Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » ‘Aisyiyah Kembangkan Modul Pendidikan Kespro untuk Usia PAUD dan Pendidikan Dasar, Ini Tujuannya !

‘Aisyiyah Kembangkan Modul Pendidikan Kespro untuk Usia PAUD dan Pendidikan Dasar, Ini Tujuannya !

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 280
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

sieradmu.com Yogyakarta — Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah bersama Program Inklusi ‘Aisyiyah menggelar Workshop Penyusunan Modul Kesehatan dan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) bagi Anak Usia PAUD dan Pendidikan Dasar pada Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan unsur kesehatan, pendidikan, psikolog, pemerintah, serta praktisi pendidikan anak usia dini.

Workshop ini menjadi langkah awal penyusunan panduan edukasi kesehatan reproduksi yang ramah anak sekaligus upaya memperkuat perlindungan anak sejak usia dini melalui materi kespro yang tepat.

Koordinator Program Inklusi ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi perlu dimulai sejak jenjang PAUD dan pendidikan dasar. Menurutnya, tingginya kasus kekerasan terhadap anak menjadi alasan penting hadirnya panduan edukasi yang sistematis.

“Pendidikan kespro penting dimulai dari PAUD dan pendidikan dasar karena kita melihat kasus kekerasan cukup banyak dan anak-anak kita penting memahami isu HKSR ini,” ujarnya.

Ia berharap modul yang disusun tidak hanya menjadi dokumen, tetapi menjadi model pembelajaran yang dapat diterapkan secara luas melalui pelatihan guru. “Harapannya panduan ini akan menjadi modeling, di mana kita akan melakukan pelatihan pada guru-guru agar memiliki kompetensi edukasi HKSR, baik masuk dalam kurikulum maupun terintegrasi dalam pembelajaran,” tambahnya.

Tri Hastuti juga menekankan potensi besar jaringan pendidikan ‘Aisyiyah dalam implementasi program ini. “Ini langkah awal yang sangat bagus. Kita punya kekuatan sekitar 20 ribu PAUD, kemudian SD, dan SMP. Modeling ini bisa kita lakukan di sekolah Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah, Warsiti, menyampaikan bahwa workshop ini bukan sekadar penyusunan modul, tetapi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem perlindungan anak melalui pendidikan kesehatan reproduksi.

Ia menjelaskan bahwa edukasi kespro harus dimulai sejak usia dini agar tidak terdapar siklus ya g terlewati. “Kesehatan reproduksi sering kali baru diberikan pada remaja, padahal terdapat siklus perkembangan anak yang terlewat jika pendidikan tidak dimulai sejak usia dini.”

Menurut Warsiti, memberikan edukasi kespro pada anak usia PAUD bukan hal yang mudah, akan tetapi melalui forum diskusi ini diharapkan dapat menemukan formula atau model edukasi kespro yang tepat bagi anak usia dini.

Ia juga menyoroti tantangan di era digital ketika anak semakin mudah mengakses informasi. “Bagaimana kita memberikan informasi yang aman, benar, dan sesuai tahap perkembangan anak menjadi pekerjaan besar kita bersama,” tambahnya. Warsiti berharap upaya ini menjadi bagian dari dakwah kemanusiaan yang berdampak luas bagi generasi mendatang.

Dukungan pemerintah terhadap inisiatif tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Sheilla Virarisca. Ia menyambut baik workshop dan menyatakan kesiapan pemerintah untuk terlibat dalam penyusunan modul.

Sheilla menjelaskan bahwa pemerintah memiliki kebijakan yang mendukung edukasi kesehatan reproduksi sejak usia dini, salah satunya melalui PP Nomor 28 Tahun 2024 yang mengatur penyelenggaraan upaya kesehatan reproduksi berbasis siklus hidup.

Menurutnya, pendekatan siklus hidup menjadi dasar program pemerintah dalam pelayanan kesehatan reproduksi. “Program kespro dilakukan melalui pendekatan siklus hidup mulai dari usia dini hingga lansia, karena setiap tahap perkembangan memiliki kebutuhan dan intervensi yang berbeda,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa edukasi kesehatan reproduksi anak usia dini bukan bertujuan membahas seksualitas secara dewasa. “Edukasi pada anak usia dini bukan untuk membahas seksualitas secara dewasa, melainkan memberikan pemahaman tubuh yang sehat, harga diri, dan batasan privasi,” katanya.

Sheilla juga menekankan pentingnya penggunaan istilah anatomis yang benar serta metode pembelajaran yang sesuai usia. Edukasi perlu dilakukan dengan bahasa sederhana, interaktif, dan menggunakan alat permainan edukatif.

Dalam paparannya, ia mengungkap data kekerasan terhadap anak yang masih memprihatinkan. “Sebanyak 12.338 dari 27.275 kasus kekerasan merupakan kasus kekerasan seksual pada anak,” ungkapnya.

Menurutnya, pencegahan dapat dimulai sejak dini dengan membekali anak keberanian melindungi diri. “Anak perlu diajarkan berani berkata tidak dan melaporkan kepada orang dewasa jika menghadapi situasi yang tidak aman,” tegas Sheilla.

Melalui workshop ini, PP ‘Aisyiyah berharap modul HKSR bagi anak usia PAUD dan pendidikan dasar dapat segera diuji coba dan diimplementasikan sebagai bagian dari upaya kolektif membangun generasi yang sehat, terlindungi, dan berdaya sejak usia dini. (Nur)

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Workshop Aplikasi Kecerdasan Buatan Rampung, UMS Dorong Kepala Sekolah Muhammadiyah di Klaten Tingkatkan Dukungan

    Workshop Aplikasi Kecerdasan Buatan Rampung, UMS Dorong Kepala Sekolah Muhammadiyah di Klaten Tingkatkan Dukungan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten –  Hari terakhir pelaksanaan Workshop Aplikasi Kecerdasan Buatan Dalam Pendidikan yang berlangsung di Aula SMP Muhammadiyah 1 Klaten pagi tadi (9/5/2026), para guru SMP/MTs Muhammadiyah di Klaten mendapatkan materi terkait aplikasi AI dalam Informatika dan praktik robotika. Dengan alat peraga yang dihadirkan nara sumber dari Unibversitas Muhammadiyah Surakarta dan LPK Kembar para peserta […]

  • Berani Beda, Jika Menang Pilkada, Yoga-Sova Janjikan Anggaran 1M Untuk FKUB Klaten

    Berani Beda, Jika Menang Pilkada, Yoga-Sova Janjikan Anggaran 1M Untuk FKUB Klaten

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Pasangan  Calon Bupati ( Cabup ) Klaten  Yoga Hardaya – dan Calon Wakil  bupati  ( Cawabup  ) Sova Marwati menjadi pembeda dalam diskusi bersama  para tokoh  lintas  agama  dan  tokoh masyarakat  yang  tergabung  di Forum  Kerukunan   Umat  Beragama  ( FKUB  ) Kabupaten Klaten. Jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada […]

  • Ketua FKUB Klaten : Idul Fitri Momen Penting Untuk Merawat Kerukunan dan Persaudaraan

    Ketua FKUB Klaten : Idul Fitri Momen Penting Untuk Merawat Kerukunan dan Persaudaraan

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 885
    • 0Komentar

    sieradmu.com Klaten – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengajak seluruh umat Islam di Klaten merayakan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri tahun 2024 ini dengan penuh kesederhanaan. Hal itu disampaikan Syamsuddin Asyrofi pada saat pertemuan pengurus FKUB Klaten dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H […]

  • Hadiri Ultah Ke-7 Go-PRAKS, Yoga Hardaya Dapat Dukungan Nyalon Bupati Klaten

    Hadiri Ultah Ke-7 Go-PRAKS, Yoga Hardaya Dapat Dukungan Nyalon Bupati Klaten

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 902
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – wakil bupati klaten yoga hardaya selasa (25/6/2024) siang, menghadiri perayaan ulang tahun ke-7 komuinitas gojek prambanan klaten dan sleman (Go-Praks), yang berlangsung di gedung ahimsa kelurahan gumulan kecamatan klaten tengah. Perayaan ultah ke-7 ini dilaksanakan dengan pemilihan kepengurusan baru, Dalam kesempatan tersebut Yoga Hardaya yang juga merupakan bacabup yang diusung Partai Golkar […]

  • Rakor MPI Sikapi Hasil Rakerpimda PDM Klaten, Mulai Dari Inventarisasi Perlengkapan Hingga Pengadaan OB_Van

    Rakor MPI Sikapi Hasil Rakerpimda PDM Klaten, Mulai Dari Inventarisasi Perlengkapan Hingga Pengadaan OB_Van

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 567
    • 0Komentar

    sieradmu.com Klaten -Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten periode Muktamar ke-48 menggelar rapat koordinasi setelah pelaksanaan rapat kerja pimpinan daerah (Rakerpimda ) II PDM Klaten di Gedung Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kemalang 15 Februari 2025. Rakor yang dipimpin Ketua MPI PDM Klaten, Drs.H. Sunarto.M.Hum tersebut berlangsung di dilaksanakan untuk menyampaikan hasil Rakerpimda […]

  • Gelar Karya P5, SD Muhammadiyah Tonggalan Tampilkan Kreatifitas Siswa di Panggung Terbuka

    Gelar Karya P5, SD Muhammadiyah Tonggalan Tampilkan Kreatifitas Siswa di Panggung Terbuka

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 776
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Sekolah Dasar Muhamamdiyah Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah menghadirkan kreatifitas siswa di panggung terbuka komplek Monumen Juang, Sangkal Putung dalam Gelar Karya P5, Sabtu (24/5/2025). Kegiatan ini diawali dengan senam Indonesia sehat yang diikuti para siswa dan guru, aneka penampilan kesenian tari tradisional, tari anak sehat da nisi piringku, pagelaran dalang cilik, edukasi […]

expand_less