Dag Dig Dug, Barang Berharga Haedar Nashir Tertinggal di KA Gajayana, KAI Respon Cepat
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- visibility 216
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Profesor Haedar Nashir memberikan apresiasi kepada para petugas KAI Daerah Operasional 6 Yogyakarta yang telah bergerak cepat membantu pencarian gawai penumpang yang tertinggal.
Kejadian berawal saat Ketua Umum PP Muhamamdiyah melakukan perjalanan dari Kantor PP Muhammadiyah Jakarta menuju Yogyakarta dengan menggunakan KA Gajayana pada Selasa malam (10/2/2026). Beliaubaru menyadari bahwa gadget portable miliknya tertinggal di kereta setelah meninggalkan Stasiun Yogyakarta sekitar pukul 01. 45 WIB dini hari.
“Mengetahui gadget portable yang berisi dikumen penting kemudian saya melaporkan kejadian kepada petugas KAI agar bisa segera dilakukan pelacakan keberadaan barang berharga tersebut”,katanya, Selasa(11/2/2026).
Setelah sekian jam menunggu menurutnya, Petugas KAI mengabarkan bahwa gawai yang tertinggal di KA Gajayana sudah kembali sampai di Stasiun Tugu Yogyakarta. Bahkan dari petugas KAI Daop 6 Yogyakarta berinisiatif mengembalikan langsung ke Kantor PP Muhammadiyah di jalan Cik Ditiro Yogyakarta.
“Karena kebetulan ada agenda bersamaan maka saya langsung mengutus petugas untuk mengambil barang yang tertinggal tersebut ke stasiun Tugu”,ucapnya.
Bukan karena respon cepat karena gawai yang tertinggal saat perjalanan, Haedar Nashir juga menyampaikan apresiasi atas banyaknya pelayanan yang kian smart. Mulai dari ketepatan waktu, kebersihan, keramahan petugas pelayanan di stasiun hingga di atas kereta, hingga banyak pilihan jenis kereta api untuk perjalanan. Hal ini menandakan manajemen KAI kian berkembang modern.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih membenarkan kejadian tersebut, menurutnya pelayanan para petugas tersebut merupakan cerminan nilai-nilai Budaya Perusahaan yang menjadi landasan etika kerja seluruh insan KAI. Ini bukan hanya tentang mengembalikan barang, tapi tentang menjaga kepercayaan masyarakat terhadap KAI sebagai penyedia transportasi publik yang dapat diandalkan.
“KAI terus berkomitmen untuk menjadi perusahaan transportasi yang tidak hanya mengutamakan keselamatan dan kenyamanan, tetapi juga mengedepankan integritas dan kesigapan dalam setiap lini layanan. Tindakan para petugas ini adalah bukti bahwa KAI bukan hanya mengantarkan penumpang ke tujuan, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan yang menjaga dan memperkuat kepercayaan public”,pungkasnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
