Indikator Terpenuhi, Hasil PKM BEM Unwidha, Desa Layak Bahasa Indonesia Diluncurkan, Kades Akan Siapkan Payung Hukumnya
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Selasa, 16 Des 2025
- visibility 232
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – LPPM Universitas Widya Dharma Klaten pagi tadi (16/12/2025) meluncurkan hasil PKM Pengembangan Desa Layak Bahasa Indonesia Belangwetan Klaten Utara Klaten Jawa Tengah berbasis project, dengan skema pemberdayaan masyarakat oleh BEM Tahun Anggaran 2025 di aula Kantor Desa Belangwetan.
Peluncuran PKM BEM 2025 dengan nomor kontrak 007/LL6/AL.04/PM-BEM/2025 tersebut dilakukan secara simbolis dengan penyerahan Kamus Interaktif Belangwetan oleh Kepala LPPM Universitas Widya Dharma Klaten Dr R Warsito MPd kepada Kepala Desa Belangwetan Drs H Hartono. Ikut mendampingi Ketua Pelaksana PKM Desa Layak Bahasa Indonesia Belangwetan Klaten, Prof Dr Dra Esti Ismawati MPd, Sigit Adhi Pratama SE MM (Kepala Pusat HKI dan Paten Unwidha), Bayu Indaryanto, Pembina UKM Unwidha, perangkat desa, tokoh agama tokoh masyarakat dan lainnya.
Ketua Pelaksana PKM Desa Layak Bahasa Indonesia Belangwetan Klaten, Prof Dr Dra Esti Ismawati MPd dalam laporannya mengatakan, Program Kerativitas Mahasiswa, BEM berbasis project, dengan skema pemberdayaan masyarakat oleh BEM yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementrian Pendidikan Tinggi, Sain, dan Teknologi (Diktisaintek) ini diawali dengan Peluncuran Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten Jawa Tengah pada 18 September 2025.
“Setelah peluncuran desa layak Bahasa Indonesia, kemudia Tim PKM BEM terus aktif bergerak melakukan koordinasi secara internal maupun dengan Pemerintah Desa Belangwetan untuk memenuhi keriteria desa kayak Bahasa Indonesia”,katanya, Selasa.
Dijelaskan, kinerja Tim PKM Pengembangan Desa Layak Bahasa Indonesia Belangwetan Klaten Utara Klaten terus menujukkan perkembangan yang sangat menggembirakan, sampai dengan pertengahan November kemarin, bebeberapa indikator Desa Layak Bahasa Indonesia di Belangwetan sudah terpenuhi seperti adanya Kamus Interaktif Belangwetan, Buku panduan desa layak bahasa Indonesia, Media Videotron Belangwetan, HKI Kamus, Paten sederhana Sangkar Burung.
“Kesadaran masyarakat terhadap penggunaan bahasa Indonesia juga meningkat. Penggunaan bahasa Indonesia dalam surat menyurat kedinasan di desa Belangwetan juga sudah terbenahi begitu juga terbenahinya papan nama untuk berbagai usaha UMKM di Belangwetan, penerbitan Artikel jurnal PKM Terakreditasi Sinta serta peliputan artikel di media online”,jelasnya.
Prof Esti Ismawati lebih lanjut menerangkan setelah pelaksanaan pretest dan posttest terkait penggunaan bahasa Indonesia dengan benar baik di sektor publik maupun disektor domestic dengan hasil yang sangat memusakan maka pada hari ini seluruh hasil Program Kerativitas Mahasiswa, BEM berbasis project, dengan skema pemberdayaan masyarakat oleh BEM diluncurkan dan secara simbolis diserahkan kepada Pemerintah Desa Belangwetan, sekaligus rekomendasi perlunya Peraturan Desa (Perdes) Desa Layak Bahasa Indonesia untuk keberlangsungan pelaksnaaan program ini kedepan.
“Bersamaan dengan peluncuran hasil PKM BEM ini kami juga sampaikan rekomendasi terkait Perda Pengembangan Desa Layak Bahasa Indonesia sebagai payung hukum, setelah program selesai sebagai kampus yang memberikan dampak maka pendampingan baik secara langsung mapun tidak langsung akan dilaksanakan Unwidha sebagai komitmen Pengabdian Masyarakat karena program desa layak bahasa Indonesia ini adalah inisiatif yang mendorong desa untuk mengintegrasikan penggunaan bahasa indonesia yang baik, benar”,pungkas Prof Esti Ismawati.

Kepala LPPM Universitas Widya Dharma Klaten Dr R Warsito MPd mengapresiasi kinerja Tim PKM BEM dalam melaksanakan program desa layak bahasa Indonesia di Desa Belangwetan yang berjarak hanya 0,5 kilometer dari kampus Unwidha Klaten.
“Setelah program Desa Layak Bahasa Indonesia ini dilaksanakan jelas dampaknya kian terasa, ada beberapa kemajuan yang cukup menggembirakan di Desa Belangwetan ini”,ucapnya.
Sedangkan Kepala Desa Belangwetan Drs H Hartono dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan ungkapan terima kasih atas inisiatif Tim PKM BEM Unwidha yang telah mempercayakan desanya sebagai pilot projek pengembangan desa layak Bahasa Indonesia. Terkait rekomendasi adanya Perdes nanti akan segera dilakukan pembahasan dengan BPD.
“Terima kasih atas inisiatif PKM BEM Unwidha, dampaknya juga ada, hasil pretes dan posttes yang lumayan menguasai Bahasa Indonesia untuk warga kami, semoga kedepan semakin bermanfaat.
Dua tokoh masyarakat senior di Kabupaten Klaten, Joko Sutrisno dan Mulyono Hari juga memberikan apresiasi untuk program desa layak Bahasa di Belangwetan.
‘Ini salah satu upaya bagaimana menjaga keselarasan Bahasa Indonesia yang menjadi Bahasa pemersatu di Indonesia bagaimana diimplementasikan penggunaannya dalam kehidupan bermasyarakat di desa ini”,ucap Mulyono Hari. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
