SPPG Ngemplak Layani 2882 Siswa, Taati Aturan, Guru dan Karyawan Juga Akan Terima MBG
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
- visibility 286
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Dapur Sentral Pelayanan Pemenuhan Gizi, (SPPG), Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di Dukuh Jatiweru, Desa Ngemplak, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten siang tadi (13/1/2026) diresmikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten setempat mewakili Bupati. Yayasan Merah Putih sebagai pengelola SPPG ini senantiasa berkomitmen menjaga keselamatan pangan dan taat pada regulasi pemerintah.
Peresmian dilakukan bersamaan dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara pihak SPPG Ngemplak dengan 28 sekolah atau sekitar 2882 siswa yang menjadi penerima manfaat program nasional ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten adalah Titin Windiyarsih, mengatakan Pengelolaan SPPG harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), Pedoman Umum Tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG), Standar Keamanan dan Kebersihan Pangan, serta Standar Gizi Nasional untuk menjamin makanan yang aman, higienis, bergizi, dan akuntabel, mencakup alur kerja dapur, kualitas bahan baku, hingga distribusi.
“Dengan mentaati aturan tersebut kedepannya dalam melaksanakan program MBG di Klaten tidak ada lagi ditemukan kasus makanan basi dan adanya keracunan makanan, dan yang lebih penting pengelola dapur harus dapat memmberdayakan petani lokal UMKM, untuk meningkatan perekonomian rakyat “,katanya.
Dijelaskan Tujuan makan bergizi gratis (MBG) adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia dengan mengatasi stunting, gizi buruk, dan anemia pada kelompok rentan (anak sekolah, balita, ibu hamil/menyusui), sekaligus meningkatkan fokus belajar, mendorong ekonomi lokal (petani, UMKM), menciptakan lapangan kerja, dan membangun fondasi generasi sehat, cerdas, serta produktif untuk masa depan bangsa, sebagaimana program nasional yang diinisiasi Presiden.
Ketua Yayasan Merah Putih Peduli, Hartono AMP menyebut , SPPG di Ngemplak ini merupakan SPPG ketigas yang dibangun Yayasan Merah Putih dan akan mulai beroperasi pada 14 Januari 2026 setelah secara resmi diresmikan dan melakukan taken MoU dengan sekolah yang akan menjadi mitra penerima manfaat.
“SPPG Ngemplak ini nantinya akan dioperasionalkan sekitar 45 relawan. Dan di semua SPPG yang ada di bawah naungan Yayasan Merah Putih, untuk menjamin keamanan pangan kami sudah memiliki laboratorium untuk menguji keamanan makanan yang akan didistribusikan ke sekolah sekolah. Semua menu makanan yang akan didistribusikan ke sekolah, terlebih dahulu diuji atau ditest keamanannya oleh tenaga ahli yang kami miliki di laboratorium kami. jelas Hartono.
Terkait dengan kepatuhan SPPG dalam menjalankan Ketentuan sesuai dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait adanya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 115 Tahun 2025 tentang perluasan penerima MBG nantinya yayasan merah putih tetap akan melaksanakan Ketentuan tersebut.
“Kami akan jalankan aturan tersebut, guru, karyawan nanti akan mendapatkan MBG hanya saja porsinya nanti menjadi kewenangan SPPG”,pungkasnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
