Ketua PWM Jateng Sampaikan Uraian Refleksi HUT Ke-80 RI
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
- visibility 271
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Semarang – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia membawa doa dan harapan dari berbagai elemen bangsa. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir, menyampaikan pesan optimistis agar Indonesia terus melangkah maju, sejahtera, dan berdaulat di usianya yang ke-80.
Dalam keterangan yang ia sampaikan, Tafsir mengatakan bahwa bangsa Indonesia harus memiliki tekad kuat untuk memperkuat diri di tengah dinamika global. Kedaulatan dan kesejahteraan merupakan kunci bagi Indonesia untuk diperhitungkan di kancah internasional.
“Harapan saya, di usia ke-80 ini Indonesia semakin maju, semakin sejahtera, dan berdaulat, kemajuan bangsa hanya bisa diraih dengan komitmen bersama seluruh rakyat”,katanya, Ahad (17/8/2025
Lebih lanjut, Tafsir menuturkan bahwa dengan capaian tersebut, Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani oleh negara lain. HUT RI ke-80 yang diperingati dengan penuh semangat, harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh anak bangsa. Ia menilai, meskipun Indonesia telah mencapai banyak kemajuan sejak merdeka, tantangan yang dihadapi tidak semakin ringan.
“Bangsa kita harus terus bekerja keras dan berinovasi. Jangan sampai kita hanya puas dengan capaian yang ada, tetapi justru harus menjadikannya modal untuk melangkah lebih jauh,” katanya dalam kesempatan tersebut.
Tafsir menyebut, salah satu tantangan besar bangsa adalah bagaimana menghadirkan kesejahteraan yang merata. Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada sektor tertentu saja, melainkan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Disisi lain menjaga kedaulatan bangsa juga menjadi bagian penting yang harus terus kita lakukan, kedaulatan tidak hanya sebatas pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup kemandirian ekonomi, politik, serta kebudayaan”,ucapnya. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
