Sosialisasi 4 Pilar di Sleman, GM.Totok Hedi Santosa Ingatkan Pentingnya Penerapan Nilai Pancasila dalam Bermasyarakat
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Sleman – Tidak kurang dari seratus limapuluh peserta mengikuti kegiatan Sosialisasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD-1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika yang berlangsung di Murangan VIII, Kelurahan Triharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (27/9/2026).
Sosialisasi ini menghadirkan nara sumber utama Anggota MPR-RI, A-212 Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta, GM.Totok Hedi Santosa ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang nilai-nilai luhur bangsa agar masyarakat mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, Mencegah perpecahan dan meredam potensi konflik di tengah keberagaman suku, agama, dan ras yang rawan terjadi di tahun politik maupun dinamika sosial utamanya didaerah pemilihan.
“Sosialisasi empat pilar kebangsaan ini penting dilaksanakan untuk memberiakn pemahaman kepada masyarakat tentang nilai-nilai luhur bangsa sekaligus menumbuhkan kesadaran seluruh penyelengara pemerintahan dalam kehidupan sehari hari”,katanya.
Efektifitas penyelenggaran sosialisasi ini terlihat dengan banyaknya respond postif dari peserta yang hadir. Beragam pertanyaan dilontarkan kepada narasumber hingga menghidupkan ruang diskusi dengan para peserta seperti halnya terkait makna dari nilai Pancasila. Menurut GM Totok Hedi, Makna dari ke-5 sila Pancasila mencakup nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
“Nilai ketuhanan adalah Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Sila ini mengandung makna kebebasan beragama, sikap toleransi, serta saling menghormati antarumat beragama, Nilai kemanusiaan dimaknai Setiap manusia diakui dan diperlakukan sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Sila ini menekankan pentingnya persamaan derajat, sikap saling mencintai sesama manusia, tenggang rasa, dan keadilan dalam berinteraksi sosial tanpa diskriminasi”,ucapnya.

Sedangkan makna nilai persatuan yakni Menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Sila ini menjadi dasar untuk merawat keragaman suku, budaya, dan bahasa agar tetap utuh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan sendiri Mengutamakan pengambilan keputusan bersama melalui musyawarah untuk mufakat secara bijaksana, tanpa pemaksaan kehendak. Hal ini mencerminkan semangat demokrasi yang menjunjung tinggi aspirasi rakyat.
“Sedangkan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah terkait bagaimana mewujudkan pemerataan kesejahteraan sosial, keadilan ekonomi, serta terpenuhinya kebutuhan dasar rakyat seperti pangan dan sandang. Sila kelima ini merupakan tujuan akhir agar setiap warga negara mendapatkan hak dan menjalankan kewajibannya secara seimbang”,ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut GM Totok Hedi mengajak peserta dan masyarakat Yogyakarta untuk senantiasa menguatkan karakter warga negara yang berakhlak mulia, cinta tanah air, serta menjadikannya pedoman dalam bersikap dan bertindak sehari-hari sesuai dengan makna dan nilai Pancasila. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
