Dampak Dugaan Keracunan Menu MBG di Wedi, Pemkab Klaten Perketat Penerbitan SLHS
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
- visibility 292
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Klaten – Pemerintah Kabupaten Klaten akan memperketat penerbitan sertifikat laik higenis dan sehat (SLHS) setelah kejadian luar biasa dugaan keracunan menu makanan yang dialami puluhan siswa SMPN 1 Wedi beberapa waktu lalu.
Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan yang di distribusikan SPPG yang berada di Desa Sembung, Kecamatan Wedi beberapa hari lalu.
“Kita masih menunggu hasil penelitian dari sampel makanan berupa nasi, sayur, ayam dan susu yang telah dikirim ke Laboraturium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Yogyakarta dan memerlukan ebebrapa hari hasil penelitian tersebut turun”,kata Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo kepada sieradmu.com, kemarin (12/10/2025).
Dijelaskan setelah hasil penelitian laboraturium sampel makanan yang sempat menyebabkan para siswa SMPN 1 Wedi mengalami mual, muntah dan lemas setelah mengkonsumsi menu MBG bersama data keluhan dari para korban dan penjelasan pihak SPPG nantinya akan dikirim ke Badan Gizi Nasional untuk diambil tindakan terkait operasional SPPG Sembung.
“Yang berhak memutuskan terkait operasional SPPG Sembung setelah kasus dugaan keracunan adalah dari pihak BGN, meski demikian Pemkab akan memperketat penerbitaan SLHS”,jelasnya.
Hamenang meminta seluruh SPPG di Klaten menerapkan SOP SPPG MBG untuk mendukung program nasional makan bergizi gratis yang memuat pedoman keamanan dan kualitas pangan untuk pengolaahan makanan gratis yang mencakup higiane personil penerimaan dan penyimpanan bahan baku, pengolahan dan pemorsian, pencucian peralatan hingga distribusi.
“SOP ini penting agar makanan yang dikonsumsi dalam program MBG tersebut aman, sehat , bergizi dan memenuhi standar dari Kemenkes serta BGN”,pungkas Hamenang. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
