Sieradmu.com Klaten – Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten Klaten menggelar wisuda siswa Pawiyatan Panatacara dan Pamedhar Sabda Bregada XXII di Pendopo Pemkab Klaten, Â Minggu (30/11/2025)
Sebanyak 91 siswa peserta Pawiyatan Panatacara dan Pamedhar Sabda Bregada XXII telah mengikuti seluruh materi yang dilaksanakan 50 kali tatap muka masing-masing 120 jam, dengan metode Andragogi, 60 persen praktek dan 40 persen teori. Sedangkan 1 dwija (guru) praktek melayani 10 siswa, termasuk meliputi cara berbicara dengan tata krama dan sastra Jawa, baik cara merangkai maupun mengucap kata dengan jelas, benar, dan indah namun dapat dipahami oleh orang lain karena disampaikan dalam teknik berolah suara, olah rasa, olah sikap, serta olah napas yang baik, benar dan indah.
Ketua Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Dewan Pengurus Daerah Kabupaten Klaten, Kanjeng Raden Tumenggung Harmintono Hardi mengatakan tujuan Permadani DPD Klaten mengadakan Pawiyatan Panatacara dan Pamedhar Sabda Bregada XXII untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia serta emmperkuat jati diri dan kepribadian bangsa yang mengutamakan prilaku yang sesuai dengan sesanti TrinitiYogya .
âSesanti TrinitiYogya terdiri dari tiga hal yaitu Memayu Jayuning Sesama artinya senantiasa menciptakan kedamaian lahir dan batin, dados juru ladosing bebrayang ingkang sae dengan arti , menjadi abdi atau pelayan masyarakat yang baik dan sadengah pakaryan tansah ngremenaken tiyang sanes atau setiap perilaku hendaknya dapat memberikan rasa senang kepada orang lainâ,katanya usai Orientasi Siswa Pawiyatan Panatacara dan Pamedhar Sabda Bregada XXII.
Dijelaskan K.R.T Harmintono, secara khusus pawiyatan ini menjadikan siswa mampu dan trampil sebagai pembawa acara dan juru pidato Bahasa jawa yang baik dan benar akan mempermudah siswa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti untuk pasrah penganten, tampi lamaran penganten maupun pambagyaharja. Demikian sesorah pada orang meninggal dunia, maupun peristiwa atau kegitan-kegitan yang lain.
âSering kita jumpai, penggunaan kalimat âsaenggaâ yang dijawakan secara paksa dari kata sehingga, âselaweâ juga sering dipaksa menjadi selangkung, bahkan âboyolaliâ menjadi bajul kesupen, dan sebagainya. Peserta pawiyatan terdiri atas berbagai latar belakang, baik usia, disiplin ilmu, strata lingkungan, strata pendidikan dan latar belakang pekerjaan yang majemuk. Ada yang berpendidikan SD sampai paska sarjanaâ,jelasnya.
Harmintono menyebut, Wisuda ini merupakan penghargaan atas usaha dan ketekunannya dalam menjalani dan mematuhi aturan pembelajaran dilingkungan Permadani, yang merupakan pintu masuk menjadi anggota persaudaraan masyarakat budaya Nasional Indonesia sebagaimana diatur dalam Bab III Pasal 10 Ayat 1 AD/ART Permadani, yang akan mengabdi kapada lingkungan masyarakat dengan semangat hamĂȘmayu hayunĂng sasĂ„mĂ„.
Seperti diketahui, Â Sejak beridirnya Permadani Klaten, 14 Juli 2003, hingga saat ini, jumlah anggota permadani sudah sebanyak 652 orang, termasuk anggota kehormatan Permadani sebanyak 4 orang, antara lain mas bupati Klaten, KRA. Hamenang Wajar Ismoyo Yudonagoro, S.I.Kom. (nur)




























