Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » ‘Aisyiyah Kembangkan Modul Pendidikan Kespro untuk Usia PAUD dan Pendidikan Dasar, Ini Tujuannya !

‘Aisyiyah Kembangkan Modul Pendidikan Kespro untuk Usia PAUD dan Pendidikan Dasar, Ini Tujuannya !

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 356
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

sieradmu.com Yogyakarta — Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah bersama Program Inklusi ‘Aisyiyah menggelar Workshop Penyusunan Modul Kesehatan dan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) bagi Anak Usia PAUD dan Pendidikan Dasar pada Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan unsur kesehatan, pendidikan, psikolog, pemerintah, serta praktisi pendidikan anak usia dini.

Workshop ini menjadi langkah awal penyusunan panduan edukasi kesehatan reproduksi yang ramah anak sekaligus upaya memperkuat perlindungan anak sejak usia dini melalui materi kespro yang tepat.

Koordinator Program Inklusi ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi perlu dimulai sejak jenjang PAUD dan pendidikan dasar. Menurutnya, tingginya kasus kekerasan terhadap anak menjadi alasan penting hadirnya panduan edukasi yang sistematis.

“Pendidikan kespro penting dimulai dari PAUD dan pendidikan dasar karena kita melihat kasus kekerasan cukup banyak dan anak-anak kita penting memahami isu HKSR ini,” ujarnya.

Ia berharap modul yang disusun tidak hanya menjadi dokumen, tetapi menjadi model pembelajaran yang dapat diterapkan secara luas melalui pelatihan guru. “Harapannya panduan ini akan menjadi modeling, di mana kita akan melakukan pelatihan pada guru-guru agar memiliki kompetensi edukasi HKSR, baik masuk dalam kurikulum maupun terintegrasi dalam pembelajaran,” tambahnya.

Tri Hastuti juga menekankan potensi besar jaringan pendidikan ‘Aisyiyah dalam implementasi program ini. “Ini langkah awal yang sangat bagus. Kita punya kekuatan sekitar 20 ribu PAUD, kemudian SD, dan SMP. Modeling ini bisa kita lakukan di sekolah Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah, Warsiti, menyampaikan bahwa workshop ini bukan sekadar penyusunan modul, tetapi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem perlindungan anak melalui pendidikan kesehatan reproduksi.

Ia menjelaskan bahwa edukasi kespro harus dimulai sejak usia dini agar tidak terdapar siklus ya g terlewati. “Kesehatan reproduksi sering kali baru diberikan pada remaja, padahal terdapat siklus perkembangan anak yang terlewat jika pendidikan tidak dimulai sejak usia dini.”

Menurut Warsiti, memberikan edukasi kespro pada anak usia PAUD bukan hal yang mudah, akan tetapi melalui forum diskusi ini diharapkan dapat menemukan formula atau model edukasi kespro yang tepat bagi anak usia dini.

Ia juga menyoroti tantangan di era digital ketika anak semakin mudah mengakses informasi. “Bagaimana kita memberikan informasi yang aman, benar, dan sesuai tahap perkembangan anak menjadi pekerjaan besar kita bersama,” tambahnya. Warsiti berharap upaya ini menjadi bagian dari dakwah kemanusiaan yang berdampak luas bagi generasi mendatang.

Dukungan pemerintah terhadap inisiatif tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Sheilla Virarisca. Ia menyambut baik workshop dan menyatakan kesiapan pemerintah untuk terlibat dalam penyusunan modul.

Sheilla menjelaskan bahwa pemerintah memiliki kebijakan yang mendukung edukasi kesehatan reproduksi sejak usia dini, salah satunya melalui PP Nomor 28 Tahun 2024 yang mengatur penyelenggaraan upaya kesehatan reproduksi berbasis siklus hidup.

Menurutnya, pendekatan siklus hidup menjadi dasar program pemerintah dalam pelayanan kesehatan reproduksi. “Program kespro dilakukan melalui pendekatan siklus hidup mulai dari usia dini hingga lansia, karena setiap tahap perkembangan memiliki kebutuhan dan intervensi yang berbeda,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa edukasi kesehatan reproduksi anak usia dini bukan bertujuan membahas seksualitas secara dewasa. “Edukasi pada anak usia dini bukan untuk membahas seksualitas secara dewasa, melainkan memberikan pemahaman tubuh yang sehat, harga diri, dan batasan privasi,” katanya.

Sheilla juga menekankan pentingnya penggunaan istilah anatomis yang benar serta metode pembelajaran yang sesuai usia. Edukasi perlu dilakukan dengan bahasa sederhana, interaktif, dan menggunakan alat permainan edukatif.

Dalam paparannya, ia mengungkap data kekerasan terhadap anak yang masih memprihatinkan. “Sebanyak 12.338 dari 27.275 kasus kekerasan merupakan kasus kekerasan seksual pada anak,” ungkapnya.

Menurutnya, pencegahan dapat dimulai sejak dini dengan membekali anak keberanian melindungi diri. “Anak perlu diajarkan berani berkata tidak dan melaporkan kepada orang dewasa jika menghadapi situasi yang tidak aman,” tegas Sheilla.

Melalui workshop ini, PP ‘Aisyiyah berharap modul HKSR bagi anak usia PAUD dan pendidikan dasar dapat segera diuji coba dan diimplementasikan sebagai bagian dari upaya kolektif membangun generasi yang sehat, terlindungi, dan berdaya sejak usia dini. (Nur)

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Ucap Janji, FKT UMKLA Gelar Kuliah Umum Safe And Islamic Caring Practice

    Usai Ucap Janji, FKT UMKLA Gelar Kuliah Umum Safe And Islamic Caring Practice

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Ratusan mahasiswa jurusan D3 Kebidanan, D3 Keperawatan, dan S1 Keperawatan, Fakultas Kesehatan dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) melangsungkan ucap janji sebelum menjalankan praktek ke sejumlah fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes), Jum’at (4/7/2025). Ucap janji dipimpin oleh Dekan Fakultas Kesehatan dan Teknologi Umkla, Dr. Saifudin Zukhri. S,Kp.M,Kes. Nampak hadir jajaran Rektoran perwakilan pengurus […]

  • Kades Ponggok Klarifikasi Soal Urusan Pribadi, Mestinya Bisa Diselesaikan Kekeluargaan

    Kades Ponggok Klarifikasi Soal Urusan Pribadi, Mestinya Bisa Diselesaikan Kekeluargaan

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten –  Kabar Kepala Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Junaedhi Mulyono, berikan klarifikasi terkait kabar penetapan tersangka kasus penipuan oleh Polda Jateng  yang sempat viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Dirinya menyebut ada upaya kriminalisasi dan siap melakukan upaya hukum. Saat dikonfirmasi sieradmu media, Kades Ponggok, Junaedhi Mulyono menyatakan jika selama ini […]

  • KLB Keracunan Massal di Klaten, Ratusan Warga Masih Menjalani Perawatan Medis

    KLB Keracunan Massal di Klaten, Ratusan Warga Masih Menjalani Perawatan Medis

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten –  Pemerintah Kabupaten Klaten menetapkan status kejadian luar biasa keracunan massal saat pentas wayang kulit di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno setelah, seorang warga dikabarkan meninggal dunia. Hari ini (15/4/2025) Bupati Klaten meninjau posko kesehatan yang didirikan dilokasi kejadian dan bersilaturahmi kerumah warga yang meninggal. Sesampai dilokasi posko kesehatan yang berada tak jauh dari […]

  • HUTKorpri Ke-54, Desa Sidowayah Terima Delapan Penghargaan, Kades: Ini Hasil Kinerja Bersama

    HUTKorpri Ke-54, Desa Sidowayah Terima Delapan Penghargaan, Kades: Ini Hasil Kinerja Bersama

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Pemerintah Kecamatan Polanharjo menggelar upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke—54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di halaman kecamatan setempat, Senin (1/12/2025). Upacara dipimpin langsung oleh Camat Polanharjo, Drs. Moh. Prihadi, M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Camat Polanharjo membacakan amanah Bupati Klaten yang menyatakan seiring berkembangnya usia ,Tahun ini, organisasi KORPRI berusia 54 tahun. […]

  • Meriah, Semarak Milad ‘Aisyiyah ke-108 & Launching Senam ‘Aisyiyah Bahagia PCA Ceper

    Meriah, Semarak Milad ‘Aisyiyah ke-108 & Launching Senam ‘Aisyiyah Bahagia PCA Ceper

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 695
    • 0Komentar

    sieradmu.com  Klaten – Dalam rangka memperingati Milad ‘Aisyiyah ke-108, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Ceper menggelar kegiatan Jalan Sehat dan Launching Senam ‘Aisyiyah Bahagia pada Ahad, 11 Mei 2025. Acara ini berlangsung meriah di Gedung Serbaguna Desa Pasungan, Ceper, Klaten, dengan diikuti sekitar 600 peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota ‘Aisyiyah se-PCA […]

  • Rampung 100%, KBMKB XXVII Kodim Klaten di Desa Jelobo Resmi Ditutup

    Rampung 100%, KBMKB XXVII Kodim Klaten di Desa Jelobo Resmi Ditutup

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 672
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten –Karya Bakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) XXVII Tahun 2025 di Desa Jelobo Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten resmi ditutup, Selasa (25/02/2025) Upacara penutupan  dipimpin langsung oleh Mayor Cba Joko Prasetyo, Kasdim 0723/Klaten. Nampak hadir Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, Kapolres Klaten, AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Klaten, Dr. Muhammad […]

expand_less