Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » ARTIKEL » Mencerahkan, Haedar Nashir Sampaikan Refleksi Peringatan Hari Lahir Pancasila

Mencerahkan, Haedar Nashir Sampaikan Refleksi Peringatan Hari Lahir Pancasila

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
  • visibility 442
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa peringatan kelahiran Pancasila setiap 1 Juni  bukanlah sekadar  seremonial.

“Jadikan momentum kelahiran Pancasila sebagai komitmen nilai dan moral kebangsaan untuk merefleksikan kembali jati diri Indonesia sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila,”tegas Haedar pada Ahad (1/6).

Di tengah dinamika zaman, lanjut Haedar, Pancasila harus senantiasa menjadi kompas ideologis dan etika publik dalam kehidupan bernegara. Sebab pada dimensi ini kehidupan bernegara masih memiliki titik lemah.

“Kita harus jujur mengakui korupsi, ketimpangan sosial, penyalahgunaan kekuasaan, dan rendahnya keteladanan moral para elite adalah bentuk-bentuk pengingkaran terhadap Pancasila yang mesti kita koreksi bersama,”jelas Haedar.

Demikian juga penyalahgunaan otoritas dalam pengelolaan sumberdaya alam, kuatnya oligarki politik dan ekonomi, penyelewengan dan politisasi hukum, dan perusakan etika bernegara masih kuat dalam kehidupan bernegara di negeri ini. Praktik kehidupan politik, ekonomi, dan budaya pasca reformasi sangat liberal yang berdampak pada kehidupan yang serba boleh atau pragmatis dan oportunistik seperti politik uang, politik transaksional, premanisme yang dilindungi negara, dan sikap warganegara yang serba permisif.

“Karenanya tantangan terbesar saat ini bukanlah mempertentangkan Pancasila dengan ideologi lain serta terus memproduksi isu radikalisme tanpa fokus dan kejelasan pemikiran. Tetapi bagaimana kita mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila secara otentik dalam realitas sosial, politik, ekonomi, hukum, serta seluruh praktik berbangsa dan bernegara,”imbuh Haedar.

Jika Soekarno menyebutkan Pancasila sebagai philosopische grondslag (dasar filosofis) atau Weltanschauung (pandangan dunia) maka Dasar Negara tersebut harus menjadi fondasi bangunan kehidupan berbangsa dan bernegara secara struktural dan aktual dalam perikehidupan berbangsa bernegara. Artinya, Pancasila harus betul-betul dijadikan nilai penting yang menjiwai dan sekaligus membentuk pemikiran mendasar dalam kehidupan berbangsa dan penyelenggaraan bernegara.

Selain itu membuahkan perilaku nyata para pejabat, aparatur, seluruh elite publik dalam menjalankan pemerintahan negara dari pusat sampai daerah. Termasuk bagi para mantan pejabat negara dan yang sudah purna tugas agar menunjukkan etika luhur dalam berbangsa bernegara sebagai para negarawan berjiwa Pancasila, supaya  tidak tamak kuasa dan digdaya.

Haedar juga menjelaskan bahwa Pancasila lahir dari konsensus luhur para pendiri bangsa dan tokoh-tokoh nasional yang datang dari berbagai latar belakang agama, suku, dan golongan.

“Pancasila hadir dari hasil perenungan dan pemikiran mendalam dalam menghadirkan dasar negara yang inklusif, adil, dan mempersatukan. Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan nilai hidup bersama yang harus dibumikan secara nyata. Karenanya sudah tinggi waktunya untuk menjadikan Pancasila sebagai praktik hidup nyata berbangsa bernegara,”jelas Haedar.

Bagi Muhammadiyah, lanjut Haedar, Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sebaliknya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat sejalan dengan ajaran Islam: Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Sejak awal kemerdekaan hingga kini, Muhammadiyah berkomitmen untuk menerima, menjaga, dan mengamalkan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan berbangsa, melalui dakwah pencerahan, pendidikan, kesehatan, dan aksi sosial kemanusiaan.

“Muhammadiyah mengunci sikap dasar itu dalam dokumen resmi Negara Pancasila Darul Ahdi Wasyahadah,”tegas Haedar.

Haedar juga mengatakan bahwa di tengah situasi global yang kompleks dan penuh tantangan, Pancasila harus hadir sebagai kekuatan pemersatu dan pengarah jalan kemajuan Indonesia dan ranah dunia. Membela Palestina dan mengutuk segala bentuk agresi, genosida, dan penjajahan legal maupun ilegal oleh negara manapun termasuk Zionis Israel adalah manifestasi menjalankan Konstitusi Negara dan Pancasila. Bukan urusan primordialisme agama apalagi wujud politik transaksional antarnegara.

“Sila keempat dalam Pancasila sama pentingnya dalam berbangsa dan bernegara, termasuk dalam berpolitik dan berdemokrasi. Bagaimana nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Menurut sejumlah ahli dan praktik di kehidupan nyata, politik dan demokrasi Indonesia sudah sangat liberal,”papar Haedar.

Para aktor baik institusi maupun elitnya terbiasa pragmatis dan oportunistik, demi meraih dan mewujudkan kepentingannya apa saja dihalalkan, termasuk mengakali konstitusi dan peraturan. Hukum pun disalahgunakan dan disiasati demi kepentingan politik sesaat. Warga bangsa pun terbiasa pragmatis dan oportunistik. Oligarki politik berbaju koalisi pun samar-samar maupun terbuka menjadi hegemoni kekuasaan bernegara. Karenanya politik dan demokrasi Indonesia kehilangan jiwa hikmah-kebijaksanaan, permusyawaratan, dan perwakilan. Di sinilah pentingnya perenungan mendasar, bahwa sistem dan politik demokrasi Indonesia saat ini sejatinya menyalahi atau banyak tidak sejalan dengan Sila Keempat Pancasila.

“Selain itu, kesenjangan sosial dan kemiskinan juga masih menjadi realitas di negeri ini. Sementara oligarki politik dan oligarki ekonomi makin menyatupadu  kehidupan kebangsaan dan kenegaraan di Republik ini. Jelas hal itu tidaklah sejalan dengan Sila Kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” ungkap Haedar.

Kita ingat pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, “Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara semua buat semua, satu buat semua, semua buat satu’.”.

Haedar juga menambahkan bahwa sumberdaya alam harus dimanfaatkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya untuk hajat hidup orang banyak, demi keadilan dan kemakmuran bersama seluruh rakyat Indonesia.

“Karenanya Pancasila jangan terus dislogankan, diteriakkan, disimbolisasikan, dan apalagi dikeramatkan dengan gempita. Pancasila tidak untuk disakralkan dan diglorifikasi dengan paham puritan dan fanatik buta, yang melahirkan pandangan ultranasionalisme, tanpa perwujudan di dunia nyata dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara,”tegas Haedar. Sebaliknya Pancasila juga jangan dinegasikan dengan praktik-praktik kehidupan bernegara yang berubah menjadi serba pragmatis, oportunistik, dan serba liberal.

Demi menjadikan Pancasila terwujud nyata dalam berindonesia, yakni: Berketuhanan Yang Maha Esa; Berperikemanusiaan yang adil dan beradab; Berpersatuan Indonesia; Berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; serta Berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka seluruh pejabat di eksekutif, legislatif, yudikatif, partai politik, dan institusi pemerintahan maupun komponen bangsa lainnya wajib hukumnya ber-Pancasila dalam kehidupan nyata.

“Pancasila akan kehilangan makna jika hanya dijadikan slogan atau simbol tanpa pelaksanaan nyata. Oleh karena itu, Muhammadiyah mengajak seluruh komponen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai inspirasi etika dan aksi kolektif,” tambah Haedar.

Terakhir, Haedar mengajak untuk menjaga dan amalkan Pancasila, bukan hanya dalam pidato, tetapi dalam perilaku dan kebijakan yang menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

“Jangan sampai Pancasila digelorakan menjadi salam tanpa makna dan berhenti menjadi kebanggaan semu dalam kehidupan berbangsa bernegara,”tutup Haedar.

 

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Andalan di Kota Atlas, Mangut Kepala Manyung Bu Fat Pedasnya “Nampol”

    Jadi Andalan di Kota Atlas, Mangut Kepala Manyung Bu Fat Pedasnya “Nampol”

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Semarang –  Menikmati suasana liburan sekolah bersama keluarga di Semarang belum lengkap rasanya sebelum menikmati kuliner legendaris di rumah makan kepala manyung Bu Fat. Usaha kuliner ini dirintis sejak tahun 1969. Warung Makan Kepala Manyung Bu Fat bisa dijumpai di Jalan Ariloka Raya, Krobokan, Semarang Barat. Warung Bu Fat ini tergolong legendaris sebagai kuliner […]

  • Kemungkinan Ada Perbedaan Awal Puasa, Kemenag Klaten Minta Saling Menghargai dan Jaga Harmonisasi

    Kemungkinan Ada Perbedaan Awal Puasa, Kemenag Klaten Minta Saling Menghargai dan Jaga Harmonisasi

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 655
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten –  Pemerintah masih menunggu sidang isbat untuk menentukan awal puasa Ramadan 1447 Hijriyah. Diperkirakan akan terjadi perbedaan awal puasa, namun, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten meminta masyarakat tidak mempersoalkan adanya perbedaan itu. Seperti diketahui Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026. Sementara, pemerintah kemungkinan baru akan mengumumkan awal […]

  • Anugerah WTN, Kemenhub Apresiasi Pemkab Klaten Dalam Tata Kelola Transprtasi Masyarakat

    Anugerah WTN, Kemenhub Apresiasi Pemkab Klaten Dalam Tata Kelola Transprtasi Masyarakat

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Jakarta  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten berhasil meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2024 dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi kepada Sekda Klaten, Jajang Prihono di Hub Space 2024 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/9/2024). Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi dalam rangka peringatan Hari […]

  • Tingkatkan Kualitas Asuhan, Tim PKM UMKLA Gelar Coaching Pengembangan Model Ronde Keperawatan Terstruktur

    Tingkatkan Kualitas Asuhan, Tim PKM UMKLA Gelar Coaching Pengembangan Model Ronde Keperawatan Terstruktur

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) menyelenggarakan kegiatan Coaching Pengembangan Model Ronde Keperawatan Terstruktur untuk Optimalisasi Patient Safety pada Jumat, 13 Februari 2026, di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah yang didukung oleh Hibah Riset Muhammadiyah (RisetMu) Batch IX Tahun […]

  • Program Pemberdayaan Perempuan, Aisyiyah Klaten Wisuda 60 Lulusan Sekolah Wirausaha MEK

    Program Pemberdayaan Perempuan, Aisyiyah Klaten Wisuda 60 Lulusan Sekolah Wirausaha MEK

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Klaten hari ini (12/10/2024) mewisuda 60 lulusan Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah (SWA) merupakan program yang diinisiasi oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. Ketua PDA Klaten menyebut SWA merupakan bentuk nyata Aisyiyah  untuk memberdayakan perempuan dalam bidang kewirausahaan. Wisuda dilakukan dengan pengalungan sam ir dan pemberian sertifikat […]

  • Rumah Ketua RT di Juwiring Diketahui Jual Miras,  Polres Klaten Bertindak Tegas

    Rumah Ketua RT di Juwiring Diketahui Jual Miras, Polres Klaten Bertindak Tegas

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 7.057
    • 0Komentar

    sieradmu.com  Klaten – Polres Klaten kembali menggelar operasi miras dalam rangka Operasi Lilin Candi 2024. Pada Kamis (26/12/2024) pukul 21.00 WIB, Wal hasil petugas berhasil mengamankan sepertiga ton miras jenis ciu. Informasi yang dihimpun, Unit Turjawali Sat Samapta yang dipimpin oleh Wakapolres Klaten Kompol Tegar Satrio Wicaksono, bersama AKP Edris Prayitno, Kegiatan ini dilakukan setelah adanya […]

expand_less