Sieradmu.com Sleman – Pancasila adalah kunci ketahanan jati diri bangsa di era globalisasi, berperan sebagai filter ideologi dan moral untuk menyerap pengaruh positif global sambil menolak yang negatif, memperkuat karakter bangsa (nasionalisme, toleransi, gotong royong) agar tidak tergerus budaya asing, serta menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak sesuai nilai luhur bangsa, menjaga persatuan, dan membangun identitas Indonesia yang kokoh di tengah arus perubahan global.

Hal tersebut disampaikan Anggota MPR-RI, A-212 Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta, GM.Totok Herdi Santosa, menyampaikan hal tersebut sebagai nara sumber dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD-1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika yang berlangsung di Balai Pertemuan Kalurahan Triharjo, Jalan Magelang KM-13, Krapyak, Triharjo, Kecamatan Sleman, KabupatenĀ  Sleman pada Senin (15/12/2025).

ā€œPerkembangan zaman kembali mengingatkan kita untuk mempeteguh jati diri bangsa yakni Pancasila yang didalamnya terdapat norma yang mampu menjadi saringan nilai, sikap, dan pengetahuan dari luar agar tidak menghilangkan kepribadian bangsa Indonesia, seperti menyaring budaya populer yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur. Pancasila berperan sebagai landasan moral untuk menghadapi tantangan global, mendorong perilaku jujur, adil, beradab, dan berkeTuhanan dalam kehidupan sehari-hariā€,katanya dihadapan ratusan peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Nampak terlihat pserta begita terbawa dengan penjelasan yang sangat relevan dengan situasi sekarang yang sangat memerlukan Pancasila sebagai Penguat Identitas Nasional dengan lima sila didalamnya.

ā€Pancasila ini keberadaannya sebagai solusi segala persoalan, termasuk persoalan yang muncul akibat globalisasi, seperti individualisme dan ketidakpedulian sosial ditengah tantangan global terhadap jati diri bangsa, adanya degradasi nilai serta kuatnya pengaruh Arus informasi dan budaya asing yang massif berpotensi menghilangkan nilai-nilai budaya lokal., silusinya adalah Pancasila iniā€,ujarnya.

Sedangkan dalam mengimplementasikan di Era Globalisasi, GM. Totok Herdi menyatakan dapat dilakukan dengan Revitalisasi pendidikan Pancasila untuk membangun karakter bangsa sejak dini. Ā Mengamalkan nilai Pancasila secara utuh, termasuk semangat religius, jujur, rela berkorban, dan berpikir positif.

ā€œAksi nyatanya bisa kita lakukan dengan mencintai produk dalam negeri, menggunakan Bahasa Indonesia, serta memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan budaya Indonesia.ā€,tutupnya. (Nur)