Dibuka Ketua Umum PP Muhammadiyah, LRB MDMC Gelar Rakernas di Yogyakarta
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Sleman — Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 pada 11–13 September 2026 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya (BBPPMPV), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rakernas yang dibuka Ketua Umum PP Muhammadiyah Profesor Haedar Nashir ini diikuti oleh 135 peserta, yang terdiri atas pimpinan dan anggota LRB-MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta perwakilan MDMC wilayah. Selain itu, pembukaan Rakernas dihadiri sekitar 165 undangan, termasuk unsur pemerintah seperti BNPB, Puskris Kementerian Kesehatan, PKPLK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Basarnas; unsur Majelis, Lembaga dan Organisasi Otonom Muhammadiyah tingkat pusat; serta pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Aulia Taarufi, Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah mengatakan, Rakernas yang mengusung tema “Sinergi dan Inovasi: Penguatan Kapasitas Wilayah dalam Manajemen Bencana Berbasis Teknologi dan Kearifan Lokal”, ini menjadi momentum konsolidasi LRB-MDMC bersama pimpinan dan pengelola MDMC di seluruh Indonesia untuk mengevaluasi program sekaligus merumuskan strategi penanggulangan bencana ke depan.
“Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi, baik bencana geologis maupun hidrometeorologi. Kondisi tersebut membutuhkan penguatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan, sekaligus pendekatan penanggulangan bencana yang mampu merespons kompleksitas risiko yang terus berkembang”,katanya.
Dijelaskan, Dalam konteks tersebut, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam penguatan manajemen risiko bencana. Sistem peringatan dini berbasis teknologi informasi dan sistem informasi geospasial dapat mendukung upaya mitigasi dan kesiapsiagaan yang lebih baik. Di sisi lain, kearifan lokal dan nilai-nilai kerelawanan masyarakat tetap menjadi kekuatan penting dalam membangun ketangguhan di tingkat komunitas.

“Rakernas ini menjadi ruang untuk mendengar dan belajar dari praktik baik manajemen risiko bencana yang telah dilakukan oleh masing-masing wilayah. Praktik-praktik tersebut kemudian diharapkan dapat disinergikan menjadi program pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan,” demikian tujuan penyelenggaraan Rakernas sebagaimana dirumuskan dalam Kerangka Acuan Kerja LRB-MDMC 2026”,jelasnya.
Melalui seluruh rangkaian tersebut, Rakernas LRB-MDMC 2026 diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis berupa rencana aksi penanggulangan bencana berbasis wilayah, memperkuat sinergi program antara MDMC Pimpinan Pusat dan wilayah dengan berbagai pihak, serta meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan pimpinan maupun relawan MDMC.
“Rakernas juga menjadi bagian dari upaya LRB-MDMC untuk memastikan penguatan resiliensi masyarakat dan komunitas berjalan secara lebih terarah, kolaboratif, dan inklusif, dengan mengintegrasikan inovasi teknologi, pengalaman lapangan, potensi wilayah, serta kearifan lokal dalam pengelolaan risiko bencana”,pungkasnya. (rachma)
- Penulis: Redaksi SieradMU
