Pola Rekayasa dan Urai Cepat Petugas Polres Klaten Mampu Atasi Lonjakan Kendaraan Saat Operasi Ketupat Candi 2026
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
- visibility 69
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah Kabupaten Klaten menunjukkan dinamika arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat yang cukup signifikan selama sepekan terakhir. Dengan pola rekayasa dan ketangguhan tim urai petugas Polres Klaten mampu meelwati lonjakan arus mudik dan balik lebaran 2026.
Informasi yang dihimpun sieradmumedia dari Posko Induk Polres Klaten, dalam kurun waktu 18 hingga 24 Maret 2026, jumlah kendaraan yang masuk melalui jalur tol di wilayah Klaten menunjukkan tren fluktuatif dengan kecenderungan meningkat hingga puncak. Pada 18 Maret tercatat sebanyak 9.715 kendaraan, kemudian turun menjadi 8.937 kendaraan pada 19 Maret, dan kembali naik menjadi 9.037 kendaraan pada 20 Maret.
Lonjakan signifikan terjadi pada 21 Maret dengan jumlah 14.151 kendaraan, kemudian meningkat tajam menjadi 22.916 kendaraan pada 22 Maret dan mencapai puncak pada 23 Maret sebanyak 28.404 kendaraan. Setelah itu, pada 24 Maret tercatat mengalami penurunan menjadi 26.808 kendaraan.
Kapolres Klaten melalui Kasihumas, AKP Suwoto menjelaskan bahwa pola tersebut merupakan bagian dari dinamika arus mudik dan mulai bergesernya fase pergerakan kendaraan menjelang arus balik. Setelah puncak arus kendaraan tercapai, volume kendaraan mulai berangsur menurun meskipun masih berada dalam kategori tinggi.
“Untuk kendaraan keluar tol juga menunjukkan tren penurunan yang lebih konsisten setelah mencapai puncak. Pada 18 Maret tercatat 27.829 kendaraan, meningkat menjadi 28.122 kendaraan pada 19 Maret, kemudian turun menjadi 19.643 kendaraan pada 20 Maret. Puncak arus keluar terjadi pada 21 Maret dengan jumlah 45.282 kendaraan. Setelah itu, jumlah kendaraan menurun menjadi 39.240 kendaraan pada 22 Maret dan kembali turun menjadi 28.048 kendaraan pada 23 Maret.”,jelasnya.
Menuurtnya tren berbeda justru terjadi pada sektor pariwisata. Jumlah kunjungan wisata di sejumlah objek wisata unggulan di Klaten menunjukkan peningkatan yang konsisten selama periode yang sama. Objek wisata yang menjadi unggulan tersebut antara lain Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, Rowo Jombor, Umbul Ponggok, serta kawasan pemancingan Janti yang menjadi favorit masyarakat selama libur Lebaran.

“Pada 18 Maret tercatat sebanyak 4.144 pengunjung, kemudian sempat turun menjadi 2.568 pengunjung pada 19 Maret. Namun setelah itu, jumlah kunjungan meningkat signifikan menjadi 7.767 pengunjung pada 20 Maret dan 8.500 pengunjung pada 21 Maret.Lonjakan besar terjadi pada 22 Maret dengan jumlah 17.127 pengunjung, meningkat menjadi 25.567 pengunjung pada 23 Maret, dan mencapai angka tertinggi pada 24 Maret sebanyak 29.391 pengunjung”,ucapnya.
AKP Suwoto menyebut bahwa peningkatan kunjungan wisata ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat lokal maupun luar daerah yang memanfaatkan masa libur Lebaran untuk berwisata, khususnya di destinasi unggulan yang menawarkan wisata budaya dan wisata air di Klaten.
“Hingga saat ini situasi kamtibmas tetap terjaga dengan baik, meskipun terjadi peningkatan aktivitas masyarakat di berbagai sektor. Meski terjadi peningkatan mobilitas masyarakat, baik arus kendaraan maupun kunjungan wisata, situasi kamtibmas di wilayah Klaten tetap aman, tertib, dan terkendali.” “,ujar AKP. Suwoto. (nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
