Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Merefleksi HPN 2025, Haedar Nashir, Pers Bukan Menjadi Alat Pragmatis Semata

Merefleksi HPN 2025, Haedar Nashir, Pers Bukan Menjadi Alat Pragmatis Semata

  • account_circle Redaksi SieradMU
  • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
  • visibility 487
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sieradmu.com Yogyakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan Selamat atas Hari Pers Nasional yang jatuh pada 9 Februari 2025. Peringatan tersebut dimaknai sebagai  wujud penghargaan atas peran pers dalam mencerdaskan bangsa dan menjaga demokrasi Indonesia.

Pers Indonesia menurut Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan  menyampaikan   informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta  data  dan   grafik  maupun  dalam  bentuk  lainnya  dengan  menggunakan  media  cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pada Sabtu (8/2) mengatakan bahwa kemerdekaan  pers  adalah  salah  satu  wujud  kedaulatan  rakyat  yang  berasaskan  prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum (Pasal 2).

Pers    nasional    mempunyai    fungsi    sebagai    media    informasi,  pendidikan,  hiburan, dan kontrol sosial (Pasal 3).  Pers  nasional  berkewajiban memberitakan peristiwa dan      opini  dengan  menghormati  norma-norma  agama  dan  rasa  kesusilaan  masyarakat  serta  asas  praduga  tak bersalah (Pasal 5).

Pers nasional melaksanakan peranannya sebagai berikut : a. memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui;  b. menegakkan  nilai-nilai  dasar  demokrasi,  mendorong  terwujudnya  supremasi  hukum,  dan Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan; c. mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; d.   melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; e. memperjuangkan keadilan dan kebenaran (Pasal 6).

Karenanya, Haedar menekankan dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini seluruh insan dan institusi pengelola pers atau media massa merefleksikan kaidah-kaidah normatif dan imperatif tersebut untuk dijadikan acuan dan implementasi di dunia pers.

Bersamaan dengan itu, Haedar menyampaikan beberapa point yang perlu direfleksikan. Pertama, pers nasional saat ini diharapkan betul-betul menjalankan fungsinya secara untuh dan komprehensif bukan semata-mata fungsi kontrol sosial tetapi juga edukasi dan menyajikan informasi yang objektif, adil, mencerahkan, dan mencerdaskan bangsa.

Dengan makin bebasnya ekosistem pers maka diharapkan tetap menjunjungtinggi kebenaran, kebaikan, dan nilai-nilai luhur kehidupan. Seraya menjauhi hoaks, provokasi, menebar kebencian dan permusuhan, serta hal-hal yang meluruhkan martabat, kebaikan, dan persatuan bangsa.

“Azas cover both side mesti dipegang teguh seraya dikembangkan penyajian informasi yang memberi banyak pandangan agar tidak bersifat tendensius dan monolitik,” tegas Haedar.

Kedua, pers nasional dalam usaha mencerdaskan bangsa diharapkan memberikan edukasi yang objektif, berbasis pengetahuan, dan memberi kesempatan kepada seluruh warga untuk menyerap informasi secara demokratis.

“Berilah rakyat informasi yang lengkap dan sudut pandang dari berbagai aspek, sehingga tidak menimbulkan bias dan opini yang monolitik di hadapan rakyat. Rakyat berhak untuk memilah dan memilih informasi yang disajikan secara objektif, berimbang,  dan demokratis. Hindari pencampuradukan fakta dan opini lebih-lebih yang bersifat tendensius dan hanya bersandarkan pada satu sudut pandang. Hargai pilihan-pilihan baik kelompok-kelompok masyarakat secara bermartabat tanpa dihakimi sepihak sebagai wujud menghargai prinsip demokrasi,” tegas Haedar.

Ketiga, pers nasional sebagai pilar demokrasi diharapkan tetap menjadi penjaga demokrasi dan berperan aktif dalam proses konsolidasi demokrasi Indonesia. Selain tetap konstruktif dan kritis dalam menyikapi kebijakan-kebijakan negara, diharapkan pers nasional ikut menciptakan budaya demokrasi yang moderat serta berbasis pada nilai-nilai luhur Pancasila, Agama, dan Kebudayaan Bangsa.

“Demokrasi yang menjadi rujukan adalah  Pancasila khususnya pasal 4 yakni  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, Bukan demokrasi liberal yang sebebas-bebasnya tanpa keterikatan pada nilai dan sistem kehidupan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Haedar.

Keempat, khusus media sosial dan digital sebagai media baru dalam kehidupan pers dan ekosistem nasional diharapkan tetap menjunjungtinggi nilai dan etika luhur yang hidup di tubuh bangsa yaitu Pancasila, Agama, dan Kebudayaan Bangsa.

“Media digital dan teknologi Artificial Intelligence (AI) tidak disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan yang merugikan kepentingan umum termasuk untuk menebar keresahan, penipuan, pemerasan, dan merusak martabat orang lain. Kembangkan mekanisme self-editing yang seksama sebelum informasi dan segala bentuk sajian diangkat ke ruang publik. Pergunakan kedua media baru tersebut untuk memajukan kehidupan dan keadaban bangsa,” jelas Haedar.

Kelima, dengan semakin masifnya perkembangan media digital dan media sosial maka meda cetak dan media konvensional lainnya semakin terancam keberadaannya. Seluruh pihak diharapkan tetap menjaga keberadaan dan keberlangsungan media cetak dan media konvensional sebagai bagian dari menjaga kebudayaan universal. Relasi sosial yang bersifat verbal dan langsung juga masih diperlukan dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan antar bangsa untuk menjaga keberadaan manusia sebagai Homo Sapiens.

“Manusia dengan segala relasinya tidak dapat sepenuhnya dibentuk secara instrumental serta digantikan oleh teknologi digital, AI, dan alat mesin lainnya karena kedudukannya sebagai insan ciptaan Tuhan yang terbaik (fi ahsan at-taqwim) dan khalifah di muka bumi (khalifat fi al-ardl) yang melekat dengan sunatullah kehidupan,” tutur Haedar.

Terakhir, Haedar berpesan bahwa pers sebagai media massa sejatinya merupakan media kebudayaan yang berbasis dan berorientasi pada pengembangan sistem pengetahuan kolektif manusia dalam kehidupan bersama, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan antarbangsa.

Karenanya pers nasional mesti menjaga nilai dan pengetahuan adiluhung tentang kebenaran, kebaikan, dan etika kehidupan yang utama. Pers bukan media yang menjadi alat pragmatis semata, apalagi menjadi alat kepentingan politik dan ekonomi yang tidak sejalan dengan kepentingan luhur kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan berkehidupan di ranah global. Manusia dan bangsa tidak hanya memerlukan kebenaran, kebaikan, dan keutamaan hidup secara profan belaka tetapi juga dimensi yang sakral dan transenden sebagaimana diajarkan agama-agama.

“Apalagi bila kebenaran yang disajikan bersifat parsial dan memuat kepentingan-kepentingan pragmatis tertentu. Manusia memerlukan nilai-nilai luhur kehidupan yang bersifat Ilahiah yang niscaya dihormati dalam sistem kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan ranah kemanusiaan universal,” tutup Haedar. (Nur)

  • Penulis: Redaksi SieradMU

Rekomendasi Untuk Anda

  • Incaspin kazino bez depozita izazov koji donosi neodoljivu igru i besplatne dobitke

    Incaspin kazino bez depozita izazov koji donosi neodoljivu igru i besplatne dobitke

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

  • Fase Armuzna Rampung, Jamaah Haji KBIHU Arafah Diminta Jaga Kondisi Kesehatan Jelang Evakuasi ke Madinah

    Fase Armuzna Rampung, Jamaah Haji KBIHU Arafah Diminta Jaga Kondisi Kesehatan Jelang Evakuasi ke Madinah

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Sieradmu.com Klaten –  Ketua KBIHU Arafah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten, dr. H. Muhammad Husen Prabowo menyatakan bahwa fase puncak haji  yang diawali dari tarwiyah kemudian menuju Arafah, Muzdalifah dan Mina bagi jamaah haji yang bergabung dengan KBIHU Arafah berjalan lancar. Dengan berakhirnya fase puncak haji tersebut seluruh Jamah Haji dari Indonesia termasuk yang tergabung di […]

  • Materi : Menuju Shalat Yang Berkualitas | KH. Drs. Fathurrahman | Pengajian Tarjih Virtual

    Materi : Menuju Shalat Yang Berkualitas | KH. Drs. Fathurrahman | Pengajian Tarjih Virtual

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 6.432
    • 0Komentar

    Shalat merupakan salah satu ibadah yang sangat penting dalam agama Islam. Dalam al Quran kita temui sangat banyak ayat yang isinya perintah Allah agar kita mengerjakan dan menegakkan shalat. Bahkan Nabi memberi predikat kafir bagi orang Islam yang menganggap bahwa shalat itu tidak wajib sehingga ia meninggalkan (tidak mau)shalat dengan sengaja. ِِ عن جابِر قَاَل: […]

  • Korps Mubaligh dan Jatam Muhammadiyah Ngawen di Kukuhkan

    Korps Mubaligh dan Jatam Muhammadiyah Ngawen di Kukuhkan

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Redaksi SieradMU
    • visibility 621
    • 0Komentar

    sieradmu.com Klaten – Ratusan warga Muhammadiyah Ngawen hadir dalam momentum Halal bi Halal Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngawen di Masjid Jami’ At-taawun Ngawen. Dalam kesempatan ini juga dikukuhkan Korps Dakwah Muhamamdiyah dan Jamaah Tani Muhamamdiyah Cabang setempat. Halal bi halal dihadiri Camat Ngawen, Forkompincam, PDM Klaten, PCM, PCA, UPP PCM Ngawen, AUM dan Juga Ortom tingkat […]

  • LIMBAH GRAJEN DISULAP JADI BATA MERAH RAMAH LINGKUNGAN DI DESA SENDEN

    LIMBAH GRAJEN DISULAP JADI BATA MERAH RAMAH LINGKUNGAN DI DESA SENDEN

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 612
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ujianto, Alfia  Magfirona, Muzakar Isa Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta Lokasi Pengabdian: Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten. Mitra: Triyono – Kelompok Pengrajin Mebel Senden Jaya Hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat DPPM TA 2025 Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan. Dalam upaya menciptakan solusi berkelanjutan terhadap […]

  • Understanding online casino withdrawals: speed, safety, and player protection

    Understanding online casino withdrawals: speed, safety, and player protection

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    In the dynamic world of online gambling, understanding the nuances of withdrawals is crucial for players. With the plethora of options available, knowing how to effectively manage your withdrawals ensures a smooth gaming experience. Speed, safety, and player protection are paramount factors that every casino player should consider, especially when looking for the best online […]

expand_less