Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Merefleksi HPN 2025, Haedar Nashir, Pers Bukan Menjadi Alat Pragmatis Semata

Merefleksi HPN 2025, Haedar Nashir, Pers Bukan Menjadi Alat Pragmatis Semata

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
  • visibility 352
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sieradmu.com Yogyakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan Selamat atas Hari Pers Nasional yang jatuh pada 9 Februari 2025. Peringatan tersebut dimaknai sebagai  wujud penghargaan atas peran pers dalam mencerdaskan bangsa dan menjaga demokrasi Indonesia.

Pers Indonesia menurut Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan  menyampaikan   informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta  data  dan   grafik  maupun  dalam  bentuk  lainnya  dengan  menggunakan  media  cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pada Sabtu (8/2) mengatakan bahwa kemerdekaan  pers  adalah  salah  satu  wujud  kedaulatan  rakyat  yang  berasaskan  prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum (Pasal 2).

Pers    nasional    mempunyai    fungsi    sebagai    media    informasi,  pendidikan,  hiburan, dan kontrol sosial (Pasal 3).  Pers  nasional  berkewajiban memberitakan peristiwa dan      opini  dengan  menghormati  norma-norma  agama  dan  rasa  kesusilaan  masyarakat  serta  asas  praduga  tak bersalah (Pasal 5).

Pers nasional melaksanakan peranannya sebagai berikut : a. memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui;  b. menegakkan  nilai-nilai  dasar  demokrasi,  mendorong  terwujudnya  supremasi  hukum,  dan Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan; c. mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; d.   melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; e. memperjuangkan keadilan dan kebenaran (Pasal 6).

Karenanya, Haedar menekankan dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini seluruh insan dan institusi pengelola pers atau media massa merefleksikan kaidah-kaidah normatif dan imperatif tersebut untuk dijadikan acuan dan implementasi di dunia pers.

Bersamaan dengan itu, Haedar menyampaikan beberapa point yang perlu direfleksikan. Pertama, pers nasional saat ini diharapkan betul-betul menjalankan fungsinya secara untuh dan komprehensif bukan semata-mata fungsi kontrol sosial tetapi juga edukasi dan menyajikan informasi yang objektif, adil, mencerahkan, dan mencerdaskan bangsa.

Dengan makin bebasnya ekosistem pers maka diharapkan tetap menjunjungtinggi kebenaran, kebaikan, dan nilai-nilai luhur kehidupan. Seraya menjauhi hoaks, provokasi, menebar kebencian dan permusuhan, serta hal-hal yang meluruhkan martabat, kebaikan, dan persatuan bangsa.

“Azas cover both side mesti dipegang teguh seraya dikembangkan penyajian informasi yang memberi banyak pandangan agar tidak bersifat tendensius dan monolitik,” tegas Haedar.

Kedua, pers nasional dalam usaha mencerdaskan bangsa diharapkan memberikan edukasi yang objektif, berbasis pengetahuan, dan memberi kesempatan kepada seluruh warga untuk menyerap informasi secara demokratis.

“Berilah rakyat informasi yang lengkap dan sudut pandang dari berbagai aspek, sehingga tidak menimbulkan bias dan opini yang monolitik di hadapan rakyat. Rakyat berhak untuk memilah dan memilih informasi yang disajikan secara objektif, berimbang,  dan demokratis. Hindari pencampuradukan fakta dan opini lebih-lebih yang bersifat tendensius dan hanya bersandarkan pada satu sudut pandang. Hargai pilihan-pilihan baik kelompok-kelompok masyarakat secara bermartabat tanpa dihakimi sepihak sebagai wujud menghargai prinsip demokrasi,” tegas Haedar.

Ketiga, pers nasional sebagai pilar demokrasi diharapkan tetap menjadi penjaga demokrasi dan berperan aktif dalam proses konsolidasi demokrasi Indonesia. Selain tetap konstruktif dan kritis dalam menyikapi kebijakan-kebijakan negara, diharapkan pers nasional ikut menciptakan budaya demokrasi yang moderat serta berbasis pada nilai-nilai luhur Pancasila, Agama, dan Kebudayaan Bangsa.

“Demokrasi yang menjadi rujukan adalah  Pancasila khususnya pasal 4 yakni  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, Bukan demokrasi liberal yang sebebas-bebasnya tanpa keterikatan pada nilai dan sistem kehidupan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Haedar.

Keempat, khusus media sosial dan digital sebagai media baru dalam kehidupan pers dan ekosistem nasional diharapkan tetap menjunjungtinggi nilai dan etika luhur yang hidup di tubuh bangsa yaitu Pancasila, Agama, dan Kebudayaan Bangsa.

“Media digital dan teknologi Artificial Intelligence (AI) tidak disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan yang merugikan kepentingan umum termasuk untuk menebar keresahan, penipuan, pemerasan, dan merusak martabat orang lain. Kembangkan mekanisme self-editing yang seksama sebelum informasi dan segala bentuk sajian diangkat ke ruang publik. Pergunakan kedua media baru tersebut untuk memajukan kehidupan dan keadaban bangsa,” jelas Haedar.

Kelima, dengan semakin masifnya perkembangan media digital dan media sosial maka meda cetak dan media konvensional lainnya semakin terancam keberadaannya. Seluruh pihak diharapkan tetap menjaga keberadaan dan keberlangsungan media cetak dan media konvensional sebagai bagian dari menjaga kebudayaan universal. Relasi sosial yang bersifat verbal dan langsung juga masih diperlukan dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan antar bangsa untuk menjaga keberadaan manusia sebagai Homo Sapiens.

“Manusia dengan segala relasinya tidak dapat sepenuhnya dibentuk secara instrumental serta digantikan oleh teknologi digital, AI, dan alat mesin lainnya karena kedudukannya sebagai insan ciptaan Tuhan yang terbaik (fi ahsan at-taqwim) dan khalifah di muka bumi (khalifat fi al-ardl) yang melekat dengan sunatullah kehidupan,” tutur Haedar.

Terakhir, Haedar berpesan bahwa pers sebagai media massa sejatinya merupakan media kebudayaan yang berbasis dan berorientasi pada pengembangan sistem pengetahuan kolektif manusia dalam kehidupan bersama, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan antarbangsa.

Karenanya pers nasional mesti menjaga nilai dan pengetahuan adiluhung tentang kebenaran, kebaikan, dan etika kehidupan yang utama. Pers bukan media yang menjadi alat pragmatis semata, apalagi menjadi alat kepentingan politik dan ekonomi yang tidak sejalan dengan kepentingan luhur kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan berkehidupan di ranah global. Manusia dan bangsa tidak hanya memerlukan kebenaran, kebaikan, dan keutamaan hidup secara profan belaka tetapi juga dimensi yang sakral dan transenden sebagaimana diajarkan agama-agama.

“Apalagi bila kebenaran yang disajikan bersifat parsial dan memuat kepentingan-kepentingan pragmatis tertentu. Manusia memerlukan nilai-nilai luhur kehidupan yang bersifat Ilahiah yang niscaya dihormati dalam sistem kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan ranah kemanusiaan universal,” tutup Haedar. (Nur)

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gencarkan Sosialisasi 4 Pilar, GM Totok MPR-RI : “Perlu Penerapan Checks and Balances Dalam Kinerja Antar Lembaga Negara”

    Gencarkan Sosialisasi 4 Pilar, GM Totok MPR-RI : “Perlu Penerapan Checks and Balances Dalam Kinerja Antar Lembaga Negara”

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Sleman – Checks and balances dalam UUD NRI 1945 adalah mekanisme pengawasan dan pengimbangan kekuasaan antar lembaga negara (Eksekutif, Legislatif, Yudikatif) agar tidak terjadi pemusatan kekuasaan dan kesewenang-wenangan, yang diterapkan pasca-amandemen UUD 1945. Anggota MPR-RI, A-212 Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta, GM.Totok Herdi Santosa, menyampaikan hal tersebut sebagai nara sumber dalam […]

  • MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN MENYENANGKAN: MAHASISWA KKN UAD GELAR BIMBINGAN BELAJAR PEMBUATAN CLAY DAN SLIME UNTUK ANAK-ANAK DI PADUKUHAN SENDANGMULYO

    MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN MENYENANGKAN: MAHASISWA KKN UAD GELAR BIMBINGAN BELAJAR PEMBUATAN CLAY DAN SLIME UNTUK ANAK-ANAK DI PADUKUHAN SENDANGMULYO

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 954
    • 0Komentar

    Sebuah inisiatif inspiratif muncul di Padukuhan Sendangmulyo, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo oleh sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Regulerperiode-119 Unit XVIII.C.2, Universitas Ahmad Dahlan(UAD), Yogyakarta. Sebagai bentuk manifestasi semangatdalam memberikan kontribusi positif bagi pendidikan anak-anak, mahasiswa KKN UAD Yogyakarta mengadakanbimbingan belajar kreatif untuk anak-anak desa setempatyaitu mengadakan kegiatan pembelajaran guna meningkatkanketerampilan melalui bimbingan belajar cara […]

  • Libur Nataru, KAI Hadirkan Promo Flash Sale 12:12 dan Reguler, Kuota Hingga Puluhan Ribu

    Libur Nataru, KAI Hadirkan Promo Flash Sale 12:12 dan Reguler, Kuota Hingga Puluhan Ribu

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 656
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – KAI menghadirkan Promo 12.12 dengan program promo regular dan flash sale. Melalui promo regular, pelanggan berkesempatan mendapatkan diskon tiket sebesar 20% dari tarif normal untuk beragam kelas perjalanan yaitu eksekutif, bisnis maupun ekonomi. Promo tersebut dapat dipesan pada tanggal 12 Desember 2024 untuk periode keberangkatan 16 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025. […]

  • Bersaing Ketat Dengan Jateng, DIY Raih Juara Umum OlympicAD VIII, Klaten Raih 8 Medali Emas

    Bersaing Ketat Dengan Jateng, DIY Raih Juara Umum OlympicAD VIII, Klaten Raih 8 Medali Emas

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Makassar –  Olimpiade Ahmad Dahlan VIII yang berlangsung di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar secara resmi ditutup Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sabtu (14/2/2026)siang. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditetapkan sebagai juara umum pertama pada OlympicAD VIII Makassar. Disusul Kontingen Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Lampung. Pengumuman disampaikan […]

  • Meriah, Dosen STAIT Yogyakarta Apresiasi Kegiatan Dakwah Ramadhan Mahasiswa di Pati

    Meriah, Dosen STAIT Yogyakarta Apresiasi Kegiatan Dakwah Ramadhan Mahasiswa di Pati

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2024
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Pati – Mahasiswa STAIT Yogyakarta bersama Yayasan Ya Ummi Fatimah menggelar acara buka bersama yang diikuti seluruh karyawan yayasan dan para siswa playgroup dan SD di Masjid YaUmmi Fatimah, J. P Diponogoro No. 155 Pati, Sabtu (23/3/2024). Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan pengajian yang disampaikan oleh Ustadz H. Muhammad […]

  • MBS Klaten Resmikan Program PSB 2026/2027, Terbuka Untuk Calon Santri Dari Seluruh Nusantara

    MBS Klaten Resmikan Program PSB 2026/2027, Terbuka Untuk Calon Santri Dari Seluruh Nusantara

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 897
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten – Pondok Pesantren Muhammadiyah (Muhammadiyah Boarding School), MBS Klaten resmi membuka Penerimaan Santri  Baru (PSB) Tahun Ajaran 2026/2027. Pendaftar PSB tahun ini ditargetkan mampu memenuhi kuota sebanyak 360 santri untuk didik menjadi generasi pencinta Al-quran. Direktur  MBS Klaten, KH Muhammad Fachrudin Sasmita Lc  menjelaskan rincian kuota 360 santri yang disediakan tersebut adalah untuk […]

expand_less