Inilah Suasana Iftar di Masjid Nabawi, Ratusan Ribu Paket Takjil Disediakan Setiap Hari
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
- visibility 1.114
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Madinah – Umrah di bulan Ramadan memiliki keutamaan istimewa, di antaranya pahalanya setara dengan haji dan mendapatkan pengampunan dosa. Hal inilah yang mendorong jutaan ummat muslim dari penjuru dunia memanfaatkan momentum Ramadhan untuk melaksanakan ibadah tersebut di tanah suci.
Salah satu yang dirasakan para jamaah umroh Ramadhan adalah suasana kebersamaan iftar (buka puasa) di Masjid Nabawi yang berada di Madinah Al-Munawaroh. Setiap harinya masjid ini menyediaakan 500 ribu lebih paket takjil untuk para jamaah yang ingin berbuka puasa sekaligus menjalankan jamaah shalat magrib.
Moech Isnaini, Pembimbing Jamaah Umrah dari Sa’I Tour Yogtakarta melaporkan suasana yang sangat meriah dan menggembirakan di setiap sudut dimanapun berada para jamaah dan jamaah umroh dua masjid itu selalu menikmati sajian buka puasa bersama. sejak awal puasa, dua masjid ini sampai Selasa sudah menyajikan 5 juta lebih paket makanan berbuka puasa untuk para jamaahnya.
“Saudi Gazette mencatat sampai Senin (10/3/2025) Otoritas Umum untuk Perawatan Dua Masjid Suci Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melaporkan telah mendistribusikan sebanyak 4.879.682 makanan berbuka puasa kepada para jamaah. Tak hanya makanan, otoritas ini juga mencatat konsumsi air Zamzam telah mencapai 8.393 meter kubik disediakan untuk minum para jamaah”,katanya kepada sieradmu.com, Rabu (12/3/2025)pagi.

Dia mengabarkan, Emir Madinah Pangeran Salman bin Sultan turut serta bersama para imam Masjid Nabawi dalam acara buka puasa bersama di masjid. Menu buka puasa sangat variatif, mulai dari berbagai jenis minuman, kurma,makanan ringan, gorengan, roti, camilan tersedia. Kondisi di kota Madinah bahkan setiap sudut kota tiap orang berlomba untuk memberikan hidangan ifthor (buka puasa), baik di Masjid Nabawi, daerah perhotelan sekitar Masjid Nabawi, ataupun di beberapa tempat yang ada.
“Memang ada kalangan penduduk di Madinah ada sebuah budaya “unik” yang sudah turun temurun. Yaitu, jauh sebelum Ramadhan tiba mereka biasanya telah membooking beberapa bagian shaf shalat di Masjid Nabawi, baik di dalam masjid atau pelatarannya agar nantinya saat Ramadhan tiba mereka bisa membagikan ifthor (sajian untuk buka puasa, red) di shaf tersebut. Bahkan jamaah yang datang hampir dibuat bingung untuk menentukan akan berbuka puasa yang mana, karena mereka saling berlomba agar kita memilih tempat mereka masing-masing dan berbuka puasa di sana” jelasnya.
Banyak banyak pelajar di Madinah dan anak-anak tak mau ketinggalan. menjadi volunteer atau relawan menyiapkan hidangan ifthor di Masjid Nabawi. Bahkan beberapa sekolah juga mengirimkan regu semacam Pandu Hisbul Wathan ( HW ) atau semacam Pramuka untuk ikut mengatur ketertiban saat pembagian hidangan ifthor.
“Di area pelataran Masjid Nabawi hingga di perhotelan di sekitar Masjid menu ifthor lebih beragam lagi. Selain seperti yang disediakan di dalam area Masjid Nabawi ditambah ada nasi mandhi, aneka jus, hingga ayam broast Al-Baik (merek ternama di Arab Saudi)”,pungkasnya. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
