Jum’at (29/5/2026)pagi. Alumnus Kedokteran UNS ini mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah berbagai jenis penyakit kronis.
Run Health 2026 dilepas Dirut BPJS Kesehatan RI didampingi Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto, Direktur Holding Rumah Sakit Muhammadiyah Delanggu, Muhammad Ma’mun Syukri, Solo Runners, BPJS Runners, Muhamamdiyah Runner dan pelarindari jajaran civitas kesehatan Holding Rumah Sakit Muhammadiyah Delanggu.
Para pelari mengelilingi area Stadion Manahan dengan jarak tempuh 5 kilometer, bahkan rombongan Dirut BPJS Kesehatan RI sampai dengan putaran pertama keliling stadion Manahan tampil memimpin yang kemudian disusul pelari lainnya.
“Kegiatan ini bagian dari upaya mengajak masyarakat menjaga hidup sehat, dengan rutin berlari dapat mencegahmencegah berbagai penyakit kronis seperti jantung, hipertensi, hingga diabetes mellitus dan lainnya”,kata Dirut BPJS Kesehatan RI, Prihati Pujo Waskito.
Menurtnya dengan gerakan preventif promotif sangat membantu program pemerintah dalam bidang kesehatan termasuk program BPJS Kesehatan kaitannya gerakan preventif promotif. Dengan berlari jantung berdetak, aliran darah cepat melenturkan pembuluh darah, lentur untuk mencegah hipertensi diusia muda, insulin yang terperangkap diotot dapat menurunkan kencing manis , gula darah.
“Data di BPJS Kesehatan angka hipertensi dan kencing manis meningkat pada usia dibawah 45 tahun, hal ini akan dilakukan penanganan dengan pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) yang dapat menurunkan belanja kesehatan jika gerakan preventif promotif ini berhasil”,ucapnya.

Dijelaskan BPJS Kesehatan yang termasuk Badan Hukum Publik yang bertugas menyelenggarakan program jaminan kesehatan nasional. Lembaga ini dibentuk secara khusus oleh pemerintah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Direktur Holding Rumah Sakit Muhammadiyah Delanggu, Muhammad Ma’mun Syukri menyatakan sangat mendukung gerakan preventif, promotif dengan membiasakan berlari, sebanyak 300 peserta dari 6 rumah sakit binaan dikerahkan untuk mendukung program BPJS Kesehatan ini .
“Sampai saat ini rumah sakit binaan cukup aktif dengan program Prolanis, dengan kehadiran Dirut BPJS Kesehatan ini dapat mendekatkan antara penyelengara fasilitas layanan kesehatan dengan lembaga yang menyelenggarakan program jaminan kesehatan nasional, kedepan perlu ada kerjasama dengan BPJS Kesehatan, rumah sakit dan peserta BPJS sehingga program nasional ini dapat berjalan selamanya, masyarakat semakin sehat sehingga belanja kesehatan dapat ditekan”,pungkasnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
