Pertemuan Partai Demokrat dan PKS, Sinyal Dini Manuver Politik Menuju 2029
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
- visibility 218
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Jakarta – Pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat dan PKS kembali membuka pembacaan baru terhadap dinamika koalisi politik menuju Pemilu 2029. Dalam sejumlah pemberitaan, keduanya membahas sejumlah isu, termasuk sistem pemilu dan masa depan arah koalisi partai politik.
Pertemuan tersebut terjadi di DPP Demokrat pada Selasa, 25 November 2025, menjadi sorotan utama. Dipimpin langsung oleh Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Presiden PKS Almuzzammil Yusuf, pertemuan ini dinilai sebagai langkah strategis AHY untuk memulai konsolidasi politik menuju Pilpres/Cawapres 2029, meskipun kedua partai saat ini berada di kubu pemerintahan Prabowo-Gibran. Pertemuan ini dianggap sebagai sinyal reaktivasi poros kekuatan lama.
Keakraban antara Demokrat dan PKS bukanlah hal baru. AHY menyinggung masa lalu politik kedua partai, dengan bercerita bahwa Demokrat dan PKS pernah bersama di Tim Delapan pada Pilpres 2024.
“Bapak-Ibu sekalian masih ingat ini? Masih ingat Tim 8?, Ini adalah kenangan tapi juga sejarah, betul? Sejarah yang indah karena selalu ada hikmah dari itu semuanya,” kata AHY dalam sambutannya di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2025).
AHY yang mencoba me-review kembali kenangan kebersamaan PD-PKS saat menjelang pilpres 2024.
“Tentunya kita bersyukur kini kita bersatu kembali bersinergi berkolaborasi dalam pemerintahan. Saya rasa tidak ada cita-cita lain selain kita ingin terus berkontribusi untuk masyarakat bangsa dan negara yang kita cintai bersama ini,” ucapnya.
Tim 8 diketahui adalah bentukan petinggi Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat saat Pilpres 2024. Saat itu, ketiga partai tersebut sempat berada di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) untuk mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden.
“Nanti 2029 itu masih terlalu jauh, dinamika politik itu unpredictable. Insya Allah yang terbaik untuk bangsa dan negara. Kita selalu berdoa.” kata Muzzammil, usai silaturahmi kebangsaan PKS dengan Partai Demokrat di DPP Demokrat (25/11/2025).
Sikap PKS yang menyatakan politik 2029 tidak terprediksi, alih-alih meredam, justru memperkuat spekulasi. Hal ini mengindikasikan bahwa PKS tidak menutup peluang sama sekali untuk kembali bersinergi dengan Demokrat untuk mencalonkan AHY dan Anies Pada pemilu 2029.
Pada 2022–2023, Demokrat bersama PKS pernah tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden pada Pilpres 2024. Saat itu, nama AHY sempat muncul sebagai kandidat kuat pendamping Anies sebagai Calon Wakil Presiden. Sejumlah relawan bahkan menyebut pasangan Anies–AHY sebagai pasangan ideal.
Meski akhirnya dinamika politik saat itu berubah, momen tersebut melekat sebagai referensi penting dalam hubungan Demokrat, PKS, dan Anies Baswedan hingga saat ini. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
