Safari Dakwah di Masjid Al-Iman, Daiyah Mualaf, Dewi Purnamawati Ingatkan Jamaah Akan Ancaman Pendangkalan Aqidah
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- visibility 175
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
sieradmu.com Klaten – Ratusan jamaah mengikuti pengajian kuliah subuh yang dilaksanakan di masjid al-iman, desa jonggrangan, kecamatan klaten utara. bekerjasama dengan badan wakaf al-qur’an (BWA), pantia Ramadan dan remaja dan takmir masjid setempat menghadirkan da’iyah yang juga mantan aktifis gereja, Ustadzah Dewi Purnamawati.
Safari Dakwah BWA yang mengusung tema Hidup Berkah Bersama Al-Qur;an di masjid Al Iman tersebut dihadiri hadiri hampir 250 jamaah. Materi yang disampaikan menjadi penggugah semangat para jamaah yang hadir karena membongkar isu-isu terkait upaya pendangkalan aqidah melalui beragam cara di era globalisasi seperti sekarang ini.
Tidak hanya itu Ustadzah Dewi Purnamawati juga membakar semangat juang para jamaah untuk memegang teguh ajaran islam dengan menceritakan pengalaman hidupnya sebelum mendapatkan hidayah dan mememluk agama Islam pada tahun 1999. Menurutnya sangat berat tantangan yang dihadapi setelah resmi islam, , mulai dari dikucilkan, dicurigai sesama muslim Yang paling pedih, dia tidak diaku ibu oleh anak kandungnya sendiri karena mempertahankan ajaran Islam.
“Hingga saat ini keluarga tetap tidak mengakui sebagai anak, sementara anaknya pun juga tidak mengakui sebagai ibu setelah mempertahankan keyakinan Islam dalam diri saya”,kata Ustadzah Dewi.
Kepercayaan kepada Allah sebagai penolong hamba-Nya semakin kuat, akhirnya beliau mampu menemukan kehidupan yang baru bersama orang orang yang setia di jalan-Nya seperti berdakwah bersama Badan Wakaf Al-Qur’an. Menggalang donasi untuk berbagai kitab suci Al-Qur’an utamanya ke daerah pelosok negeri yang rentan dengan sasaran pendangkalan aqidah.
“Beginilah perjalanan hidup yang saya lalu sampai bisa menemukan jalan hidup bersama Al-Quran, sekarang bagaimana cara kita membentengi aqidah ini dengan meniongkatkan ketaqwaan”,ucapnya.
Dijelaskan dalam Al-Qur’an ciri orang tang bertaqwa diantaranya Yakin dengan sepenuh hati adanya Allah, malaikat, wahyu, hari akhir, serta surga dan neraka meskipun tidak terlihat. Menegakkan shalat lima waktu dengan konsisten, khusyuk, dan sesuai rukun-rukunnya, Gemar berinfak dan bersedekah, baik dalam keadaan lapang (kaya) maupun sempit (miskin) Yakin pada Al-Quran dan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya kepada para Nabi.Mampu menguasai diri dan menahan amarah saat emosi sedang memuncak.
“Bersikap lapang dada dan memaafkan orang yang berbuat salah, bukan membalas dendam. Jika terlanjur melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah dan memohon ampunan. Berbuat baik kepada sesama manusia, makhluk lain, dan lingkungan serta bersikap amanah”,jelasnya.
Kepada para generasi muda, Ustadzah Dewi Purnamawati juga mengngatkan untuk tetap waspada dengan upaya pendangkalan aqidah melalui media digital, masuknya budaya yang bertentangan dengan nilai keislaman serta mewaspadai segala hal yang dapat merusak keimanan.
Mewakili Takmir Masjid Al-Iman, Ahmad Subandriyo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada BWA bersama Ustadzah Dewi Purnamawati yang telah menggelar Safari Dakwah, memberikan penyemangat pencerahan kepada para jamaah.
“Ini bagian dari upaya Takmir dan Panitia Ramadhan Remaja Masjid di Al-Iman untuk memakmurkan masjid utamanya di bulan Ramadhan 1447 H, masjid Al-Iman ini dibangun diatas tanah wakaf yang diberikan seorang mualaf, dan kebetulan pagi ini yang memeberikan pengajian juga seorang mualaf”,ucapnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
