Anton Lami Suhadi Ungkap Ciri Khas Bangsa Dalam Sajian Tarian Tradisional di Perum Banyuanyar
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Senin, 24 Feb 2025
- visibility 460
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Sekretaris Komisi C, DPRD Jawa Tengah, Anton Lami Suhadi kemarin malam (23/2/2025) mendedikasikan dua tarian tradisional kepada warga Perumahan Banyu Anyar, Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan dalam Sosialisasi Kebijakan Melalui Media Tradisional yang berlangsung di balai pertemuan perumahan setempat.
Dua tarian tradisional tersebut sebagai sajian hiburan warga setempat yang tengah menggelar silaturahmi sadranan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1446 H. Lurah Gayamprit meanyeampatkan hadir dalam pertemuan tersebut.
“Malam ini kita menyajikan dua tari tradisional yakni Bambangan Cakil dan tarian rewondo yang berasal dari Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, kedua tarian yang dibawakan penari binaan Pegiat Seni Tari Klaten Marta Endang tersebut merupakan tarian tradisional yang harus kita jada dan lestarikan”,kata Anton Lami Suhadi.

Dijelaskan Tarian Bambangan Cakil ini menceritakan perang antara kebaikan dan kejahatan. Karakter kebaikan pada pemeran menunjukkan gerakan lembut sedangkan kejahatan menunjukkan gerakan kasar dan kekerasan. Pemeran wayang dalam tarian ini adalah Arjuna sebagai pendekar dan Cakil sebagai raksasa.
“Sementara tari rewondo terinspirasi dengan kearifal lokal, fenomena banyaknya monyet yang ada di kawasan hutan Kabupaten Wonogiri, oleh Loediro Pancoko sebagai penata tari tercipta tarian rewondo yang kemudian diabadikan sebagai kekayaan seni”,jelasnya.
Bersamaan dengan momentum ruwahan ini, Anton Lami Suhadi Legislator peraih anugerah dari DPRD Jateng mengingatkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai ciri khas dari Bangsa Indonesia.
Lurah Gayamprit Sapto Admojomerasa bangga dengan Kiprah Anton Lami Suhadi yang terus konsisten memeberikan warna kepada masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian seni budaya tradisional yang menjadi warisan leluhur.
“Tidak hanya itu melalui forum seperti ini juga dapat mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat sekaligus menyampaikan keluhan maupun aspirasi kepada wakilnya di DPRD Jawa Tengah”,ujarnya. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
