Tiga Kandidat Ramaikan Bursa Pemilu IPM Ranting Espemusa Klaten, Ini Visinya
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
- visibility 313
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – SMP Muhammadiyah 1 Klaten menggelar pemilihan umum (pemilu) ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode 2026-2027 pada Sabtu (14/3/2026). Sebanyak 554 pemilih menggunakan haknya untuk menentukan pimpinan baru IPM disekolah setempat.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Klaten melalui PKS Kesiswaan, Sri Widiyanti mengapresiasi penyelenggaraan pemilu ini sebagai bentuk pendidikan demokrasi bagi siswa.
“Hari ini SMP Muhammadiyah 1 Klaten mengadakan pemilihan ketua IPM. Ketua yang terpilih nantinya akan menjadi lokomotif yang mampu menggerakkan organisasi, memberikan motivasi, serta mendukung program-program sekolah”,katanya.
Dalam pemilu ini proses pemilu dimulai dengan orasi dari tiga kandidat ketua IPM di hadapan ratusan siswa. Orasi tersebut bertujuan untuk menyampaikan visi, misi, serta program kerja yang akan dijalankan.Ketiga kandidat tersebut diantaranya Awang Sulistyantoro dengan visi membangu rasa kepedulian antar sesame, rasa malu, rasa sopan, dengan memperhatikan budi pekerti dan menjadikan tanggung jawab sebagai landasan utama.
Kandidat kedua adalah Azlan Mubarok dengan visi menjadikan IPM sebagai organisasi yang unggul dalam prestasi, inovasi dan bertanggung jawab membuat lingkungan sekolah yang disiplin dan mandiri. Kandidat ketiga yakni Gania Rafa Puspa Azkia yang mengusung visi mewujudkan IPM sebagai organisasi pelajar yang aktif, inovatif dan mampu menjadi tempat berkembangnya potensi siswa sekaligus mempererat rasa kepedulian dan kebersamaan dan kepedulian dilingkungan sekolah.
“Para kandidat juga diuji oleh panelis yang terdiri atas kepala sekolah, guru kesiswaan, dan perwakilan guru lainnya”,ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam Pemilu IPM ini jumlah pemilih yang tercatat sebanyak 554 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 berpartisipasi dalam pemilihan yang berlangsung secara demokratis, panitia memberikan kartu suara kepada pemilih, kemudian para pemilih menentukan pilihannya dalam bilik yang sudah disiapkan secara bergantian. Setelah ini surat suara dimasukkan dalam kotak suara dan pemilih diwajibkan mencelupkan jarinya ke tinta warna biru.
“Mencelupkan jari ke tinta setelah mencoblos untuk menandai pemilih yang telah menggunakan hak suaranya guna mencegah kecurangan (pemungutan suara ganda)”, jelasnya.
Dengan terselenggaranya pemilu ini diharapkan pemimpin IPM ranting SMP Muhammadiyah 1 Klaten yang terpilih mampu membawa organisasi lebih maju dan berkontribusi positif bagi sekolah. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
