Sangat Meresahkan Petani, Aparat TNI dan Polri Ikut Lakukan Gropyokan Hingga Area Persawahan
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Senin, 13 Jan 2025
- visibility 463
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Dinilai meresahkan petani, jajaran Polsek Jatinom bersama para perangkat dan puluhan petani melakukan gropyokan tikus, Senin (13/1/2025). Sinergitas ini bagian dari upaya meningkatkan hasil panen para petani.
Para petugas dan petani nampak bersabar menangkap tikus yang selama ini menjadi musuh para petani di sawah. Kejar kejaran pun terjadi untuk mendapatkan tikus yang merusak tanaman tersebut. Dalam gropoyokan tersebut berhasil ditangkap 190 tikus .
Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa Gedaren Udin Diantara, PPL Kecamatan Jatinom yang dipimpin oleh Parjo, perangkat desa, petani pemilik lahan, serta Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Desa Gedaren. Bersama-sama, mereka menggunakan metode tradisional yang efektif untuk menangkap tikus di lahan persawahan.

Kapolres Klaten melalui Kasi Humas, AKP Nyoto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Klaten. Menurutnya, serangan hama tikus menjadi ancaman serius bagi petani, sehingga kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.
“Pemberantasan hama tikus ini bertujuan untuk membantu petani melindungi tanaman padi dari kerusakan yang disebabkan oleh tikus, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Klaten,” ujarnya.
Seperti diketahui, Tikus diketahui dapat menyerang tanaman padi pada berbagai fase pertumbuhan, mulai dari semai hingga menjelang panen. Jika tidak ditangani, serangan ini dapat menyebabkan tanaman tidak berkembang bahkan gagal panen. Dengan kegiatan ini diharapkan serangan hama ini dapat diminimalisir sehingga produktivitas panen meningkat. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
