Masuk Pengurus PAKASA Cabang Klaten, KRAT Anton Lami Suhadi Inisiasi Festival Laras Madya
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 48
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Sebanyak lima kelompok kesenian Laras madya unjuk kobelahan dalam Festival Seni Laras Madya yang digelar di Joglo Karya Graha, Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, Minggu (21/6/2026). KRAT. Anton Lami Suhadi menyebut perlu adanya regenerasi untuk menjaga kelestarian kesenian tradisional yang merupakan bentuk pengembangan dari santiswaran pada masa kepemimpinan Sri Susuhunan Pakubuwono X di Keraton Surakarta tersebut.
Ketua Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (PAKASA) Cabang Klaten, KP. Purbanagoro mengatakan, Festival Seni Laras Madya ini diikkuti lima kelompok seni laras madya yang mewakili eks kawedanan di Kabupaten Klaten. Setiap kelompok diberikan waktu maksimal 20 menit untuk menampilkan kesenian ini. Sebanyak tiga pengamat melakukan penilaian secara langsung penampilan setiap kelompok mulai dari busana (pakaian), wiraga (gerakan), wirama (irama) wirasa (ekspresi, penghayatan) dan wanci atau ketepatan waktu dalam penampilan.
“Hasil pengamatan hanya sebatas untuk memberikan evaluasi setiap kelompok yang sudah tampil dalam festival ini agar kedepannya semakin baik dan mampu memainkan kesenian laras madya ini sesuai dengan pakemnya”,kata KP. Purbanagoro.
Lebih lanjut dijelaskan, Festival Kesenian Laras Madya ini baru kali pertama dilaksanakan PAKASA Cabang Klaten yang diiniiasi oleh KRAT Anton Lami Suhadi, tujuannya untuk melestarikan kesednian tradisional ini agar tetap terjaga sepanjang zaman.
“Tidak bisa dipungkiri, Kabupaten Klaten yang keberadaannya tidak jauh dari Keraton Surakarta hingga saat ini paling banyak terdapat keseninan laras madya bahkan sampai kedesa-desa, agar tetap lestari Festival ini dilaksnaakan untuk memberikan tempat bagi para pelaku kesenian ini”jelasnya.

Anggota DPRD Jawa Tengah sekaligus Ketua Panitia Festival Seni Laras Madya, KRAT Anton Lami Suhadi mengungkapkan, Laras Madya ini adalah kesenian lama tinggalan nenek moyang yang daerah lain sudah mulai punah, di Klaten bersama PAKASA terus berupaya mengkoordinir pelaku seni laras madya ini untuk bersama sama sekaligus merawat dan menjaga kelestariannya.
“Laras Madya memuat filosofi hidup yang menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek material dan spiritual. Pengaruh globalisasi dan modernisasi telah mengubah pola hidup masyarakat menjadi individualistis serta materialistis, sehingga nilai-nilai dalam kesenian tradisional mulai mengalami penurunan minat. Untuk itu PAKASA Klaten berusaha membangkitkan lagi gairah seni ini salah satunya dengan menggelar festival”,ungkapnya.
Sekretaris Komisi DPRD Jawa Tengah ini lebih lanjut menerangkan, untuk menjaga kelestarian kesenian ini yang sekarang masih dipegang oleh generasi sepuh (tua), maka perlu adanya upaya pengembangan seni laras madya dengan para pemain dari generasi muda.
“Kedepan perlu dilakukan festival seni laras madya seperti ini dengan menghadirkan pemain dari anak muda, namun kita lakukan pembinaan dulu, sosialisasi dan edukasi kesenian yang adiluhung ini kepada para generasi muda”,pungkasnya. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
