Gedung Dakwah Terdampak Pelebaran Jalan GT Klaten, Begini Penjelasan Ketua PCM Klaten Utara
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
- visibility 763
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten Utara – Sejumlah bangunan, pekarangan, sekolah dan tempat usaha disepanjang jalan Ki Ageng Gribig akan terkena dampak pelebaran jalan gerbang Tolo (GT) Klaten yang mulai disosialisasikan kepada warga di Kelurahan Gergunung dan Barenglor, Kecamatan Klaten Utara. Salah satunya aset yang dimiliki dan dikelola Pimpinan Cabang Muhammadiyah Klaten Utara.
Perubahan desain pelebaran Jl Ki Ageng Gribig sebagai penunjang akses keluar-masuk gerbang tol (GT) Klaten di Kecamatan Ngawen yang dilakukan hanya di satu sisi dari rencana semula di kedua sisi jalan, dampakanya akan memperlebar pembebasan lahan sisi kiri mulai dari pertigaan GT Klaten sampai pertigaan jalan veteran yang melintasi dua kelurahan yaitu Gergunung dan Barenglor, Kecamatan Klaten Utara.
Sementara bangunan gedung dakwah Muhamamdiyah Klaten Utara dan eks kantor BMT Amanah juga termasuk dari sejumlah bangunan yang terdampak pelebaran jalan. Pimpinan Cabang Muhamamdiyah Klaten Utara masih menunggu berapa pastinya yang terdampak.
“Kita belum mengetahui pasti berapa meter luas yang terdampak, karena hari ini baru tahap sosialisasi pembebasan lahan”,kata Ketua PCM Klaten Utara, Sumarsono disela sosialisasi di Gedung Pertemuan, Kelurahan Gergunung, kemarin (14/1/2025).
Selain komplek gedung dakwah yang digunakan sebagai kantor secretariat PCM, PCA dan Ortom di Klaten Utara, ada satu lahan kosong yang telah diwakafkan ke PCM Klaten Utara juga terdampak pelebaran jalan.
“Untuk lahan yang berada di kampung Margo Mulyo, Kelurahan Gergunung, saat ini masih dimanfaatkan warga sekitar”,katanya.
Dijelaskan, PCM belum mempunyai rencana untuk memindahkan kantor PCM dan Ortom karena belum tahu pasti luasan yang terdampak pelebaran jalan tersebut.
“Setelah diketahui pasti luasan yang terdampak baru nanti kita bicarakan di rapat pimpinan, jika yang terkena sedikit dimungkinkan hanya mengubah wajah depannya saja dipindah arah, karena dikomplek tersebut merupakan bangunan dua lantai”, jelasnya.
Sementara ituPejabat Pembuat Komitmen (PPK) tol Solo-Jogja, Widodo, mengungkapkan sosialisasi merupakan proses awal dari tahapan pengadaan tanah. Dia menjelaskan ada tahapan selanjutnya sampai dengan pembayaran uang ganti rugi. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
