Tingkatkan Harapan Hidup Warga Jateng, Kadarwati Aktif Gelar Edukasi Kesehatan di Dapil 7
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Senin, 13 Okt 2025
- visibility 213
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Kasus Leptospirosis dan angka stunting yang tinggi masih menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Kadarwati, disela tugasnya sebagai wakil rakyat di Gedung Berlian DPRD Jawa Tengah, kegiatan edukasi kesehatan terus dilakukan di daerah pemilihannya.
Disela kegiatan bertajuk Peningkatan Kualitas Pelaksanaan Tugas Bapemperda untuk Mencegah Berkembangnya Leptospirosis, Kadarwati mengatakan kasus leptospirosis dan stunting menjadi perhatian penting karena berpengaruh langsung terhadap angka harapan hidup masyarakat.
“Kita bergerak di bidang kesehatan untuk meningkatkan harapan hidup masyarakat Jawa Tengah agar melebihi provinsi lain, salah satunya dengan pencegahan penyakit yang disebabkan oleh tikus, yaitu leptospirosis. Selain itu, kita juga menyiapkan generasi muda yang sehat melalui pencegahan stunting sejak dini,”, katanya di Aula Kantor Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Senin (13/10/2025).
Untuk mencegah stunting perlu ada perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak perlu dimulai sejak masa kehamilan hingga 1000 hari pertama kehidupan bayi, karena masa itu menentukan kecerdasan dan tumbuh kembang anak.
“Masalah gizi dan kesehatan ibu hamil itu sangat penting. Kalau tidak diperhatikan, risiko bayi kekurangan gizi atau anemia bisa tinggi, dan itu berpengaruh pada masa depan generasi kita,” ucanya.
Sementara itu dalam paparannya Bidan Desa Jatipuro, Haris Yanti, juga memberikan penjelasan mengenai cara penularan leptospirosis serta langkah-langkah pencegahannya sekaligus menghadirkan pengakuan warga yang pernah terjangkit penyakit leptospirosis.
“Memang penyakit ini bisa menular secara langsung maupun tidak langsung. Penularan langsung terjadi saat manusia bersentuhan dengan hewan yang sudah terinfeksi, sedangkan penularan tidak langsung bisa melalui air atau tanah yang sudah tercemar urin tikus”,ujarnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
