Munas KA FK UNS, Dirut BPJS Kesehatan Sampaikan Peluang Bagi Pengembangan Health Tourism
- account_circle Redaksi SieradMU
- calendar_month Minggu, 1 Sep 2024
- visibility 855
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sieradmu.com Solo – Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti hadir dalam Opening Ceremony Musyawarah Nasional (munas) 2024 Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (KAFK UNS) Solo di Tower UNS, Sabtu (31/8/2024).
Dihadapan para peserta Munas, beliau menyampaikan mengenai peluang dan tantangan pelayanan kesehatan non jaminan kesehatan nasional dalam meningkatkan health tourism di Indonesia.
“United Nations World Tourism Organization (UNWTO) menyatakan bahwa hal yang dapat mendorong sosio-ekonomi dari berbagai negara adalah pariwisata. Sekitar 27% kedatangan wisatawan untuk mengunjungi teman, keluarga, keagamaan, dan kesehatan, Di Asia, tujuan health tourism memfavoritkan Cina, India, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Filipina, dan Taiwan”,katanya.
Dijelaskan, Health (medical travel/medical tourism/global healthcare) tourism telah dikembangkan di berbagai negara di dunia untuk mendukung sosio ekonomi negara tersebut sekaligus memberikan pelayanan kesehatan bermutu ke pasien.
“Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang melakukan health tourism di Indonesia meningkat dari 1,2 juta orang pada tahun 2015 menjadi 2,5 juta orang pada tahun 2022. Peningkatan ini mencapai 108,3% dalam kurun waktu 7 tahun berdasarkan data Kemenparekraf, 2023”,jelasnya.
Menurutnya Berdasarkan Analisis komparatif terhadap biaya layanan operatif negara maju kesehatan jauh lebih mahal dibandingkan negara-negara berkembang, sehingga mendorong penduduk negara maju mencari alternatif untuk mendapatkan tatalaksana medis di negara berkembang.
“Nah ini merupakan peluang bagi penyedi fasilitas layanan kesehatan di Indonesia sebagai negara berkembang untuk menyiapkan healt tourism secara global, Ketentuan tentang Health Tourism (Wisata Medis) telah diatur dalam Permenkes 76 tahun 2015. Rumah sakit yang menjalankan health tourism ditetapkan oleh Menteri.Pembiayaan Wisata Medis di luar dari pembiayaan JKN”,jelasnya.
Ketua Panitia Munas KA FK UNS sekaligus Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Klaten Muhammad Husen Prabowo mengungkapkan materi ini sangat special kita hadirkan dalam opening ceremony Munas .
“Terkadang masyarakat merasa bangga bisa menggunakan layanan kesehatan ke luar negeri, padahal di negara kita pelayanannya juga tidak kalah, inilah yang menjadi tantangan bagi fasilitas layanan kesehatan untuk dapat mengemas (packaging) program layanan unggulan yang lebih prima dan menarik seingga masyarakat tidak perlu berobat sampai keluar negeri”,ungkapnya. (Nur)
- Penulis: Redaksi SieradMU
