Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KRONIK » Penyebab Banjir Tahunan Desa Krandegan, Bayan, Purworejo

Penyebab Banjir Tahunan Desa Krandegan, Bayan, Purworejo

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
  • visibility 1.739
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkandampak besar bagi populasi manusia. Salah satu bencana alamyang sering terjadi yaitu banjir. Banjir merupakan peristiwa dimana daratan yang biasanya kering ( bukan daerah rawa )menjadi tergenang oleh air, hal ini disebabkan oleh curah hujanyang tinggi dan kondisi topografi wilayah berupa dataran rendahhingga cekung. Terjadinya bencana banjir juga disebabkan olehrendahnya kemampuan infiltrasi tanah, sehingga menyebabkantanah tidak mampu lagi menyerap air. Banjir dapat terjadi akibatnaiknya permukaan air lantaran curah hujan yang diatas normal,perubahan suhu, tanggul/bendungan yang bobol, pencairan saljuyang cepat, terhambatnya aliran air di tempat lain.

Desa Krandegan merupakan salah satu desa di wilayahKecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Desa ini setiaptahunnya sudah kerap menjadi langganan banjir, utamanyaterjadi ketika musim penghujan. Hujan deras yang terus-menerus terjadi hampir setiap hari membuat intensitas air hujanyang banyak dapat menambah debit air yang mengalir padasungai. Di wilayah Desa Krandegan terdapat dua sungai yangmengalir yaitu sungai Kali jali dan Kali dulang. Desa Krandeganmengalami  banjir akibat hujan deras yang mengakibatkan salahsatu sungai meluap .sungai tersebut meluap disinyalir karenaKedua sungai tersebut  yaitu sungai jali dan sungai dulangbertemu arus sungainya.

 Kalijali  sendiri merupakan sungai yang  melewati desa-desa dikecamatan Kutoarjo sedangkan Kali dulang aliran sungainyamelewati desa-desa di Kecamatan Bayan. Kedua sungai inialirannya akan  bertemu. pertemuan cabang sungai akan bertemudi pojok Desa Krandegan jika suatu saat arus sungai deras danterjadi pertemuan arus dapat menyebabkan sungai meluapsehingga Desa desa disekitarnya seperti desa tanjungrejo,Tangkisan ke Selatan kerap menjadi langganan banjir karenapertemuan dua sungai itu. Ketika debit air di masing-masingsungai sama sama besar maka aliran salah satu sungai menjaditerhambat. Apabila aliran salah satu sungai terhambat makadebit air yang besar di pertemuan dua sungai ini menjadimeluap. Luapan air terjadi karena sungai yang sudah tidakmampu untuk menampung debit air yang besar beserta air hujan.Akibat luapan air sungai tersebut Desa Krandegan besertabeberapa desa di sekitarnya menjadi banjir.

Banjir terakhir yang terjadi di Desa Krandegan ini terjadi padabulan Mei 2022 dan ketinggiannya tidak pasti. Dengan adanyakejadian banjir yang melanda setiap tahunnya pemerintah desamelakukan berbagai upaya salah satunya yaitu denganmemasang kamera realtime. Tanda-tanda banjir dapat terlihatdikamera tersebut apabila sudah berwarna kuning maka sudahmasuk permukiman sedangkan warna merah sudah masukrumah. Dengan dipasangnya kamera tersebut maka masyarakatdapat melihat kondisi ketinggian air  sungai saat hujan deras dankewaspadaan terjadinya banjir dimanapun berada. Pemerintahdesa krandendegan telah menyediakan aplikasi yang dapatdiunduh di playstore yaitu siPolgan-Layanan Online Desa.  Didalam aplikasi tersebut  semua  warga dapat mengakses danmemantau ketinggian air sungai dengan status siaga, waspadadan awas.

SiPolgan-Layanan Online Desa tersebut merupakan sebuahaplikasi yang dapat membantu mempermudah warga dalammengantisipasi ketika banjir datang, sehingga warga tidakmerasa khawatir berlebih. Selain itu, tindakan nyata daripemerintah desa apabila terjadi banjir adalah mitigasi bencana,aplikasi e-warning system desa krandegan, dapur umum, danevakuasi. Adapun tindakan nyata dari pemerintah pusat untukdesa-desa yang sudah menjadi langganan banjir seperti desaKrandegan ini yaitu adanya normalisasi sungai yaitu denganmembuat tanggul. Namun untuk membuat tanggul itu sendirijuga tidak mudah terkadang warga pun menolak  tanahnyadiminta untuk membuat tanggul dan warga menuntut ganti rugi.Biaya untuk normalisasi sungai itu sendiri nilainya sangat besardan pemerintahan desa tidak mampu menanggung semuanyasehingga biaya normalisasi sungai diambilkan dari APBN yangdikelola oleh pemerintah pusat. Maka dari itu, perlu adanyakerjasama yang baik antara pemerintah pusat denganpemerintahan desa dan juga dengan warga desanya. Namun,dengan adanya banjir yang terjadi tiap tahunnya membuat wargasudah terbiasa. Ketika air mulai masuk pemukiman warga,warga desa tidak merasa khawatir karena ketika air mulai datangsemua warga sudah diperingatkan melalui pengeras suara.Contohnya seperti banjir yang terjadi kemarin pada bulan Meiitu tejadi pukul 03:00 WIB. Semua warga mulai mempersiapkandiri untuk menyelamatkan barang-barang berharga miliknya danmempersiapkan diri untuk mengungsi ke dapur umum. Denganitulah pada waktu subuh para warga desa sudah ada dapurumum.

Adanya banjir yang melanda desa Krandegan di setiap tahunnyakepala desa berharap “agar proses normalisasi sungai dapatberjalan dengan baik dan proses tanggulisasi dapat berjalandengan lancar juga dikarena dalam kedua proses normalisasi dantanggulisasi tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit.Untuk sungai saja anggarannya banyak, contohnya saja untukbiaya penyewaan alat berat seperti excavator atau yang seringwarga sini sebut dengan bego itu satu jam empat ratus ribu.Maka dari itu saya berharap agar pemerintahan desa danpemerintahan pusat dapat bekerja sama dengan baik dan tidakluput juga pemerintahan desa membutuhkan dukungan dariwarga desa” ujar Dwi Narto, S.E selaku kepala desa setempat.

Artikel disusun oleh:

1. Hafidh Arrosyid

2. Nanda Prihatini

3. Roviqoh Nur Safitri

4. Ryana Ayu Agus Tiara

5. Syabrina Nuraini Hidayat

6. Yurica Fitriarvina

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Universitas Muhammadiyah Purworejo

Pada tanggal 14 Oktober 2022

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beda Hari, FKUB Undang Tiga Paslon Cabup-Cawabup Klaten, Ada Apa?

    Beda Hari, FKUB Undang Tiga Paslon Cabup-Cawabup Klaten, Ada Apa?

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 664
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Forum  Kerukunan  Umat  Beragama  ( FKUB  ) Kabupaten Klaten  mengundang tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan berkontestasi di Pilkada Serentak, 27 November 2024 mendatang. KH Syamsuddin Asyrofi  menegaskan  silaturahmi dengan paslon ini bukan dalam rangka kampanye dan untuk  mengarahkan umat  untuk memilih paslon nomor urut tertentu. Siang tadi (30/10/2024) […]

  • Ditanya Seberapa Penting Peran Empat Pilar Dalam Pembangunan, Begini Jawaban GM Totok Hedi Santoso

    Ditanya Seberapa Penting Peran Empat Pilar Dalam Pembangunan, Begini Jawaban GM Totok Hedi Santoso

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 711
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Sleman – Anggota MPR-RI , GM Totok Hedi Santoso dari Daerah Pemilihan Yogyakarta hadir sebagai nara sumber dalam  sosialisasi empat pilar  Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di Ruang Pertemuan Akademi Bahagia, RT 04, RW 22 Ngebo, Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman. Kegiatan yang dilaksanakan Omah Srawung Punokawan, Daerah Istimewa […]

  • Antisipasi Kemacetan Puncak Yaaqowiyyu, Jalur Penghubung Gedaren-Makam Kiageng Gribig Akan Difungsikan

    Antisipasi Kemacetan Puncak Yaaqowiyyu, Jalur Penghubung Gedaren-Makam Kiageng Gribig Akan Difungsikan

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 631
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Puncak perayaan tradisonal yaaqowiyyu dengan agenda sebar apem di sputar makam Ki Ageng Gribig dakan dilaksanakan pada pertengahan bulan ini. Pemerintah desa Gedaren, Kecamatan Jatinom mulai memfugsikan jalur penghubung menuju lokasi sebar apem untuk mengantsipasi kemacetan dari arah selatan. Jalur penghubung dari wilayah Gedaren menuju kompleks pemakaman Kyai Ageng Gribig di wilayah […]

  • SeMarak Hari Jadi Klaten Ke-220, Begini Pesan Bupati Saat Ziarah Ke Makam Leluhur

    SeMarak Hari Jadi Klaten Ke-220, Begini Pesan Bupati Saat Ziarah Ke Makam Leluhur

    • calendar_month Sabtu, 27 Jul 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 966
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Bupati dan jajaran Forkopimda Klaten berziarah ke makam tokoh-tokoh pendahulu Klaten, Sabtu (27/7/2024). Kegiatan ini merupakan tradisi yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Klaten ke—220. Kegiatan dimulai dengan berziarah ke makam Kyai Mlati. Kyai Mlati merupakan sosok cikal bakal Kabupaten Klaten atau pembuka wilayah Klaten yang dulu masih berupa hutan belantara. Diperkirakan […]

  • Kembali Pelecehan Seksual Penumpang Kereta di Jakarta, KAI Commuter Ambil Tindakan Tegas

    Kembali Pelecehan Seksual Penumpang Kereta di Jakarta, KAI Commuter Ambil Tindakan Tegas

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 784
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Jakarta – Aksi pelecehan seksual kembali terjadi di KRL Commuter Line. Dalam video yang viral di media sosial, tampak pelaku dilabrak oleh sejumlah perempuan, salah satunya korban. KAI Commuter menegaskan komitmennya untuk menindak tegas dan tidak mentolerir pelaku tindak kriminal dan tindak asusila, yang terjadi di dalam Commuter Line. Informasi yang dihimpun, Sejumlah penumpang […]

  • PCPM Ngawen Gelar Kajian Umum “Youth Islamic Circle”, Ubah Insecure Jadi Syukur

    PCPM Ngawen Gelar Kajian Umum “Youth Islamic Circle”, Ubah Insecure Jadi Syukur

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Ratusan Jamaah hadiri kajian umum yang di adakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah Cabang Ngawen dengan tema ” Jangan Insecure Mari Bersyukur” di Halaman Komplek’s gedung dakwah Muhammadiyah  PCM Ngawen, Sabtu (27/9/2025)malam. Kajian yang dibuka Ketua PDPM Klaten Andika Budi Riswanto tersebut berlangsung meriah dengan menghadirkan nara sumber Ustad Wildan Zulfikar. “Kami menyambut […]

expand_less