Berbeda Tempat, Senior Promeg dan Kader Struktural DPC PDIPKlaten Gelar Refleksi Peristiwa Kudatuli
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Jumat, 26 Jul 2024
- visibility 475
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Klaten dan sejumlah tokoh senior aktifis pro mega (Promeg) memperingati 28 tahun peristiwa 27 Juli 1996 atau dikenal dengan Kudatuli di tempat yang berbeda.
Ketua DPC PDIP Klaten dan sejumlah pengurus struktural mengglelar refleksi peringatan peristiwa Kudatuli di kantor secretariat DPC PDIP setempat, Jum’at (26/7/2024)malam. Ratusan aktifis Promeg di Klaten juga menggelar peringatan Kudatuli di Monumen Juang 45, Komplek GOR Gelarsena.
Sariyono, Ketua Panitia kegiatan peringatan 28 tahun Kudatuli di Monumen Juang 45 Sangkal Putung mengatakan kegiatan malam ini mrupakan hasil peremuan para senior partai yang telah paham tentang peristiwa kudatuli.
“Kita kumpul disini, berdoa bersama untuk para pejuang partai yang gugur dalam peristiwa kelam 27 Juli 1996 di Jakarta “,katanya.
Dijelaskan Sariyono, peringatan Kudatuli di Monumen Juang ini dihadiri pare senior partai promeg dan perwakilan struktural 24 PAC PDI P di kota bersinar.
“Melalui momentum peringatan Kudatuli ini, kami meminta tolong, menyeru agar aspirasi para senior didengar oleh DPP PDIP , aspirasinya antara lain karena ini mendekati Pilkada, kepada DPP PDIP untuk merekomendasikan kader yang dari internal PDIP”,jejalsnya.

Sementara itu di kantor DPC PDIP Klaten. Ketua DPC dan pengurus struktural menggelar malam renungan yang diisi dengan doa bersama dan pemutaran film dokumenter peristiwa 27 Juli. Sebelum meninggalkan kantor DPC, Sri Mulyani berharap PDIP di Klaten tetap solid.
Sedangkan Sekretaris DPC PDIP, Agus Riyanto menerangkan kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan surat instruksi DPP PDI P untuk menggelar peringatan kudatuli dengan meggelar doa dan pemutaran film dokumenter.
“Melalui peringatan ini para keder bisa mengambil hikmah dari peristiwa kelam 27 Juli 1996, untuk tidak berhenti, gentar atau takut dalam menegakkan keadilan seperti yang dilakukan para pendukung Megawati pada waktu itu”,terangnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
