Meriah, Inilah Makna Rahayu Sagung Dumadi Dalam Acara Padusan Umbul Kemanten Desa Sidowayah
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
- visibility 1.637
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Suasana berbeda nampak di kawasan wisata air umubul doyo dan umbul kemanten, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025).
Iring-iringan pasukan bergodo berjalan masuk gapuro wisata, dibelakangnya Kepala Desa, Perangkat, BPD, Ketua RW dan RT, Direksi BUMDES dan lainnya. Dengan menggunakan surjan merah, kain bledak mereka melaksanakan ritual suci siraman sepasang pengantin dan pengambilan tirto wening dengan mengunakan kendi.
Kegiatan ini juga dihadiri sekretaris kecamatan Polanharjo, Polsek, Koramil dan Dinas Pariwisata Kabupaten Klaten.
Setelah pengambilan air wening selesai, dua penari gambyong tampil diatas panggung di umbul doyo dan umbul manten sebelum iring iringan kembali menuju joglo pendopo wisata setempat untuk dibacakan doa syukur atas rejeki yang melimpah dari adanya dua mata air yang memberikan penghidupan bagi masyarakat desa Sidowayah dan sekitarnya.
Setelah prosesi kirab dan pembacaan doa syukur selesai rangkaian acara Padusan di Umbul Doyo dan Umbul Manten dilanjutkan pentas seni di dalam obyek wisata dengan menghadirkan berbagai kreasi seni dari warga setempat seperti hadroh, seni tari dan kesenian jaranan oleh rayon satya wiguna. Rangkaian kegiatan padusan ini diakhiri dengan rebutan dua gunungan hasil bumi oleh ratusan warga yang memadati wisata
“Tema padusan kali ini adalah rahayu sagung dumadi, sebuah ungkapan keinginan agar masyarakat selalu dalam keadaan rahayu, selamat, Widodo, lestari demi kepentingan masyarakat, karena bagi kami kebahagiaan yang hakiki adalah ketika kita dapat memberikan kebahagiaan kepada yang lain”,kata Kepala Desa Sidowayah, Mujahid Jaryanto, inisiator kegiatan padusan di umbul doya dan umbul manten.

Dijelaskan prosesi pengambilan air wening dikandung maksud sebagai wujud syukur atas anugerah air dari dua mata air yang memberikan manfaat bagi 17000 orang, harapannya dua mata air tersebut bisa lestari sepanjang jaman dan siraman sepasang pengantin ini merupakan lambang sejarah.
“Sejarah mencatat nama umbul kemanten ini diambil konon ada sepasang temanten yang sedang mandi di umbul tersebut”jelasnya.
Mujahid menerangkan acara padusan ini sekaligus sebagai pertanda kesiapan pengelola obyek wisata air di Desa Sidowayah dalam menyambut kedatangan pengunjung yang akan melakukan tradisi padusan sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1446 hijriyah ini. Pihak pengelola telah melakukan antisipasi kenaikan pengunjung dalam momen tersebut.
“Jika dulu pada H-1 puasa pengelola sampai memberlakukan buka tutup karena banyaknya pengunjung yang datang, kami sudah menambah fasilitas joglo dan resti di umbul manten serta perluasan lokasi outbond di wisata siblarak, harapannya nanti tidak buka tutup lagi dan menampung seluruh pengunjung yang membludak”,terangnya.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sinergi, Pemerintah Desa Sidowayah dan perwakilan mahasiswa KKN ini mendapatkan apresiasi dari para pengunjung yang hadir menyaksikan seluruh rangkaian acara padusan.
- Penulis: Redaksi SieradMU
