Sieradmu.com Klaten – Sosialisasi peningkatan kualitas kebijakan melalui media tradisional kembali dilaksanakan Anggota DPRD Jawa Tengah, Kadarwati. Kali ini Legislator Komisi B tersebut menyajikan kesenian wayang dakwah dikolaborasikan dengan seni campursari di Gedung Gedang Rojo, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat,Jumat.

Pagelaran wayang dakwah ini menghadirkan dalang Ki Tri Harni Sugondo (Purn.Pol) yang mengangkat cerita yang didalamnya terkandung nilai baik itu nilai nilai yang negatif yang terwakili oleh Keluarga Kurawa yang berkuasa di kerajaan Astina Pura dan nilai nilai positif yang diwakili oleh keluarga Pandawa yang memerintah kerajaan Amarta.

“Dengan pagelaran wayang, menjadikan eduaksi kepada masyarakat agar bisa memilih, memilah antara nilai yang negatif maupun nilai yang positif. Meski akhirnya yang menang adalah nilai yang positif”,kata Ki Tri Harni (19/12/2025).

Upaya untuk melestarikan kesenian tradisional  yang dilakukan Anggota DPRD Jateng, Daerah Pemilihan 7 ini menurutnya merupakan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian seni budaya yang juga merupakan bagian dari implementasi Tri Sakti Bung Karno.

Dalam paparannya,  Anggota DPRD Jawa Tengah, Kadarwati menyampaikan, di tengah serbuan budaya asing melalui internet di dalam gadget, generasi muda harus tetap ikut menjaga, melestarikan dan mengembangkan seni budaya tradisional yang hidup di dalam masyarakat.

“Semoga nilai luhur yang terkandung di dalam seni budaya tradisional itu harus terus dijaga, dipelihara dan dikembangkan, generasi muda dapat memanfaatkan kemajuan tehnologi digital dalam rangka menjaga dan melestarikan seni budaya tradisional”,ucapnya.

Kadarwati menyebut dalam pagelaran seni wayang kulit ini banyak cerita dan tokoh yang didalamnya memiliki nilai edukasi seperti halnya Ismoyo yang merupakan nama lain atau wujud asli dari tokoh utama punakawan yang sangat penting, yaitu Semar.

“Dia adalah dewa yang turun ke bumi untuk menjadi penasihat dan pengasuh para ksatria, khususnya Pandawa dalam kisah Mahabharata dan Rama dalam Ramayana versi Jawa. Sifat Ismoyo (Semar) dalam pewayangan adalah bijaksana, arif, rendah hati, sabar, tulus, dan idealis, melambangkan kekuatan moral yang sederhana namun kuat untuk membimbing ksatria menuju kebenaran dan keadilan”,ucapnya. (Nur)