Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Mencerahkan, Haedar Nashir Sampaikan Refleksi Peringatan Hari Lahir Pancasila

Mencerahkan, Haedar Nashir Sampaikan Refleksi Peringatan Hari Lahir Pancasila

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
  • visibility 408
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa peringatan kelahiran Pancasila setiap 1 Juni  bukanlah sekadar  seremonial.

“Jadikan momentum kelahiran Pancasila sebagai komitmen nilai dan moral kebangsaan untuk merefleksikan kembali jati diri Indonesia sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila,”tegas Haedar pada Ahad (1/6).

Di tengah dinamika zaman, lanjut Haedar, Pancasila harus senantiasa menjadi kompas ideologis dan etika publik dalam kehidupan bernegara. Sebab pada dimensi ini kehidupan bernegara masih memiliki titik lemah.

“Kita harus jujur mengakui korupsi, ketimpangan sosial, penyalahgunaan kekuasaan, dan rendahnya keteladanan moral para elite adalah bentuk-bentuk pengingkaran terhadap Pancasila yang mesti kita koreksi bersama,”jelas Haedar.

Demikian juga penyalahgunaan otoritas dalam pengelolaan sumberdaya alam, kuatnya oligarki politik dan ekonomi, penyelewengan dan politisasi hukum, dan perusakan etika bernegara masih kuat dalam kehidupan bernegara di negeri ini. Praktik kehidupan politik, ekonomi, dan budaya pasca reformasi sangat liberal yang berdampak pada kehidupan yang serba boleh atau pragmatis dan oportunistik seperti politik uang, politik transaksional, premanisme yang dilindungi negara, dan sikap warganegara yang serba permisif.

“Karenanya tantangan terbesar saat ini bukanlah mempertentangkan Pancasila dengan ideologi lain serta terus memproduksi isu radikalisme tanpa fokus dan kejelasan pemikiran. Tetapi bagaimana kita mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila secara otentik dalam realitas sosial, politik, ekonomi, hukum, serta seluruh praktik berbangsa dan bernegara,”imbuh Haedar.

Jika Soekarno menyebutkan Pancasila sebagai philosopische grondslag (dasar filosofis) atau Weltanschauung (pandangan dunia) maka Dasar Negara tersebut harus menjadi fondasi bangunan kehidupan berbangsa dan bernegara secara struktural dan aktual dalam perikehidupan berbangsa bernegara. Artinya, Pancasila harus betul-betul dijadikan nilai penting yang menjiwai dan sekaligus membentuk pemikiran mendasar dalam kehidupan berbangsa dan penyelenggaraan bernegara.

Selain itu membuahkan perilaku nyata para pejabat, aparatur, seluruh elite publik dalam menjalankan pemerintahan negara dari pusat sampai daerah. Termasuk bagi para mantan pejabat negara dan yang sudah purna tugas agar menunjukkan etika luhur dalam berbangsa bernegara sebagai para negarawan berjiwa Pancasila, supaya  tidak tamak kuasa dan digdaya.

Haedar juga menjelaskan bahwa Pancasila lahir dari konsensus luhur para pendiri bangsa dan tokoh-tokoh nasional yang datang dari berbagai latar belakang agama, suku, dan golongan.

“Pancasila hadir dari hasil perenungan dan pemikiran mendalam dalam menghadirkan dasar negara yang inklusif, adil, dan mempersatukan. Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan nilai hidup bersama yang harus dibumikan secara nyata. Karenanya sudah tinggi waktunya untuk menjadikan Pancasila sebagai praktik hidup nyata berbangsa bernegara,”jelas Haedar.

Bagi Muhammadiyah, lanjut Haedar, Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sebaliknya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat sejalan dengan ajaran Islam: Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Sejak awal kemerdekaan hingga kini, Muhammadiyah berkomitmen untuk menerima, menjaga, dan mengamalkan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan berbangsa, melalui dakwah pencerahan, pendidikan, kesehatan, dan aksi sosial kemanusiaan.

“Muhammadiyah mengunci sikap dasar itu dalam dokumen resmi Negara Pancasila Darul Ahdi Wasyahadah,”tegas Haedar.

Haedar juga mengatakan bahwa di tengah situasi global yang kompleks dan penuh tantangan, Pancasila harus hadir sebagai kekuatan pemersatu dan pengarah jalan kemajuan Indonesia dan ranah dunia. Membela Palestina dan mengutuk segala bentuk agresi, genosida, dan penjajahan legal maupun ilegal oleh negara manapun termasuk Zionis Israel adalah manifestasi menjalankan Konstitusi Negara dan Pancasila. Bukan urusan primordialisme agama apalagi wujud politik transaksional antarnegara.

“Sila keempat dalam Pancasila sama pentingnya dalam berbangsa dan bernegara, termasuk dalam berpolitik dan berdemokrasi. Bagaimana nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Menurut sejumlah ahli dan praktik di kehidupan nyata, politik dan demokrasi Indonesia sudah sangat liberal,”papar Haedar.

Para aktor baik institusi maupun elitnya terbiasa pragmatis dan oportunistik, demi meraih dan mewujudkan kepentingannya apa saja dihalalkan, termasuk mengakali konstitusi dan peraturan. Hukum pun disalahgunakan dan disiasati demi kepentingan politik sesaat. Warga bangsa pun terbiasa pragmatis dan oportunistik. Oligarki politik berbaju koalisi pun samar-samar maupun terbuka menjadi hegemoni kekuasaan bernegara. Karenanya politik dan demokrasi Indonesia kehilangan jiwa hikmah-kebijaksanaan, permusyawaratan, dan perwakilan. Di sinilah pentingnya perenungan mendasar, bahwa sistem dan politik demokrasi Indonesia saat ini sejatinya menyalahi atau banyak tidak sejalan dengan Sila Keempat Pancasila.

“Selain itu, kesenjangan sosial dan kemiskinan juga masih menjadi realitas di negeri ini. Sementara oligarki politik dan oligarki ekonomi makin menyatupadu  kehidupan kebangsaan dan kenegaraan di Republik ini. Jelas hal itu tidaklah sejalan dengan Sila Kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” ungkap Haedar.

Kita ingat pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, “Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara semua buat semua, satu buat semua, semua buat satu’.”.

Haedar juga menambahkan bahwa sumberdaya alam harus dimanfaatkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya untuk hajat hidup orang banyak, demi keadilan dan kemakmuran bersama seluruh rakyat Indonesia.

“Karenanya Pancasila jangan terus dislogankan, diteriakkan, disimbolisasikan, dan apalagi dikeramatkan dengan gempita. Pancasila tidak untuk disakralkan dan diglorifikasi dengan paham puritan dan fanatik buta, yang melahirkan pandangan ultranasionalisme, tanpa perwujudan di dunia nyata dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara,”tegas Haedar. Sebaliknya Pancasila juga jangan dinegasikan dengan praktik-praktik kehidupan bernegara yang berubah menjadi serba pragmatis, oportunistik, dan serba liberal.

Demi menjadikan Pancasila terwujud nyata dalam berindonesia, yakni: Berketuhanan Yang Maha Esa; Berperikemanusiaan yang adil dan beradab; Berpersatuan Indonesia; Berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; serta Berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka seluruh pejabat di eksekutif, legislatif, yudikatif, partai politik, dan institusi pemerintahan maupun komponen bangsa lainnya wajib hukumnya ber-Pancasila dalam kehidupan nyata.

“Pancasila akan kehilangan makna jika hanya dijadikan slogan atau simbol tanpa pelaksanaan nyata. Oleh karena itu, Muhammadiyah mengajak seluruh komponen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai inspirasi etika dan aksi kolektif,” tambah Haedar.

Terakhir, Haedar mengajak untuk menjaga dan amalkan Pancasila, bukan hanya dalam pidato, tetapi dalam perilaku dan kebijakan yang menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

“Jangan sampai Pancasila digelorakan menjadi salam tanpa makna dan berhenti menjadi kebanggaan semu dalam kehidupan berbangsa bernegara,”tutup Haedar.

 

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • LKKS Klaten Teken MoU Dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ini Cakupan Kerjasamanya

    LKKS Klaten Teken MoU Dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ini Cakupan Kerjasamanya

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Yogyakarta – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Klaten melakukan penandatanganan kerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terkait dengan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Penandatanganan MoU dilaksanakan dikampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ole Ketua LKKS Klaten, Fitria, S.T, M.Si dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si pada Rabu […]

  • Didukung Civitas Akademika, Webinar Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital STAIT Yogyakarta Berjalan Lancar

    Didukung Civitas Akademika, Webinar Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital STAIT Yogyakarta Berjalan Lancar

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Yogyakarta – Puluhan peserta mengikuti Webinar dengan tajuk, Mental Health Check-Up : Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital”). Kegiatan ini diselenggarakan Mahasiswa program studi manajemen dakwah Sekolah Tinggi Agama Islam Terpadu (STAIT) Yogyakarta. Steering Committee Webinar STAIT Yogyakarta, Hanifah Noviandari, M. Pd. Mengatakan, kegiatan webinar melalui aplikasi zoom meeting ini merupakan project akhir para […]

  • Berpamitan, Ratusan Calhaj Diberikan Bekal Lauk Pauk Kering Cita Rasa Khas Klaten

    Berpamitan, Ratusan Calhaj Diberikan Bekal Lauk Pauk Kering Cita Rasa Khas Klaten

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Ratusan calon jamaah haji asal Kabupaten Klaten berpamitan untuk berangkat ke Tanah Suci di Grha Bung Karno Klaten pada, Selasa (06/05/2025). Pemerintah Kabupaten Klaten memberikan bekal lauk pauk kepada calon haji sebelum diberangkatkan menuju embarkasi haji Donohudan, Kabupaten Boyolali. Ketua Panitia Pmberangkatan dan Pemulangan Haji (P3H) Kabupaten Klaten, Joko Purwanto melaporkan tahun […]

  • Persiapan 75%, Limaribuan Peserta Akan Ramaikan Festival Al-Qur’an V MBS Klaten

    Persiapan 75%, Limaribuan Peserta Akan Ramaikan Festival Al-Qur’an V MBS Klaten

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 757
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Pondok Pesantren Muhammadiyah (MBS) Klaten melaksanakan rapat koordinasi pelaksanaan Festival Al-Qur’an V yang akan digelar pada 16 Februari 2025 di Graha Bung Karno, Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, Jawa Tengah. Panitia berencana menghadirkan Da’I kondang Ustdaz adi Hidayat pada puncak wisuda tahfidz, Festival Alqur’an MBS Klaten. Rapat koordinasi dihadiri Mudir MBS […]

  • Waduh, Petugas Terminal Soekarno Klaten Dianiaya Dua Oknum Tak Dikenal

    Waduh, Petugas Terminal Soekarno Klaten Dianiaya Dua Oknum Tak Dikenal

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 2.146
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Nasib na’as menimpa Valen (24) seorang pegawai pemerintah non PNS yang bertugas di Terimal Ir. Soekarno, Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah. Saat menjalankan tugas yang bersangkutan menjadi korban penganiayaan diarea terlarang oleh dua orang tak dikenal, pada Senin (18/3/2024) dini hari. Hari ini (19/3/2024) Vino melaporkan kejadian penganiayaan yang dialami ke Polres […]

  • Tawarkan Kemudahan Kuliah, UMKLA Perluas Jalinan Kerjasama Termasuk Rencana Audiensi Dengan Bupati

    Tawarkan Kemudahan Kuliah, UMKLA Perluas Jalinan Kerjasama Termasuk Rencana Audiensi Dengan Bupati

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Setelah dilantik menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA), Prof. Dr. Ir. Sukamta, ST., MT., IPU., ASEAN Eng langsung tancap gas melakukan konsolidasi baik secara internal maupun eksternal. Putra daerah kelahiran Bayat ini berencana menawarkan kemudahan kuliah di kampusnya melalui audiensi dengan Bupati Klaten. “Untuk konsolidasi internal hampir rampung, selanjutnya kami mulai melakukan […]

expand_less