Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Memasuki Usia 107 Tahun, Aisyiyah Makin Peka Dengan Problem Kemanusiaan Internasional Yang Makin Komplek

Memasuki Usia 107 Tahun, Aisyiyah Makin Peka Dengan Problem Kemanusiaan Internasional Yang Makin Komplek

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2024
  • visibility 798
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

sieradmu.com Yogyakarta – Mengusung tema “Memperkokoh dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta” ‘Aisyiyah  akan memperingati miladnya yang ke-107 tahun pada 19 Mei 2024.

Sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah yang didirkan pada 27 Rajab 1335 H / 19 Mei 1917 ini hadir di tengah situasi budaya yang membatasi peran-peran perempuan hanya di ranah domestik. K.H Ahmad Dahlan bersama para sahabatnya serta istrinya Nyai Siti Walidah, kemudian memberikan kesempatan pendidikan serta akses bagi para perempuan Kauman, Yogyakarta untuk berkiprah di publik.

Gerakan ini kemudian menyebar dan meluas tidak hanya di seluruh pelosok negeri tetapi hingga di mancanegara. Tercatat ‘Aisyiyah memiliki 35 Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah tingkat provinsi, 460 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah tingkat kabupaten, ribuan  Pimpinan Cabang ’Aisyiyah tingkat kecamatan, dan puluhan ribu  Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah di tingkat desa; serta sepuluh Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) yakni yakni PCIA Kairo-Mesir, Australia, Malaysia, Islamabad-Pakistan, Sudan, Taiwan, Turki, Hongkong, Jepang, dan Britania.

Dengan memegang panji Islam Berkemajuan yang memberi kesempatan yang sama bagi laki-laki dan perempuan dalam beramal saleh, ‘Aisyiyah membuktikan perannya dalam menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa.

Teologi Al Maun yang diajarkan Kyai Dahlan dalam memberantas kemiskinan, kebodohan, dan kejumudan menjadi doktrin bahwa ajaran Islam tidak hanya teks yang dihafalkan tetapi Islam yang dipahami dan dipraktikkan.

Pengentasan kemiskinan, kebodohan, kesehatan yang minim, kejumudan dilakukan kepada semua orang tanpa terbatasi oleh sekat agama,suku bangsa, bahasa, serta warna kulit. Gerakan ‘Aisyiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, bantuan kemanusian, perlindungan perempuan dan anak, kepedulian kepada kelompok marginal adalah perwujudan kesetaraan gender, berpihak kepada kelompok rentan seperti disabilitas, perempuan, anak, lansia, serta perwujudan inklusi sosial.

Kini di perjalanan dua abad usianya, ‘Aisyiyah melihat berbagai problem kemanusiaan yang semakin kompleks. Dunia masih menghadapi problem kemiskinan dan bahkan kemiskinan esktrem; di mana 1 dari 10 perempuan di dunia berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem.

Selain itu juga kesulitan mendapatkan kebutuhan paling mendasar yakni akses pada makanan (food security), akses pekerjaan yang layak dan sanitasi.

Banyak negara juga mengalami problem konflik akibat perang seperti di Ukraina, upaya pendudukan Israel atas jalur Gaza Palestina dengan cara yang sangat brutal dan telah menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit tidak hanya militer namun kalangan masyarakat sipil termasuk perempuan dan anak-anak.

Khusus dampak pendudukan Israel atas jalur Gaza ini telah memunculkan problem yang sangat mendasar terkait dengan hak-hak dasar kemanusiaan yaitu ratusan ribu rakyat Palestina menjadi pengungsi dan tidak memiliki tempat tinggal yang aman dan layak, susahnya akses kesehatan karena dihancurkannya rumah sakit, krisis pangan akibat sabotase Israel dengan menghalangi bantuan makanan ke jalur Gaza, terjadinya gizi buruk pada anak-anak, perempuan hamil tidak memiliki akses kesehatan, dan ganguan psikis akibat perang yang terus menghantui.

Belum lagi persoalan konflik antar suku ataupun etnis di beberapa negara Afrika dan Asia, telah memunculkan problem kemanusiaan baru yaitu munculnya gelombang pengungsian masyarakat sipil. Mereka terusir dari negaranya, tidak memiliki akses rumah tinggal, menderita kelaparan, hidup dalam kondisi ketakutan akan keamanan diri dan keluarganya dan terancam bahaya kematian.

Kasus pengungsi Rohingya saat ini masih belum tuntas, baik di negaranya sendiri maupun di negara-negara lokasi pengungsian. Begitu juga konflik di Afghanistan, telah menyebabkan perempuan terpinggirkan dan tidak dapat terpenuhi haknya dalam bidang pendidikan dan akses kerja yang layak.

Dampak perubahan iklim juga dapat kita lihat secara nyata dampaknya di berbagai belahan dunia. Bencana alam yang diakibatkan oleh dampak perubahan iklim telah mengakibatkan banjir, tanah longsor, kekeringan yang panjang; menambah daftar panjang problem problem kemanusiaan yang kita hadapi.

Banjir dan kekeringan menyebabkan banyak keluarga harus mengungsi, kehilangan tempat tinggal, kehilangan mata pencaharian, terkena berbagai macam penyakit.

Berbagai problem ini, sebagian juga menjadi problem yang dihadapi di Indonesia. Angka kemiskinan di Indonesia di tingkat nasional masih pada angka 9,36% ; dan kemiskinan ekstrem 1,12%; belum lagi makin tingginya kesenjangan ekonomi dan sosial yang terjadi. Kemiskinan telah mendorong rakyat berbondong-bondong pergi ke luar negeri untuk mendapatkan pekerjaan namun perlindungan belum diberikan secara maksimal . Akses atas hak hak dasar warga negara juga masih menjadi isu penting kemanusiaan yang harus direspon segera baik akses dalam bidang pendidikan, kesehatan maupun pemenuhan hak-hak ekonomi.

Di beberapa daerah problem konflik lahan antara perusahaan besar maupun negara dengan masyarakat termasuk masyarakat adat membutuhkan penyelesaian yang adil dan memanusiakan warga negara dengan pendekatan HAM Kasus kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat, dan jika tidak dilayani dengan baik maka meng ingkari dan mengabaikan pemenuhan hak-hak nya untuk mendapatkan hak hidup secara aman dan terlindungi.

Pemenuhan akses bagi kelompok penyandang disabilitas menjadi isu penting dan harus menjadi perhatian sebagai bagian dalam melakukan dakwah kemanusiaan.

Berbagai permasalahan yang nyata ini tentu membutuhkan peran multipihak dan kerja sinergis untuk mengatasinya. ‘Aisyiyah juga menunjukkan komitmennya dalam menghadapi berbagai permasalahan di tingkat nasional maupun global. Risalah Perempuan Berkemajuan yang ditetapkan di Muktamar ‘Aisyiyah ke 48 di Surakarta menunjukkan komitmen ‘Aisyiyah dalam kiprahnya, dimana dua diantaranya adalah komitmen dalam aktivitas kemanusiaan universal. Bahwa perempuan merupakan bagian dari warga dunia dalam relasi antar manusia yang setara, adil, dan berkeadaban.

Oleh karena itu, perempuan dan gerakan-gerakan perempuan dari berbagai latarbelakang penting berkomitmen mengambil peran dalam usaha-usaha penguatan nilai-nilai dan praksis kemanusiaan universal, berpartisipasi aktif dalam melaksanakan program perdamaian, penanggulangan pengungsi, pendampingan korban perang dan kekerasan, advokasi lingkungan, penanggulangan pandemi dan endemi, penanggulangan bencana dan kelaparan, serta berbagai aktivitas kemanusiaan di tingkat global lainnya.

Milad ‘Aisyiyah ke 107 tahun ini, juga menjadi momentum yang penting untuk terus menguatkan komitmen ‘Aisyiyah dalam melakukan dakwah kemanusiaan universal. Dakwah kemanusian semesta yang diusung sebagai tema menggambarkan kerja-kerja ‘Aisyiyah sebagai dakwah yang melintas batas agama, bangsa dan negara. Melalui tema ini ‘Aisyiyah mengingatkan kembali masyarakat Indonesia bahwa perempuan berkemajuan dalam perspektif Islam didorong untuk menjalankan peran keagamaan yang menyebarkan nilai nilai kemanusiaan semesta yang rahmatan lil alamin. Resepsi Milad 107 tahun ‘Aisyiyah ini akan dilaksanakan pada Ahad, 19 Mei 2024 yang berlokasi di Universitas ‘Aisyiyah Surakarta.

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Puluhan Ribu KIS PBI di Klaten Dinonaktifkan, Ardiati :Kami Tidak Tinggal Diam

    Tiga Puluhan Ribu KIS PBI di Klaten Dinonaktifkan, Ardiati :Kami Tidak Tinggal Diam

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Persoalan Ribuan warga Klaten yang sebelumnya terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) kini tak lagi bisa mengakses layanan kesehatan gratis menjadi perhatian Anggota DPRD Klaten dari Fraksi Partai Golkar, Ardiati Mustikaningsing. Menurtnya kebijakan ini sangat merugikan rakyat yang kurang mampu untuk mendapatkan layanan kesehatan dari pemerintah. “Akhir akhir […]

  • Ratusan Warga Kecemen Terima Pencairan BLT Cukai Tembakau, Penerima Manfaat Turun 50% Lebih

    Ratusan Warga Kecemen Terima Pencairan BLT Cukai Tembakau, Penerima Manfaat Turun 50% Lebih

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 244
    • 0Komentar

    sieradmu.com Klaten – Ratusan warga Desa Kecemen , Kecamatan Manjstengo terliat riang setelah menerima pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025. Para penerima manfaatpun merasa terbantu dengan adanya BLT yang sudah ditunggu tunggu . Informasi yang dihimpun sieradmu.com pada Jum,at pagi (21/11/2025) , para penerima manfaat nampak mulai berdatangan […]

  • Terima Kunjungan Pengurus KONI Klaten, UMKLA Didorong Buka Prodi Keolahragaan

    Terima Kunjungan Pengurus KONI Klaten, UMKLA Didorong Buka Prodi Keolahragaan

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 909
    • 0Komentar

    sieradmu.com Klaten – Terus berbenah, Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) menerima kedatangan pengurus KONI Klaten untuk membuka peluang kerja sama pengembangan keolahragaan dengan UMKLA. Rombongan dipimpin, Ketua Umum KONI Klaten Parwanto, Dewan Kehormatan KONI Otto Saksono, Sekretaris Umum Tarmuji, Bendahara Heri Sudarsono dan Ketua Bidang Libang Agung Widodo, diterima Rektor UMKLA, Sri Sat Titi Hamranani NS […]

  • Terjun Ke Dapil, Anggota MPR-RI Ini Kumpulkan Ratusan Generasi Muda di Imogiri Bantul

    Terjun Ke Dapil, Anggota MPR-RI Ini Kumpulkan Ratusan Generasi Muda di Imogiri Bantul

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Bantul –  Tiada henti dalam membangun kedekatan dengan masyarakat dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang nilai-nilai fundamental berbangsa dan bernegara agar persatuan dan kesatuan terjaga di tengah keragaman serta tantangan globalisasi dengan berbagai cara. Kali ini Anggota MPR-RI, A-212 Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta, GM.Totok Herdi Santosa, […]

  • Silaturahmi Dengan Media, RSUCH Sampaikan Layanan Unggulan Hingga Kesiapan Penerapan Aturan KRIS

    Silaturahmi Dengan Media, RSUCH Sampaikan Layanan Unggulan Hingga Kesiapan Penerapan Aturan KRIS

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 626
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Rumah Sakit Umum Cakra Husada (RSUCH) Klaten siang tadi (18/2/2025) menggelar silaturahmi dengan sejumlah awak media di aula Cakra Square. Selain menyampaikan layanan unggulan dalam pertemuan tersebut juga disampaikan kesiapan RSUCH menghadapi perubahan aturan terkait penerapan sistem kelas rawat inap standar (KRIS). Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSU Cakra Husada Klaten, dr. […]

  • Tampilkan Kreatifitas Seni Bahasa dan Sastra, SMA Muhamamdiyah 1 Klaten Gelar Aruna Kara Bulan Bahasa

    Tampilkan Kreatifitas Seni Bahasa dan Sastra, SMA Muhamamdiyah 1 Klaten Gelar Aruna Kara Bulan Bahasa

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Klaten menggelar “Aruna Kara Bulan Bahasa yang merupakan ajang pencarian bakat dan sekaligus menampilkan potensi seni bagi para siswa di sekolahnya para juara, Kamis (2/10/2025). Kepala SMA Muhamamdiyah 1 Klaten menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata sekolah dalam memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi sesuai dengan […]

expand_less