sieradmu.com Klaten – Tak kurang dariĀ 581 jemaah calon haji mengikuti rangkaian simulasi haji dan umroh tahun 1446 Hijriyah yang diselenggarakan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Arafah. Simulasi ibadah haji tarwiyah menjadi pembeda yang dilaksanakan di KBIHU persyarikatan Muhammadiyah Klaten.
Pantauan sieradmu.com, Dalam rangkaian simulasi manasik haji dan umroh rangkaian kegiatan para jemaah calon haji menjelang puncak haji, pada 8 Dulhijah calhaj dari KBIHU Arafah dari Lapangan Desa Kurung Kecamatan Ceper (digambarkan sebagai Masjidil Haram) didorong menuju Lapangan Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari (digambarkan sebagai Mina) untuk melaksanakan Tarwiyah.
Sesampai di tempat tersebut para calhaj diberikan penjelasan oleh ketua rombongan masing-masing di dalam bus tentang kegiatan tarwiyah adalah ibadah haji sunnahyang dilakukan pada 8 Dulhijah sebelum para calhaj melaksanakan rangkaian puncak haji, wukuf di Arafah.
Ketua KBIHU Arafah, dr. Muhammad Husen Prabowo menjelaskan, dimulai dari pembimbingan awal para calon haji yang bergabung dengan KBIHU Arafah sudah diberikan penjelasan setiap penyelenggaraan haji diupayakan untuk menempuh tarwiyah, artinya saat pucak haji para calhaj berangkat lebih lebih awal ke Mina sebelum pagi harinya (9 Dulhijah) berangkat ke Arafah untuk melaksanakan wukuf.
” Ini menjadi pembeda atau kekhasan di KBIH Arafah calhaj diupayakan melakukan tarwiyah, Proses pengajuan perijinan sudah kita koordinasikan masing-masing rombongan calhaj dari KBIH Arafah di masing-masing kloter untuk mengajukan perijinan kepada Maktab untuk memfasilitasi ibadah tarwiyah sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah”,katanya, Ahad (27/4/2025).
Setelah selesai simulasi Haji dan Umroh menurutnya, KBIHU Arafah menyarankan kepada para jemaah calon haji untuk memprioritaskan menjaga kondisi kesehatan sebagai modal utama untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji, terlebih jika dilihat dari kondisi dari 581 jemaah calhaj 50% lebih masuk kategori jemaah resiko tinggi.
“Menjaga kesehatan adalah prioritas utama sembari menunggu waktu pemberangkatan, menguraangi kegiatan yang dapat menimbulkan kelelahan, mengurangi aktifitas yang beresiko menyebabkan kecelakaan serta persiapan lainnya, dari kondisi ini KBIH Arafah juga selalu mendorong para calhaj menjaga kebersamaan, saling membantu dengan semangat kerelawanan yang dimiliki saat ditanah suci”,ucapnya.

Wakil Ketua PDM Klaten, Mochtar Anshori meminta agar para jamaah yang akan diberangkatkan ke tanah suci pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 H atau 2025 M ini mempersiapkan diri baik fisik maupun mental dan bekal sebagai mana yang telah didapatkan selama mengikuti bimbingan dari KBIHU Arafah.
āKesehatan fisik dan mental itu sangat penting karena ibadah haji memerlukan kondisi kesehatan yang baik jangan sampai kita harus tertunda keberangkatan karena kondisi kesehatan yang menurun,ākatanya.
Tidak hanya itu para jamaah juga harus mematuhi ketentuan, aturan dalam berhaji, mengkuti petunjuk ketua rombongan masing-masing dan selalu menjaga kebersamaan dalam rombongannya selama di tanah suci.
“Larangan saat berihram harus diperhatikan, bekal selama manasik dari KBIHU Arafah harus dilaksanakan saat menjalankan rukun wajib dan sunah haji di tanah suci,ā pungkasnya. (Nur)





























