Unggul Dalam Pengelolaan Kopsyah Berbasis Majelis Taklim, Pokjaluh Kemenag Bantul Studi Komparasi di Klaten
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- visibility 165
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan kegiatan Studi Komparasi ke Pokjaluh Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan referensi karena peyuluh di Klaten dinilai berhasil dalam pengelolaan koperasi syari’ah berbasis majelis taklim
Setibanya di Masjid Raya Klaten, rombongan Pokjaluh Bantul diterima oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Klaten yang diwakili Wahib, Kasi Bimas Islam, Ketua Pokjaluh Kabupaten Klaten dan para pengurus, Dewan Pengawas Koperasi syari’ah Pokjaluh Klaten dan lainnya.
Kasi Bimas Islam Kemenag Bantul, Sugito mengatakan kegiatan Studi Komparasi ini merupakan bagian dari upaya menggali secara langsung, bertukar ide gagasan, terkait kiprah para penyuluh di Klaten yang dinilai menonjol dalam hal pengelolaan koperasi syari’ah berbasis majelis taklim dalam meningkatkan tugas para penyuluh dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Klaten adalah salah satu daerah dengan inovasi penyuluhan yang sangat maju. Kami ingin belajar bagaimana penyuluh di sini membangun kolaborasi, mengelola program koperasi syari’ah, dan memberdayakan jamaah melalui majelis taklim binaan para penyuluh”,katanya.
Ketua Pokjaluh Bantul, Nuraeni M.P.d menguatkan, studi komparasi dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Melalui Koperasi Syari’ah Berbasis Majelis Taklim” ini sebagai langkah awal Pokjaluh Bantul untuk merintis berdirinya koperasi syari’ah berbasis majelis taklim.
“Kami ingin belajar banyak, meniru metode pengelolaan koperasi syari’ah ini agar dapat dikembangkan bagi majelis taklim binaan para penyuluh di Kabupaten Bantul”,ucapnya.
Kasi Bimas Islam Kemenag Klaten, Wahib menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan dari Pokjaluh Bantul. Ia menegaskan bahwa pertukaran pengalaman antar-daerah merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran penyuluh agama Islam sebagai agen pembangunan umat.
“Program pemberdayaan ekonomi umat merupakan program prioritas Kemeneg RI, koperasi syari’ah yang dikelola para penyuluh ini sebagai bagian penguatan dari implementasi program prioritas Kemeneg Ri di Klaten”,ujarnya.

Dalam paparannya, Penyuluh agama asal Kecamatan Kebonarum, Muhammad Rosyid berhasil meraih juara pertama kategori Pemberdayaan Ekonomi mengungkapkan kiprahnya dalam mengelola kperasi syari’ah berbasis majelis taklim.
Drs. H. Ahmad Subandrio, MM sebaga inisiator Koperasi Syari’ah berbasis majelis taklim menyampaikan bahwa gagasan pendirian koperasi ini berawal dari adanya rencana pentasyarufan dana BAZNAS propinsi Jawa Tengah sejumlah 5 majelis taklim masing-masing 2 juta yang selanjutnya dikelola dengan manajemen koperasi dengan memberdayakan majelis taklim binaan para penyuluh sebagai anggota.
“Aturannya, anggota koperasi dari majelis taklim jika mau meminjam dana dari koperasi, maka harus menjadi anggota koperasi dengan membayar simpanan pokok Rp.200.000,- dan simpanan wajib Rp.10.000,-. Dalam meminjam dana koperasi tersebut anggota tidak dibebani jaminan dan jasa, melainkan hanya infaq seikhlasnya, sehingga tidak ada unsur riba. Sampai saat ini koperasi yang berdiri kabupaten Klaten mencapai 80 koperasi yang tersebar di 26 Kecamatan dengan aset yang dikelola 1 milliar lebih”,jelasnya. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
